Jumat, 30 Oktober 2020

4 Fakta Meninggalnya Pangeran Brunei Abdul Azim di Usia 38 Tahun

 Baru-baru ini kabar duka datang dari Brunei Darussalam. Pangeran Brunei Darussalam Pangeran Haji Abdul Azim, meninggal dunia di usia 38 tahun pada Sabtu (24/10/2020).

Kabar duka meninggalnya Pangeran Haji Abdul Azim juga diunggah dalam akun pribadi saudara kandungnya, Abdul Mateen.


"Sampai bertemu lagi," duka Pangeran Mateen, saudara kandung Pangeran Haji Abdul Azim, di akun Instagram @tmski.


Sebelum meninggal, Pangeran Brunei Darussalam Haji Abdul Azim disebut mengidap vaskulitis. Media lokal setempat juga mengabarkan Pangeran Brunei Darussalam Haji Abdul Azim sempat dirawat di rumah sakit dalam beberapa waktu.


Berikut fakta-fakta meninggalnya Pangeran Brunei Darussalam dirangkum detikcom dari berbagai sumber.


1. Meninggal di usia muda 38 tahun

Pangeran Abdul Azim meninggal kemarin, Sabtu (24/10), pada pukul 10.08 waktu setempat. Pangeran Brunei itu meninggal di usia 38 tahun. Pangeran Abdul Azim berada di baris keempat takhta Brunei.


Dilansir dari berbagai sumber, Pangeran Abdul Azim merupakan putra Raja Brunei Darussalam dengan mantan istri keduanya, Hajah Mariam. Pangeran Abdul Azim merupakan anak pertama dari perkawinan tersebut.


2. Mengidap vaskulitis sistemik

Saudara kandungnya, Abdul Mateen, menyebut sang pangeran mengidap vaskulitis sistemik, sebuah kondisi autoimun.


"Awal tahun ini, kakak saya didiagnosis vaskulitis sistemik parah, yang merupakan sebuah penyakit autoimun," ungkap Pangeran Mateen di akun Instagram @tmski.


Dikutip dari Mayo Clinic, vaskulitis adalah suatu kondisi radang pembuluh darah yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah.


Perubahan ini bisa berupa penebalan, penyempitan, dan pelemahan pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat menghambat aliran darah dan mengakibatkan kerusakan pada organ dan jaringan tubuh.


3. Pangeran Abdul Azim mengidap gangguan bipolar dan kematiannya dipicu gagal multiorgan

Selain berjuang melawan penyakit vaskulitis sistemik, Pangeran Abdul Azim juga berjuang melawan gangguan bipolar. Meninggalnya Pangeran juga dipicu karena kegagalan multiorgan.


"Pada akhirnya, kakak saya mengalami kegagalan multiorgan yang disebabkan infeksi menetap, terkait penyakit autoimun, yang membuatnya meninggal pada pagi hari, 24 Oktober 2020," sebut Pangeran Mateen di akun Instagram @tmski.


4. Sempat disebut dirawat di rumah sakit

Dikutip dari Sky News, sang pangeran disebut sempat dirawat di rumah sakit dalam beberapa waktu. Hal ini dilaporkan media lokal setempat.

https://kamumovie28.com/sundown-2016/


5 Gejala 'Long Covid' yang Paling Awet Nggak Hilang-hilang


Fenomena 'long Covid' kini mulai sering terdengar bahkan telah dialami banyak pasien yang masih atau telah pulih dari infeksi COVID-19. Saat mengalami kondisi ini, seseorang terus-menerus merasakan gejala Corona dalam waktu yang lama.

Untuk mengetahui seseorang mengalami 'long Covid' atau tidak, ada beberapa tanda yang diduga kuat menjadi gejala dari fenomena tersebut. Menurut peneliti, kesulitan saat bernapas yang menjadi prediksi paling signifikan dari 'long Covid' ini.


"Meski laporan terkait 'long Covid' meningkat, tetapi masih sedikit yang mengetahui tentang prevalensi, faktor risiko, atau apapun yang bisa memprediksinya," kata para peneliti yang dikutip dari Express UK, Rabu (28/10/2020).


"Ketika dianalisis secara individual serta disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin, setiap gejala dalam masa isolasi ini bisa memprediksi durasi penyakit itu bisa bertahan," lanjutnya.


Ada lima gejala yang diduga kuat menjadi tanda seseorang mengalami 'long Covid', yaitu:


Kelelahan

Sakit kepala

Dispnea

Suara serak

Mialgia

"Secara khusus, dispnea sudah terbukti menjadi prediktor yang signifikan dari gejala jangka panjang," jelasnya.


Selain itu, pasien yang mengalami beberapa gejala sekaligus selama tahap awal infeksi juga lebih mungkin mengalami 'long Covid'. Lebih dari 170 pasien yang mengalami gejala jangka panjang.

https://kamumovie28.com/hidden-wrath-2015/

Iran Catat 1 Kematian Akibat COVID-19 Tiap 5 Menit, Apa yang Terjadi?

  Iran melaporkan rata-rata ada satu penduduk di negara tersebut yang meninggal akibat virus Corona COVID-19 setiap lima menit sekali, atau setara dengan kematian sekitar 300 jiwa setiap harinya.

Dikutip dari laman Middle East Eye, otoritas kesehatan setempat mengatakan bahwa rumah sakit di banyak provinsi di Iran mulai tidak mampu menampung pasien kasus virus Corona COVID-19.


Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, mengatakan pandemi dapat menyebabkan 600 kematian setiap hari jika negara tersebut gagal menghormati protokol kesehatan. Pemerintah setempat menyatakan penduduk kerap mengabaikan aturan untuk menjaga jarak.


Dalam keterangan stasiun televisi setempat, pemerintah mengatakan seorang warga Iran kritis akibat COVID-19 setiap lima menit. Angka tersebut sesuai dengan penghitungan kematian harian yang dilaporkan oleh pemerintah setempat, yakni sedikit di atas atau di bawah 300 selama 20 hari terakhir.


Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Sima Sadat Lari, mengatakan pada Minggu pekan lalu, bahwa 32.616 orang telah meninggal karena virus tersebut dan jumlah kasus yang dikonfirmasi mencapai 568.896 orang.


Akan tetapi, beberapa ahli meragukan keakuratan jumlah korban resmi COVID-19 di Iran. Sebuah laporan oleh pusat penelitian parlemen Iran pada April lalu menunjukkan bahwa jumlah kasus virus Corona yang sebenarnya mungkin hampir dua kali lipat dari yang diumumkan oleh Kemenkes Iran.


Laporan itu mengatakan angka resmi COVID-19 Iran hanya didasarkan pada jumlah kematian di rumah sakit dan orang-orang yang telah dites positif terpapar COVID-19.


Sejak tanggal 3 Oktober, Teheran telah menutup sekolah, masjid, toko, restoran, dan institusi publik lainnya. Stasiun televisi pemerintah melaporkan karena kasus Corona dan kematian akibat Corona terus mencapai rekor tertinggi, penutupan pun akan diperpanjang hingga 20 November mendatang.


Para pejabat mengatakan "tindakan dan pembatasan ekstrem" akan diberlakukan setidaknya di 43 daerah di seluruh negeri selama satu minggu, di mana tingkat infeksi telah mengkhawatirkan.


Sampai saat ini tercatat 21 dari 31 provinsi di Iran berada dalam status siaga merah virus Corona.


Hingga saat ini jumlah kasus virus Corona di Iran mencapai 581.824 orang, 33.299 kematian, dan 463.611 orang dinyatakan sembuh.

https://kamumovie28.com/fear-2015/


4 Fakta Meninggalnya Pangeran Brunei Abdul Azim di Usia 38 Tahun


Baru-baru ini kabar duka datang dari Brunei Darussalam. Pangeran Brunei Darussalam Pangeran Haji Abdul Azim, meninggal dunia di usia 38 tahun pada Sabtu (24/10/2020).

Kabar duka meninggalnya Pangeran Haji Abdul Azim juga diunggah dalam akun pribadi saudara kandungnya, Abdul Mateen.


"Sampai bertemu lagi," duka Pangeran Mateen, saudara kandung Pangeran Haji Abdul Azim, di akun Instagram @tmski.


Sebelum meninggal, Pangeran Brunei Darussalam Haji Abdul Azim disebut mengidap vaskulitis. Media lokal setempat juga mengabarkan Pangeran Brunei Darussalam Haji Abdul Azim sempat dirawat di rumah sakit dalam beberapa waktu.


Berikut fakta-fakta meninggalnya Pangeran Brunei Darussalam dirangkum detikcom dari berbagai sumber.


1. Meninggal di usia muda 38 tahun

Pangeran Abdul Azim meninggal kemarin, Sabtu (24/10), pada pukul 10.08 waktu setempat. Pangeran Brunei itu meninggal di usia 38 tahun. Pangeran Abdul Azim berada di baris keempat takhta Brunei.


Dilansir dari berbagai sumber, Pangeran Abdul Azim merupakan putra Raja Brunei Darussalam dengan mantan istri keduanya, Hajah Mariam. Pangeran Abdul Azim merupakan anak pertama dari perkawinan tersebut.


2. Mengidap vaskulitis sistemik

Saudara kandungnya, Abdul Mateen, menyebut sang pangeran mengidap vaskulitis sistemik, sebuah kondisi autoimun.


"Awal tahun ini, kakak saya didiagnosis vaskulitis sistemik parah, yang merupakan sebuah penyakit autoimun," ungkap Pangeran Mateen di akun Instagram @tmski.


Dikutip dari Mayo Clinic, vaskulitis adalah suatu kondisi radang pembuluh darah yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah.


Perubahan ini bisa berupa penebalan, penyempitan, dan pelemahan pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat menghambat aliran darah dan mengakibatkan kerusakan pada organ dan jaringan tubuh.

https://kamumovie28.com/grasshopper-2015/