Jumat, 04 Desember 2020

Bau Miss V yang Normal Seperti Apa Sih? Ini 7 Variasi dan Penyebabnya

 Organ intim kewanitaan atau vagina dapat mengeluarkan aroma yang berbeda-beda. Vagina yang agak berbau sebenarnya merupakan hal yang normal. Tetapi jika aroma vagina berbau tidak biasa dan menyengat patut diwaspadai.

Dikutip dari Women's Health, menurut profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Yale University School of Medicine, New Haven, Connecticut, Mary Jane Minkin, MD, vagina sama seperti usus yang memiliki mikrobioma sendiri yang berisi berbagai bakteri dan jamur, banyak di antaranya sangat membantu. Bakteri tersebut yang memberi aroma khas pada vagina.


Vagina dapat mengeluarkan beragam bau yang berbeda pada setiap wanita. Namun seperti apakah aroma khas vagina?


"PH asam yang secara alami ditemukan di vagina mungkin membuatnya sedikit berbau asam, terkadang sedikit apek," ujar Christine Masterson, MD, obgyn dan kepala lini layanan wanita dan anak-anak di Summit Medical Group.


"Tapi seharusnya baunya tidak terlalu menyengat," lanjutnya.


Tetapi ada kalanya Anda dapat mencium aroma khas yang sedikit menyebar keluar.


Menurut Dr Minkin penyebab aroma tersebut bisa dari keringat atau infeksi. Namun sebaiknya Anda dapat mengenali jenis aroma khas vagina, terutama jika aroma yang tidak biasa yang disertai gejala gatal atau keluarnya cairan.


Minkin yang sudah lebih dari 30 tahun berurusan dengan kesehatan wanita menjelaskan secara spesifik tentang aneka bau vagina dan penyebabnya.


1. Bau asam

Sangat umum bagi vagina untuk menghasilkan aroma yang tajam atau asam. Beberapa membandingkannya dengan bau makanan yang difermentasi. Faktanya, yogurt, roti, dan bahkan beberapa bir asam mengandung jenis bakteri baik yang mendominasi sebagian besar vagina sehat yaitu Lactobacilli.


pH vagina sehat sedikit asam antara 3,8 dan 4,5. "Bakteri Lactobacilli menjaga vagina tetap asam, ini melindungi dari pertumbuhan berlebih dari jenis bakteri jahat," ujar Minkin.


2. Bau tembaga

Banyak orang melaporkan mencium bau logam seperti tembaga pada vagina. Ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan karena jarang menandakan masalah yang lebih serius.


Penyebab bau tembaga adalah darah yang keluar pada saat menstruasi. Selama menstruasi, darah dan jaringan keluar dari lapisan rahim dan mengalir melalui saluran vagina.


Selain itu pendarahan ringan setelah berhubungan seks juga bisa menjadi bau vagina tembaga. Ini biasanya karena vagina kering atau seks yang kuat yang dapat menyebabkan luka atau goresan kecil. Untuk mencegahnya, coba gunakan pelumas.


Minkin mengatakan aroma tembaga tidak akan bertahan terlalu lama setelah menstruasi berakhir. Saat vagina bersentuhan dengan air mani, ini dapat mengubah tingkat pH dan menyebabkan bau tembaga.


Jika Anda mengalami pendarahan yang tidak berhubungan dengan menstruasi atau bau tembaga berlanjut dengan rasa gatal dan keluarnya cairan, sebaiknya temui dokter.

https://kamumovie28.com/movies/malena/


3. Aroma manis seperti tebu

Aroma manis disini bukanlah aroma seperti kue, namun aroma yang kuat. Tetapi aroma seperti ini tidak perlu dikhawatirkan.


Penyebab aroma manis ini adalah bakteri. pH vagina adalah ekosistem bakteri yang selalu berubah, salah satunya berbau manis.


4. Bau kimia seperti cairan pemutih

Bau yang mirip dengan pemutih atau amonia bisa menjadi dua hal yang berbeda. Terkadang, bau ini menjadi tanda untuk menemui dokter.


Aroma kimia pada vagina bisa disebabkan dengan urine yang mengandung produk sampingan dari amonia yang disebut urea. Penumpukan urine di pakaian dalam atau di sekitar vulva bisa menghilangkan bau kimiawi. Perlu diingat, urine berbau amonia yang kuat merupakan tanda dehidrasi.


Bacterial vaginosis (BV) juga bisa memicu bau kimia pada vagina. Gejala BV meliputi bau busuk atau amis, keputihan berwarna abu-abu tipis, putih atau hijau, gatal pada bagina dan rasa terbakar saat buang air kecil.


5. Mirip bau badan

Vagina dapat mengeluarkan aroma yang mirip dengan bau badan. Hal ini karena terdapat kelenjar keringat di sana.


Aroma ini bisa disebabkan oleh stres emosional. Tubuh mengandung dua jenis kelenjar keringat, apokrin dan ekrin. Kelenjar ekrin menghasilkan keringat untuk mendinginkan tubuh dan kelenjar apokrin merespons emosi. Kelenjar apokrin ini mengisi ketiak dan selangkangan.


Saat Anda stres atau cemas, kelenjar apokrin menghasilkan cairan seperti susu. Cairan ini sendiri tidak berbau. Tetapi ketika cairan ini mengenai banyaknya bakteri vagina di vulva, itu bisa menghasilkan aroma yang menyengat.

https://kamumovie28.com/movies/ju-dou/

Kamis, 03 Desember 2020

Ungkap Kondisi Mental, Penyanyi Ost Mulan Nadin Amizah Malah 'Diserang'

 Baru-baru ini nama Nadin Amizah mendadak trending di Twitter. Cuitannya yang menyinggung soal kondisi kesehatan mental telah menarik perhatian para netizen.

"Your girlfriend. your mentally unstable girlfriend," tulis Nadin Amizah dalam tweet-nya, Senin (1/12/2020), dikutip dari Insertlive.


Cuitan itu pun berbuntut panjang, banyak netizen yang menganggap Nadin Aminzah justru malah meromantisasi isu kesehatan mental. Mereka mengkhawatirkan cuitannya ini bisa berdampak buruk pada pengikutnya di Twitter.


"Kalau mental kamu ga stabil, yok semangat berobat ke psikiater atau psikolog! Biar followers kamu yg sedang ada di fase yg sama aware, bahwa pertolongan itu ada. Kejiwaan yang tidak stabil jangan dibiarkan atau dipuitisasi ya takutnya ada yg mikir, mental ga stabil itu estetik," tulis akun @r*no*wo**s.


"Mungkin maksudnya kalo punya illness itu diusahain sembuh, bukannya menerima keadaan dan didiemin bahkan sampe diromantisasi. penyakit didiemin malah komplikasi gak sih ? wkwk," tulis akun @be**to*aa.


Penyanyi Ost Mulan ini pun merasa kecewa dengan tanggapan para netizen. Menurutnya, ia tidak bermaksud untuk meromantisasi isu mental, justru ia sedang berusaha agar bisa sembuh dari kondisi yang sedang dialaminya.


"LO PIKIR GUE GA USAHA SEMBUH," tegas Nadin Amizah membalas salah satu tweet netizen.


Bagaimana respons selanjutnya dari Nadin Amizah soal isu kesehatan mental yang dihadapinya? TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

https://tendabiru21.net/movies/in-the-realm-of-the-senses/


Klorokuin-Lopinavir Tak Lagi Dipakai, BPOM Beberkan Deretan Obat COVID-19 di RI


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI meninjau kembali penggunaan obat pasien COVID-19. Selain klorokuin, beberapa obat lain tak akan lagi digunakan khusus untuk pasien COVID-19.

Dra Togi J Hutadjulu, Apt, MHA, Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM menjelaskan salah satu alasan lopinavir dan ritonavir tak lagi dipakai karena tak menunjukkan manfaat.


"Bukti ilmiah yang tersedia tidak menunjukkan manfaat yang berarti dalam menurunkan angka kematian dan mempercepat perbaikan gejala COVID-19 dibandingkan dengan terapi standar," jelas Dra Togi melalui kanal YouTube BPOM Kamis (3/11/2020).


Ketersediaan obat juga menjadi penilaian BPOM dalam peninjauan kembali lopinavir dan ritonavir untuk mengobati pasien COVID-19. Terutama dalam hal ini, pengobatan pasien HIV AIDS.


"Ketersediaan obat ini penting untuk indikasi utama yaitu HIV AIDS," lanjutnya.


Sementara itu, klorokuin tak lagi dipakai karena melihat data keamanan dari uji klinik WHO dan pemantauan BPOM yang menunjukkan klorokuin tidak memiliki manfaat yang signifikan pada pasien Corona.


"(Klorokuin) memberikan risiko kejadian kardiovaskular. BPOM sudah mencabut izin EUA untuk penggunaan COVID-19," jelasnya.


Adapun beberapa obat untuk pasien COVID-19 yang tetap tercantum, dan ditambahkan adalah sebagai berikut.


- Favipiravir

- Oseltamivir

- Remdesivir


Antiinflamasi


- Tosilizumab

- Deksametason

- Siklesonid


Antikoagulan akan dimasukkan.


- Heparin

- Enoksaparin


Antibiotika


- Azitromisin

- Levofloksasin

- Meropenem

- Sefotaksim


Analgesik non-opioid


Parasetamol tetap ada


Agonis reseptor beta 2 selektif


Salbutamol sulfat tetap dicantumkan


Obat sistem saraf


- Midazolam tetap ada


Obat pengencer dahak


- Asetilsistein juga ada


Tambahan


Imunoglobulin edisi kedua


Vitamin


- Vitamin C dan Vitamin E


- Ditambahkan Vitamin D


Terapi Ajuvan


- Plasma Konvalesen


- Sel Punca

https://tendabiru21.net/movies/henry-june/