Kamis, 19 November 2020

Sebut Seks Bebas Penyebab COVID-19, Pendeta Ini Meninggal Terinfeksi Corona

 Seorang pendeta dan televangelis di Amerika Serikat meninggal dunia terinfeksi virus Corona COVID-19, beberapa bulan setelah menyebut pandemi COVID-19 disebabkan oleh mereka yang melakukan hubungan seksual di luar nikah dan kelompok LGBT.

Dikutip dari laman Independent, Irvin Baxter, pembawa acara Kristen di televisi berjudul 'End of the Age', mengembuskan napas terakhir pada Selasa (11/11/2020) lalu, usai menjalani perawatan COVID-19.


Irvin menjalani perawatan di rumah sakit selama satu minggu sebelum ia meninggal. Pada usia 75 tahun, Irvin dinyatakan meninggal dunia.


"Irvin pergi dengan meninggalkan hadiah yang besar. Kami merayakan hidupnya, tetapi di saat yang sama, ada kesedihan," ujar Dave Robbins, pembawa acara 'End of the Age'.


Irvin pada Maret lalu, menyatakan bahwa pandemi virus Corona muncul sebagai buntut dari "gaya hidup bebas". Perilaku yang mengakibatkan COVID-19 ini, seperti hubungan seksual pranikah dan hubungan sesama jenis.


Pendeta itu mengatakan bahwa orang-orang dengan gaya-gaya hidup "bebas" seperti yang ia maksud, tidak akan mendapatkan berkah dari Tuhan.


"Tuhan mungkin menggunakan COVID-19 ini sebagai panggilan peringatan. Virus Corona mungkin hak istimewa, saya akan memberi tahu anda sekarang, ada penghakiman yang jauh lebih besar," katanya.


Sebelumnya, pendeta tersebut yang dilaporkan mendukung Presiden AS Donald Trump itu mengatakan, kritik terhadap presiden adalah perbuatan setan, sebagaimana dilaporkan Right Wing Watch.


Pendeta tersebut meninggal dunia di hari ketika Amerika Serikat mencatatkan hampir 240.000 warganya meninggal dunia akibat virus Corona.

https://indomovie28.net/movies/the-daughter-in-law/


Bahan Apa Saja yang Ada di Dalam Vaksin? Ini Penjelasan WHO


Perkembangan vaksin COVID-19 di dunia menjadi topik perbincangan yang hangat. Kabar terbaru dari kandidat vaksin yang dikembangkan perusahaan BioNTech-Pfizer misalnya dalam laporan disebut efektif sampai dengan 90 persen, sementara vaksin buatan Rusia "Sputnik V" diklaim efektif 92 persen.

Terkait hal tersebut, mungkin tidak semua paham sebetulnya bahan atau komponen apa saja yang ada di dalam vaksin. Ini terlihat dari beberapa survei yang melihat masih ada orang-orang yang ragu menerima vaksin.


Dikutip dari halaman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut penjelasan komponen yang umumnya ada pada vaksin:


1. Antigen

Semua vaksin mengandung komponen aktif (antigen) yang berfungsi memicu respons imun, atau bahan lainnya yang dirancang untuk membuat komponen aktif tersebut.


Antigen ini terbuat dari bagian-bagian kecil organisme penyebab penyakit, misalnya protein atau gulanya. Selain itu antigen bisa juga terbuat dari organisme penyebab penyakit yang utuh, namun dalam bentuk yang sudah dilemahkan.


2. Pengawet

Bahan pengawet dibutuhkan agar vaksin tidak mudah terkontaminasi begitu wadahnya dibuka bila akan dipakai untuk vaksinasi lebih dari satu orang. Sementara vaksin dalam wadah satu dosis pakai biasanya tidak mengandung pengawet.


Pengawet yang umum digunakan untuk vaksin adalah 2-phenoxyethanol. Senyawa ini sudah lama digunakan dalam berbagai produk bayi karena tidak terlalu beracun bagi manusia.


3. Stabilizer

Stabilizer adalah senyawa yang dipakai untuk mencegah terjadinya reaksi kimia antar komponen dan mencegah vaksin menempel pada wadah. Stabilizer yang biasa dipakai mulai dari gula (laktosa, sukrosa), asam amino (glisina), dan protein (rekombinan albumin manusia dari ragi).


4. Surfaktan

Surfaktan adalah senyawa yang menjaga bahan-bahan di dalam vaksin tercampur dengan baik, tidak menggumpal. Senyawa ini juga umum dipakai untuk membuat makanan, seperti misalnya es krim.


5. Senyawa pengencer

Air steril umum digunakan di dalam vaksin sebagai pengencer. Tujuannya agar konsentrasi bahan yang ada di dalam vaksin sesuai sebelum digunakan.


6. Senyawa pembantu

Beberapa vaksin dibuat dengan tambahan senyawa pembantu, seperti aluminium fosfat, aluminium hidroksida, atau aluminium sulfat dalam dosis kecil. Tujuannya agar respons imuns yang dihasilkan di dalam tubuh jadi lebih baik.


"Aluminium ini sudah terbukti tidak menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang. Manusia juga sudah terbiasa mengonsumsi aluminium setiap makan atau minum," tulis WHO.

https://indomovie28.net/movies/arahan/

Selasa, 17 November 2020

7 Sumber Nutrisi Menyehatkan Ini Malah Jadi Penyakit kalau Berlebihan

 Makanan sehat adalah makanan yang mengandung beragam nutrisi yang diperlukan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit. Ada banyak pilihan makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi.

Namun, penting untuk diingat bahwa lebih banyak tidak selalu lebih baik. Beberapa makanan mungkin baik dikonsumsi dalam jumlah sedang, tetapi sangat berbahaya dalam jumlah besar.


Dikutip dari The Healthy, berikut makanan sehat yang berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.


1. Brokoli

Brokoli kaya akan vitamin dan nutrisi yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Namun jika dikonsumsi berlebihan, brokoli dapat menyebabkan hipotiroidisme atau penyakit kekurangan hormon tiroid.


"Ini karena brokoli mengandung tiosianat, yang membuat tubuh Anda sulit menyerap yodium. Jika Anda pernah mengalami masalah tiroid di masa lalu, pastikan untuk tidak mengonsumsi brokoli dalam jumlah yang sangat banyak," ujar Ahli gizi, Lyssie Lakatos, RDN, CDN, CFT, dan Tammy Lakatos Shames, RDN, CDN, CFT, penulis dari The Nutrition Twins' Veggie Cure.


2. Air lemon

Banyak ahli kesehatan yang menganjurkan untuk minum air lemon setiap pagi karena memiliki berbagai manfaat bagi tubuh. Namun konsumsi air lemon berlebihan juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan gigi.


Menurut Ahli gizi, Lyssie dan Tammy Lakatos, jika minum banyak air lemon, asam dari lemon tetap menempel di gigi dan dapat merusak enamel gigi, yang membuat gigi mudah berlubang. Mereka merekomendasikan untuk berkumur setelah minum dan gunakan sedotan untuk meminimalkan kontak dengan gigi.

https://nonton08.com/movies/pitch-perfect/


3. Susu almond

Masalah dengan alternatif susu sapi, seperti almond, oat, rami, kedelai, kelapa, dan susu beras, sering kali diproses dengan sangat baik dan memiliki banyak gula tambahan. Faktanya, susu nabati ini biasanya memiliki sedikit kandungan dari tanaman yang sebenarnya.


"Segelas susu almond rata-rata, misalnya, hanya memiliki sekitar empat buah almond" ujar

Keith Thomas Ayoob, EdD, RD, FAND, Profesor klinis asosiasi di Fakultas Kedokteran Albert Einstein. Inilah alasan Anda harus berhenti memberi susu non dairy pada anak.


4. Teh hijau

Banyak orang memilih minum teh hijau untuk membantu mencegah kanker, peradangan, dan penyakit jantung. Minum banyak teh hijau juga dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.


"Tanin yang ditemukan dalam teh hijau juga dapat mengganggu penyerapan zat besi non-heme (zat besi dari sumber nabati), jika Anda memiliki kadar zat besi yang rendah atau berisiko mengalami defisiensi zat besi (beberapa atlet, lansia, wanita hamil, dan vegetarian yang tidak mengonsumsi cukup zat besi) hindari minum teh hijau saat makan," ujar Ahli gizi, Lyssie dan Tammy Lakatos.


5. Beras merah

Meskipun beras merah dapat menjadi sumber biji-bijian, beras merah mungkin memiliki kadar arsenik anorganik yang lebih tinggi, tergantung di mana ia ditanam. Arsenik ditemukan secara alami di dalam tanah dan air. Konsumsi beras merah dan produk dengan turunan beras merah setiap hari dapat menyebabkan paparan arsenik yang lebih tinggi.


6. Air

Manfaat rutin minum air putih sudah tidak diragukan lagi bagi kesehatan tubuh. Namun terlalu banyak air dapat mengganggu ketidakseimbangan elektrolit dan menyebabkan tingkat natrium yang sangat rendah.


7. Bayam

Bayam memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Bayam juga memiliki kandungan zat besi yang tinggi untuk mencegah anemia. Namun mengonsumsi banyak terlalu banyak dapat membuat masalah bagi orang yang memiliki batu ginjal.


"Tetapi bagi orang dengan jenis batu ginjal yang paling umum, kalsium oksalat, terlalu banyak bayam bisa menjadi masalah, karena mengandung oksalat tingkat tinggi, yang dapat menyebabkan batu ginjal pada mereka lebih berisiko" ujar Melina B. Jampolis, MD,

Penulis Spice Up, Slim Down, dan Pendiri Spice Fit.

https://nonton08.com/movies/pitch-perfect-2/