Senin, 02 November 2020

Meninggal di Usia 90, Aktor Legendaris Sean Connery Sakit Apa?

 Aktor legendaris Sean Connery meninggal di usia 90 tahun. Pemeran James Bond kelahiran Skotlandia tersebut pernah dirumorkan mengidap Alzheimer.

Dikutip dari BBC, Sean meninggal dalam tidurnya saat berada di Bahama. Ia diketahui memang tidak sehat belakangan ini, namun tidak diketahui pasti sakit apa yang diidapnya.


Pada 2013, Sean sempat dirumorkan mengidap penyakit Alzheimer, gangguan pada sistem saraf otak yang membuat daya ingat menurun dan termasuk sejenis pikun.


Rumor tersebut bermula dari laporan sebuah media di Jerman yang menyebut bahwa rekan Sean, Sir Michael Caine, mengatakan sang aktor bingung dan mengalami hilang ingatan. Namun kabar tersebut diluruskan sendiri oleh Michael dalam wawancara dengan The Daily Record.


"Saya ada wawancara di Jerman untuk film baru dan saya cuma bisa mengasumsikan seseorang telah memelintir kata-kata saya atau mungkin salah paham," katanya.


Pada 2017, Sean kedapatan tengah berjalan di New York City dengan menggunakan tongkat dan dituntun. Dikutip dari Popculture, sang aktor dalam kondisi sehat meski mengalami nyeri karena habis jatuh.


Penampakan terakhir Sean tercatat pada Agustus 2020 ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-90. Dikabarkan ia tampak sehat saat berjalan-jalan di Bahama.

https://kamumovie28.com/guni-guni-2012/


WHO Gelar Pertemuan dengan China Terkait Pencarian Asal Usul COVID-19


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan telah melakukan pertemuan pertama mereka secara virtual dengan sejumlah pakar dan ahli dari China untuk menyelidiki asal usul pandemi virus Corona.

WHO juga melibatkan sejumlah pakar epidemiologi dan spesialis kesehatan yang diterjunkan langsung ke China untuk membantu menyelidiki hewan yang menyebarkan virus ini pertama kali pada manusia.


"Hari ini, sekelompok ahli internasional mengadakan pertemuan virtual pertama mereka dengan rekan-rekan di China," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus yang dikutip dari Medicalxpress, Sabtu (31/10/2020).


Sebelumnya, Badan Kesehatan PBB sudah mengirim tim ke Beijing pada Juli 2020 lalu untuk memulai penyelidikan dasar. Tetapi, masih belum jelas kapan tim ilmuwan memulai studi epidemiologi untuk mengidentifikasi kasus manusia dan sumber infeksinya.


Para ilmuwan percaya bahwa virus tersebut menular dari hewan manusia yang kemungkinan berasal dari pasar di Kota Wuhan. Tetapi, WHO akan menelusuri lebih lanjut terkait hal ini.


"Itu pasti selalu menjadi bagian dari rencana, bahwa tim akan bertemu terlebih dulu. Kami sangat mengharapkan tim ditempatkan di lapangan," ujar Kepala Kedaruratan COVID-19, Mike Ryan.


Michael mengatakan, saat ini tim WHO tengah menggelar peninjauan awal di lokasi, mengingat proses penyelidikan ini bisa memakan waktu lama dan kompleks. Banyak juga tekanan dari politik yang memaksa pihaknya untuk bergerak cepat.


"Itulah yang kami butuhkan, jawaban terbaik. Bukan sembarang jawaban yang memenuhi kebutuhan politik. Sulit melakukan pekerjaan ini dalam lingkungan yang mabuk politik," lanjutnya.


"Kami mencoba yang terbaik untuk memastikan ilmu pengetahuan terbaik dalam menghadapi salah satu epidemi paling dahsyat, yang harus kami hadapi bersama," kata Mike.

https://kamumovie28.com/the-grudge-3-2009/

Kata Dokter soal Pentingnya Vaksinasi buat Orang Dewasa

 Bicara soal vaksinasi, banyak masyarakat yang mengira hanya perlu dilakukan pada anak-anak. Padahal, vaksinasi juga penting didapatkan orang dewasa. Apalagi jika belum pernah mendapat vaksin sejak kecil.

Seiring berlanjutnya usia, sistem antibodi pada tubuh orang dewasa juga menurun. Gaya hidup yang kurang sehat dan kondisi tubuh yang rentan terhadap penyakit kronis juga menjadi alasan perlunya vaksinasi saat dewasa.


"Ternyata (dengan) memvaksinasi orang dewasa, kita sebenarnya sedang melindungi orang-orang di rumah, keluarga kita," ujar Dokter Penyakit Dalam dan Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2020).


Hal tersebut disampaikan dalam webinar KPCPEN 'Pentingnya Imunisasi pada Orang Dewasa', Rabu (28/10).


Lebih lanjut dr. Dirga menjelaskan terdapat sejumlah vaksin yang direkomendasikan untuk orang dewasa antara lain, vaksin influenza, pneumonia, tetanus, difteri, pertusi, Hepatitis A dan B, rabies hingga vaksin HPV (Human Papillomavirus).


Ia juga menambahkan selama masa pandemi COVID-19, WHO menyarankan orang dewasa untuk melakukan vaksin influenza dan pneumonia.


"Memang vaksin influenza dan pneumonia tidak mencegah kita dari terinfeksi COVID-19, tetapi kita ketahui bahwa orang yang mengalami influenza dan pneumonia lebih rentan terkena COVID-19. Penelitian menunjukkan pasien COVID yang pernah di vaksin influenza dan pneumonia gejalanya lebih ringan dan angka kematiannya lebih kecil," jelasnya.


Senada dengan dr. Dirga seorang publik figur Melissa Karim juga menilai vaksin untuk orang dewasa merupakan hal penting. Menurutnya, melakukan vaksinasi sejak dini sangat penting untuk mencegah dari infeksi penyakit.


Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi juga akan melindungi orang lain yang tidak bisa melakukan vaksinasi akibat berbagai alasan.


"Aku adalah orang yang patuh akan imunisasi, karena untuk membuat suatu sistem itu sehat, masyarakat sehat, kita harus bekerja sama," pungkasnya.

https://kamumovie28.com/loving-leah-2009/


Meninggal di Usia 90, Aktor Legendaris Sean Connery Sakit Apa?


Aktor legendaris Sean Connery meninggal di usia 90 tahun. Pemeran James Bond kelahiran Skotlandia tersebut pernah dirumorkan mengidap Alzheimer.

Dikutip dari BBC, Sean meninggal dalam tidurnya saat berada di Bahama. Ia diketahui memang tidak sehat belakangan ini, namun tidak diketahui pasti sakit apa yang diidapnya.


Pada 2013, Sean sempat dirumorkan mengidap penyakit Alzheimer, gangguan pada sistem saraf otak yang membuat daya ingat menurun dan termasuk sejenis pikun.


Rumor tersebut bermula dari laporan sebuah media di Jerman yang menyebut bahwa rekan Sean, Sir Michael Caine, mengatakan sang aktor bingung dan mengalami hilang ingatan. Namun kabar tersebut diluruskan sendiri oleh Michael dalam wawancara dengan The Daily Record.


"Saya ada wawancara di Jerman untuk film baru dan saya cuma bisa mengasumsikan seseorang telah memelintir kata-kata saya atau mungkin salah paham," katanya.


Pada 2017, Sean kedapatan tengah berjalan di New York City dengan menggunakan tongkat dan dituntun. Dikutip dari Popculture, sang aktor dalam kondisi sehat meski mengalami nyeri karena habis jatuh.


Penampakan terakhir Sean tercatat pada Agustus 2020 ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-90. Dikabarkan ia tampak sehat saat berjalan-jalan di Bahama.

https://kamumovie28.com/pitbull-new-order-2016/