Kamis, 03 Desember 2020

Jadi Emosional Saat Hamil Anak Kedua, Siti Nurhaliza Kenapa?

 Kabar bahagia datang dari penyanyi asal Malaysia, Siti Nuhaliza. Wanita 41 tahun ini baru saja mengumumkan kehamilan anak keduanya.

Dalam akun Instagram miliknya, pelantun lagu Bukan Cinta Biasa ini mengabarkan kehamilan keduanya bersamaan dengan launching produk kecantikan. Kabar kehamilan Siti ini sudah lama menjadi perbincangan publik Malaysia.


"Saya dan suami membuat pengumuman rasmi mengenai kehamilan saya yang berusia 4 bulan," tulisnya pada laman Instagram, Rabu (2/12/2020).


Siti menjalani program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung untuk mendapatkan momongan keduanya ini. Ia bersyukur bahwa proses bayi tabung ini membuahkan hasil, meski awalnya sempat mengalami kegagalan.


Istri Datuk Khalid Mohammed Jiwa ini memang sudah mulai rehat dari dunia hiburan sejak menjalani program bayi tabung. Rencananya untuk hamil anak kedua menjadi dipermudah karena masa pandemi Corona.


"Sejak awal mulai proses IVF sudah mempersiapkan untuk rehat, dan kebetulan dengan COVID-19 ini memang waktu yang sesuai. Saya tidak kemana-mana dan saya jaga kandungan ini," katanya.


Nah, sejak hamil anak kedua inilah Siti jadi lebih emosional. Mudah menangis dan lebih sensitif. Bagaimana cerita selengkapnya?


KLIK DI SINI UNTUK HALAMAN SELANJUTNYA

https://tendabiru21.net/movies/tom-segura-mostly-stories/


Ketahuan Ikut Pesta Seks Saat Pandemi Corona, Anggota Parlemen Hungaria Mundur


Seorang anggota Parlemen Eropa di Hungaria mengundurkan diri setelah dia mengaku melanggar lockdown di Belgia untuk menghadiri pertemuan pribadi yang digambarkan oleh media nasional sebagai 'pesta seks'.

Jozsef Szajerq mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia hadir di "pesta pribadi", di mana polisi menemukan sekitar 20 orang, termasuk diplomat.


Media Belgia melaporkan polisi turun tangan membubarkan pesta seks ilegal tersebut. Tak hanya itu, Szajer juga diduga menggunakan narkoba. Namun dia membantah tuduhan tersebut dan mengatakan sempat menawarkan diri untuk menjalani tes urine, namun ditolak polisi.


Belgia saat ini menjalani lockdown ketat dan melarang lebih dari empat orang berkumpul di dalam ruangan. Ketika polisi di pusat kota Brussel tiba di tempat kejadian sebagai tanggapan atas keluhan kebisingan, mereka menemukan lebih dari 20 orang menghadiri pesta di rumah secara ilegal.


Surat kabar Belgia, HLN dan media lainnya pada Selasa (1/12/2020) melaporkan bahwa polisi telah membubarkan pesta seks yang dihadiri oleh 25 orang, salah satunya adalah seorang anggota parlemen Fidesz yang berusaha melarikan diri tapi kemudian ditangkap. HLN melaporkan beberapa diplomat lainnya juga hadir dalam pesta tersebut.


Semua orang yang menghadiri pesta seks itu dilaporkan melanggar langkah-langkah pencegahan COVID-19, terkait larangan melakukan pertemuan sosial. Atas hal ini Szajer meminta maaf karena melanggar aturan Belgia yang membatasi pertemuan sosial.


"(Sikap) itu tidak bertanggung jawab di pihak saya dan saya akan menanggung hukuman," tulisnya.


Kantor kejaksaan Brussel mengonfirmasi kepada Associated Press, bahwa polisi membubarkan pesta di tengah lockdown COVID-19 di sebuah apartemen di pusat kota Brussel pada Jumat malam setelah menerima laporan melalui telepon.


Tapi kantor kejaksaan tidak mengonfirmasi bahwa itu adalah pesta seks, sementara juru bicara kepolisian Brussels menolak berkomentar.

https://tendabiru21.net/movies/twivortiare/

WHO Perketat Pedoman, Masker Seperti Apa yang Aman Tangkal COVID-19?

  Pedoman COVID-19 terkait penggunaan masker kembali diperbaharui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dari pembaharuan ini, satu poin penting yang direkomendasikan adalah menggunakan masker di ruangan yang memiliki ventilasi yang buruk.

Adapun beberapa pedoman lainnya yang diperbaharui yaitu:


Memakai masker dalam ruangan berventilasi buruk termasuk di rumah (saat menerima tamu)

Usia 12 tahun ke atas wajib memakai masker

Masker harus tetap digunakan saat ventilasi ruangan baik jika ada risiko tertular Corona, dengan tetap menjaga jarak 1 meter.

Tenaga medis tetap dapat menggunakan masker N95

Aktivitas fisik berat tak disarankan memakai masker khususnya pengidap asma.

Tetapi, masker seperti apa yang aman digunakan untuk mencegah COVID-19?

Berdasarkan panduan terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), masker kain berbahan katun dengan jumlah benang yang tinggi menjadi pilihan terbaik untuk melindungi diri dari virus Corona COVID-19.


"Carilah tenunan ketat dari 100 persen katun," sebut CDC dalam pedoman barunya.

https://tendabiru21.net/movies/pokemon-mewtwo-strikes-back-evolution/


Bagaimana memastikan masker tersebut efektif?

"Gunakan uji cahaya untuk memeriksa tenunan, jika Anda dapat dengan mudah melihat garis besar serat individu saat Anda mengangkat masker ke arah cahaya, kemungkinan itu tidak akan efektif," sebut CDC.


Menurut CDC, beberapa lapisan kain dengan jumlah benang yang lebih tinggi terbukti efektif menangkal COVID-19 lebih tinggi dibandingkan masker satu lapisan kain dengan jumlah benang yang lebih rendah.


"Dalam beberapa kasus menyaring hampir 50 persen partikel halus yang kurang dari 1 mikron," sebut CDC.


"Masker kain dalam beberapa penelitian yang dilakukan. setara dengan masker bedah sebagai penghalang untuk pengendalian sumber," tegas CDC.


Beberapa masker yang tidak disarankan oleh CDC maupun ilmuwan lainnya salah satunya adalah masker yang memiliki exhaust. Sederet jenis masker lain yang tak disarankan bisa dibaca di halaman selanjutnya.


1. Masker exhaust

CDC menyebutkan bahwa penggunaan masker jenis ini memungkinkan udara di dalam masker yang mungkin saja terdapat virus di dalamnya, terhembus keluar melalui lubang katup.


"Masker dengan katup atau ventilasi pernapasan TIDAK boleh dipakai untuk membantu mencegah orang yang memakai masker menyebarkan COVID-19 ke orang lain," tulis CDC di laman resminya.


Spesialis paru dari RS Persahabatan dr Erlang Samoedro, SpP, juga membenarkan bahwa penggunaan masker exhaust tidak efektif untuk pencegahan dan pengendalian virus Corona. Bahkan masker exhaust disebut bisa membahayakan orang lain.


"Kalau orang terkonfirmasi sakit COVID-19 kemudian pakai masker ini, sama saja nggak pakai masker. Dia terlindungi dari ancaman luar, tapi justru mengancam orang di luar," kata dr Erlang kepada detikcom beberapa waktu lalu.


2. Masker buff

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Duke, masker buff menawarkan perlindungan terhadap virus Corona sangat kecil. Dalam studi tersebut, terlihat bahwa dari 14 jenis masker, jenis masker buff atau yang sering digunakan oleh pengendara motor, tidak bisa menahan laju droplet ketika berbicara.


"Kami menghubungkan ini dengan...tekstil memecah partikel-partikel besar menjadi banyak partikel kecil," kata Dr. Martin Fischer, ahli kimia, fisikawan dan penulis studi, dikutip dari CNBC International.


Masker buff juga disebut menghasilkan lebih banyak droplet dibandingkan jika tidak memakai masker sama sekali karena bahan yang digunakan dapat memecah droplet menjadi partikel yang lebih kecil

https://tendabiru21.net/movies/my-stupid-boss-2/