Kamis, 15 Oktober 2020

Kabupaten Bogor Dapat Jatah 1,2 Juta Vaksin COVID-19, Terbanyak di Indonesia

 Kabupaten Bogor Jawa Barat disebut dapat jatah vaksin COVID-19 terbanyak dari daerah lainnya di tingkat kabupaten atau kota, yakni sebanyak 1,2 juta vaksin. Hal ini disampaikan oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

"Kabupaten Bogor paling banyak (dapat vaksin), kita paling banyak jumlah penduduknya," kata Ade dikutip dari Antara, Kamis (15/10/2020).


Jumlah penduduk di Kabupaten Bogor menyentuh angka 6 juta jiwa pada tahun ini. Apabila jatah vaksin COVID-19 sebesar 20 persen dari jumlah penduduk, maka diperkirakan vaksin COVID-19 yang didapatkan Kabupaten Bogor akan menyentuh angka 1,2 juta dosis vaksin.


Kabupaten Bogor juga disebut menjadi prioritas penerima vaksin karena termasuk wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan COVID-19, yakni Bogor, Depok, Bekasi.


Pemprov Jabar saati ini tengah melakukan pendataan terhadap penerima vaksin, tapi Pemkab Bogor belum mendapatkan jadwal pelaksanaan hingga tempat kegiatannya.


"Sementara, kita baru diminta untuk mendata," pungkasnya.


Kasus Reinfeksi Muncul, Tanda Antibodi COVID-19 Tak Bertahan Lama?


Kejadian reinfeksi COVID-19 kembali dilaporkan terjadi di sejumlah negara. Kali ini dialami oleh pasien berusia 25 tahun asal Nevada, Amerika Serikat.

Saat terinfeksi kedua kalinya, pasien ini mengalami gejala yang lebih parah dari sebelumnya. Hal ini memunculkan kekhawatiran akan respons kekebalan atau antibodi yang didapatkan pasien sembuh COVID-19.


Dalam sebuah penelitian, ilmuwan telah memperhatikan orang dengan gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali, cenderung memiliki respons kekebalan yang lebih lemah terhadap COVID-19.


"Mereka yang pulih di rumah tanpa perawatan di rumah sakit cenderung memiliki jumlah antibodi tidak terlalu tinggi," kata Dr Otto Yang dari UCLA dalam studi yang dipublikasikan di jurnal The New England Journal of Medicine.


Penelitian lain yang lakukan oleh Icahn School of Medicine di Mt. Sinai di New York yang mengamati 20 ribu pasien COVID-19 gejala ringan-sedang menemukan 90% dari orang-orang itu memiliki respons antibodi yang bertahan setidaknya tiga bulan.


Hanya saja sampai saat ini para peneliti masih terus mencoba untuk mempelajari dan memahami terkait berapa lamanya antibodi virus Corona bisa bertahan. Hal ini berguna untuk menjaga tubuh dari virus tersebut.


"Kami masih harus belajar tentang virus ini dan (jumlah) kekebalan yang kami butuhkan untuk melindungi diri dari virus ini," lanjutnya.

https://cinemamovie28.com/eagle-eye/


Vaksinasi COVID-19 Sebentar Lagi, Mitos Soal Vaksin Ini Tak Perlu Dipercaya


Pemerintah Indonesia berencana akan memulai vaksinasi COVID-19 pada Desember 2020. Setidaknya ada tiga kandidat vaksin COVID-19 yang bakal masuk ke RI pada November yakni buatan Sinovac, Sinopharm dan Cansino.

Hal ini juga disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Kesehatan Alexander Kaliaga Ginting yang menyebut penyuntikan vaksin COVID-19 rencananya dimulai Desember 2020. Vaksin COVID-19 yang tiba di Indonesia disebut potensial dan bisa disuntikkan sambil menunggu hasil uji klinis selesai.


Namun hingga saat ini masih banyak sekali mitos tentang vaksinasi yang membuat beberapa pihak ragu dan enggan divaksin. Dokter spesialis anak dari Yayasan Orangtua Peduli Windhi Kresnawati menyebutkan bahwa beredarnya mitos memang menjadi hambatan program vaksinasi sejak dulu.


"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengamini bahwa satu dari sepuluh ancaman kesehatan global adalah keraguan orang atas vaksin," katanya dikutip dari laman resmi Satgas Penanganan COVID-19, Kamis (15/10/2020).

https://cinemamovie28.com/see-no-evil/

Rencanakan Suntik Vaksin COVID-19 Desember, RI Dinilai Terburu-buru

  Vaksin COVID-19 disebut-sebut akan tiba di Indonesia November 2020 dan siap disuntikkan Desember 2020. Sejumlah ahli menilai penyuntikkan vaksin terkesan terburu-buru saat hasil uji klinis di dunia belum selesai.

Dr Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menyoroti belum adanya hasil uji klinis vaksin COVID-19 di seluruh dunia. Hal ini menjadi salah satu alasan untuk tidak terburu-buru menyuntikkan vaksin COVID-19.


"Menurut saya pemerintah sebaiknya tidak usah terburu-buru, jangan terburu-buru memberitakan atau meng-expose sesuatu yang belum jelas," jelas Dr Pane saat dihubungi detikcom Rabu (14/10/2020).


"Jadi sebagian besar negara saat ini melakukan uji coba vaksin fase tiga, hasilnya itu kan belum ada sampai sekarang, kalau menyiapkan sistem atau existing system untuk melakukan vaksinasi jika nanti vaksinnya sudah ada dan diketahui efektivitasnya itu boleh saja," lanjut Dr Pane.


Dr Pane kembali menegaskan, ketersediaan vaksin COVID-19 bukan jalan mengakhiri pandemi. Cara pengendalian laju transmisi tidak dengan pemberian vaksin COVID-19.


"(Anggapan) Vaksinasi itu dapat membuat pandemi ini berakhir, itu nggak ada hubungannya sama sekali. Vaksinasi itu terkait dengan perlindungan kepada warga negara, tetapi yang namanya laju transmisi itu cara pengendaliannya bukan dengan cara vaksinasi," bebernya.


Diwawancara terpisah, pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD menjelaskan bahwa fase ketiga yang sedang berjalan di dunia belum ada satu pun yang selesai.


"Kalau kita lihat perjalanan fase tiga belum ada yang selesai, semua masih berlangsung, bahkan Bio Farma dan Unpad itu menargetkan hasil final baru diketahui nanti bulan September tahun depan, tapi memang mereka bisa melihat 'kebocoran' trennya itu seperti apa Januari tahun depan," jelas Ahmad.


Uji klinis vaksin COVID-19 menurutnya sangat perlu diperpanjang. Sebab, ada kemungkinan hasil uji klinis vaksin COVID-19 non-konklusif. Mengapa?


"Relawan vaksin yang dapat plasebo itu mereka kan nggak akan membuka diri mereka masker dibuka, berkerumun, mereka tetap melakukan protokol," sebut Ahmad.


"Artinya dari situ saja kemungkinan merekaa ada yang terpapar dan menjadi COVID-19 menjadi kecil, jadi memang ada kemungkinan hasil uji klinisnya menjadi non konklusif, maka ini penting waktunya itu diperpanjang, makanya sampai September tadi kan dari perhitungan tim Bio Farma,"pungkasnya.

https://cinemamovie28.com/lady-bloodfight/


Kabupaten Bogor Dapat Jatah 1,2 Juta Vaksin COVID-19, Terbanyak di Indonesia


Kabupaten Bogor Jawa Barat disebut dapat jatah vaksin COVID-19 terbanyak dari daerah lainnya di tingkat kabupaten atau kota, yakni sebanyak 1,2 juta vaksin. Hal ini disampaikan oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

"Kabupaten Bogor paling banyak (dapat vaksin), kita paling banyak jumlah penduduknya," kata Ade dikutip dari Antara, Kamis (15/10/2020).


Jumlah penduduk di Kabupaten Bogor menyentuh angka 6 juta jiwa pada tahun ini. Apabila jatah vaksin COVID-19 sebesar 20 persen dari jumlah penduduk, maka diperkirakan vaksin COVID-19 yang didapatkan Kabupaten Bogor akan menyentuh angka 1,2 juta dosis vaksin.


Kabupaten Bogor juga disebut menjadi prioritas penerima vaksin karena termasuk wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan COVID-19, yakni Bogor, Depok, Bekasi.


Pemprov Jabar saati ini tengah melakukan pendataan terhadap penerima vaksin, tapi Pemkab Bogor belum mendapatkan jadwal pelaksanaan hingga tempat kegiatannya.


"Sementara, kita baru diminta untuk mendata," pungkasnya.

https://cinemamovie28.com/diana/