Selasa, 10 November 2020

Vaksin Corona Buatan Indonesia: Uji Klinis, Tahap Riset, Jadwal Suntik

 Pandemi COVID-19 mengakibatkan banyak negara saling bantu dan berusaha keras mengatasi infeksi virus corona. Salah satunya melalui pembuatan vaksin.

Pemerintah memang telah menyiapan Sinovac, Cansino, dan Sinopharm, namun bukan berarti tidak ada vaksin corona buatan Indonesia. Para ilmuwan sedang mengembangkan vaksin corona buatan Indonesia yang diberi nama Merah Putih.


"Pengembangan vaksin merah putih adalah sangat penting karena pengadaan vaksin impor tidak boleh menjadi kebiasaan," kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam rapat koordinasi pengendalian pembangunan Pemda DIY.


Riset dan pengembangan vaksin corona buatan Indonesia Merah Putih berjalan baik. Vaksin dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, LIPI, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.


Berikut informasi sekilas terkait vaksin corona buatan Indonesia Merah Putih


A. Uji klinis vaksin corona buatan Indonesia Merah Putih

Erick berharap vaksin corona buatan Indonesia Merah Putih bisa segera tersedia untuk masyarakat. Indonesia pada tahun 2022 diharapkan tidak beli vaksin dari luar negeri, namun sudah menggunakan buatan sendiri.


Vaksin corona buatan Indonesia Merah Putih telah memasuki uji klinis pada hewan pada Oktober 2020. Uji klinis diharapkan selesai pada akhir 2020 dan berlanjut ke tahap berikutnya.


"Kita harapkan bisa selesai dan tentunya mudah-mudahan hasilnya memuaskan pada akhir tahun ini," kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro.

https://cinemamovie28.com/movies/nice-sister-in-law-4/


B. Tahap riset vaksin corona buatan Indonesia Merah Putih

Dikutip dari situs LBM Eijkman, tahap riset vaksin memiliki 8 langkah berikut penjelasannya:


1. Pemetaan genetik virus corona di Indonesia


Serangan COVID-19 disebabkan virus corona SARS-CoV-2 yang menjadi dasar penelitian. Virus diisolasi dari spesimen pasien dan dilakukan genom RNA penyandi protein virus.


2. Isolasi dan amplifikasi gen S dan N pada virus corona


Pada tahap ini, gen yang mengkode protein S (spike) dan N (nucleocapsid) diisolasi. Gen kemudian diperbanyak dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR).


3. Kloning gen target ke dalam vektor


Tahap selanjutnya adalah kloning gen target yang dimasukkan ke dalam vektor. Jika sudah berhasil, proses dilanjutkan dengan memasukkan dan melakukan verifikasi menggunakan teknik sekuensing.


4. Memasukkan vektor dengan gen virus corona ke dalam sel mamalia


Tahap ini bertujuan mengekpresikan gen target dan menghasilkan antigen. Langkah ini menggunakan mekanisme sistem imun dalam melindungi tubuh.


5. Menghasilkan antigen


Setelah melalui beberapa tahap, sel-sel mamalia akan menghasilkan antigen virus corona SARS-CoV-2. Antigen inilah yang menjadi kandidat vaksin dan diuji coba di tahap selanjutnya.


6. Perbanyakan dan pemurnian antigen


Tahap ini bertujuan mendapatkan antigen target dalam jumlah besar, sekaligus memisahkan zat atau senyawa yang tidak dibutuhkan dalam pembuatan vaksin. Hasilnya diperoleh antigen murni dalam jumlah banyak, yang biasanya perlu waktu lama dan banyak uji.


7. Uji Klinis


Uji klinis bertujuan menilai keamanan kandidat vaksin dan menentukan dosis yang tepat. Tahap yang melibatkan hewan dan manusia ini juga menilai efek samping dan kemanjuran (efikasi) vaksin.


8. Masuk skala produksi


Setelah melalui uji klinis dan dinilai berhasil, vaksin corona buatan Indonesia Merah Putih didaftarkan pada BPOM. Penilaian BPOM adalah syarat penggunaan vaksin secara masif di masyarakat.


C. Jadwal penyuntikan vaksin corona buatan Indonesia Merah Putih

Bambang memperkirakan vaksin corona buatan Indonesia Merah Putih bisa disuntikkan pada triwulan ketiga tahun 2021. Tentunya vaksin telah dinyatakan aman dan manjur sebelum diberikan pada masyarakat Indonesia.


"Kita harus mengikuti protokol mengenai vaksin ini secara disiplin dan ketat," kata Bambang dalam konferensi pers virtual tentang Pengembangan Vaksin, Terapi, dan Inovasi COVID-19.


Vaksin corona buatan Indonesia Merah Putih saat ini di tahap uji coba klinis pada hewan. Bambang berharap bulan Januari-Februari 2021 bisa menyerahkan bibit vaksin pada Bio Farma, sebelum memasuki tahap produksi.

https://cinemamovie28.com/movies/moms-friend-3/

Minggu, 08 November 2020

Maradona Alami Pembekuan Darah di Kepala, Begini Detail Kondisinya Kini

 Legenda sepakbola Diego Armando Maradona atau dikenal dengan Diego Maradona dilaporkan akan segera menjalani operasi di klinik Olivos, Ipensa Sanatorium, di La Plata, Argentina akibat pembekuan darah di kepalanya.

Berdasarkan hasil CT scan, ditemukan adanya hematoma subdural di kepala Maradona. Tetapi, masih belum diketahui pasti apa penyebabnya.


"Pasti kepalanya terbentur dan tidak menyadarinya, itu bisa terjadi setelah pil yang dia minum untuk insomnia. Para petugas medis mengatakan kepada saya bahwa ini bukan operasi yang berisiko dan dia akan menjalani operasi malam ini," jelas manajer Maradona, Stefano Ceci.


Hematoma subdural merupakan kumpulan darah di permukaan otak, tepatnya di antara dua lapisan pelindung otak yaitu duramater dan arachnoid. Kondisi ini umumnya disebabkan karena adanya benturan atau pukulan keras di bagian kepala.


Selain itu, dokter Federasi Sepakbola Argentina (AFA), Donato Villani mengatakan operasi ini seharusnya tidak memiliki masalah. Ia juga memastikan bahwa kondisi Maradona pasca diketahui mengalami hematoma subdural.


"Saya melihat di klinik, dia baik-baik saja. Saya memiliki perasaan yang luar biasa karena telah bekerja dengannya. Saya melihat dengan baik dan menunggu apa yang terjadi berdasarkan diagnosis," jelas Villani yang dikutip dari Marca, Rabu (4/11/2020).


Sebelumnya, Maradona sempat memiliki masalah pada kesehatannya. Pada tahun 2005 lalu, dia pernah menjalani operasi untuk menurunkan berat badan.


Di tahun 2013, Maradona juga pernah menjalani operasi mata, dan di 2015 sempat menjalani operasi kesekian kalinya di bagian perut karena mengalami pendarahan.

https://nonton08.com/movies/rain-man/


Sebaran Virus Corona Indonesia 8 November: 3.880 Kasus Baru, 826 dari DKI


Pemerintah melaporkan 3.880 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Minggu (8/11/2020). Total kasus terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 437.716 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 826 kasus, disusul Jawa Tengah sebanyak 640 kasus baru per 8 November.


Dikutip dari laman covid19.go.id, pada hari ini ada sebanyak 3.881 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona sebanyak 74 orang.


Berikut detail sebaran 3.880 kasus baru Corona di Indonesia pada Minggu (8/11/2020):


DKI Jakarta: 826


Jawa Tengah: 640


Jawa Barat: 479


Jawa Timur: 282


Kalimantan Timur: 201


Sumatera barat: 196


Riau: 158


Kepulauan Riau: 84


Sumatera Utara: 78


Sulawesi Selatan: 77


Lampung: 60


Banten: 59


Sulawesi Tengah: 59


Sulawesi Utara: 58


Kalimantan Tengah: 53


Papua Barat: 52


Kalimantan Selatan: 46


Nusa Tenggara Barat: 46


Sulawesi Tenggara: 46


Bali: 44


Sumatera Selatan: 42


Jambi: 41


Maluku: 40


Bengkulu: 38


Kalimantan Barat: 36


DI Yogyakarta: 34


Papua: 33


Aceh: 26


Bangka Belitung: 16


Nusa Tenggara Timur: 10


Sulawesi Barat: 9


Gorontalo: 8


Kalimantan Utara: 3


Imunisasi Terbukti Mampu Atasi Penyakit Menular, Ini Faktanya


Imunisasi telah terbukti efektif dalam mengentaskan penyebaran penyakit menular. Di Indonesia, imunisasi dinyatakan berhasil mengatasi wabah penyakit.

Mengutip data Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), pada 1980 wabah penyakit cacar dinyatakan berhasil diatasi dengan imunisasi dengan imunisasi. Begitu pula dengan wabah polio diatasi dengan imunisasi sejak 2014. Berlanjut di 2016, imunisasi mengatasi wabah Maternal Neonatal (tetanus pada bayi yang baru dilahirkan).


Ketua ITAGI Prof. Dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro mengatakan imunisasi ampuh untuk mengendalikan wabah, karena dapat melawan penyakit secara spesifik. Imunisasi mengaktifkan imun tubuh untuk melawan penyakit tertentu.


"Untuk diingat, vaksin ini spesifik melawan sakit tertentu. Kalau penyakitnya campak, vaksinnya campak, tidak bisa vaksin campak digunakan untuk melawan TBC. Jadi vaksin ini melatih sistem imun melawan penyakit sehingga bisa mencegah infeksi penyakit tersebut. Tujuannya untuk eradikasi penyakit-penyakit berbahaya," terang Sri Rezeki dalam keterangan tertulis, Minggu (6/11/2020).


Ia menjelaskan untuk mengatasi wabah penyakit yang sangat menular, cakupan imunisasi harus tinggi dengan jumlah individu yang diimunisasi mencapai 80-95 persen dari populasi. Hal itu juga tergantung pada kecepatan penyebaran penyakit menular.

https://nonton08.com/movies/three-monkeys/