Sabtu, 05 Desember 2020

Fakta-fakta Sabu, Narkoba yang Diamankan dari Iyut Bing Slamet

 Mantan artis cilik Iyut Bing Slamet ditangkap polisi atas kepemilikan sabu. Hal ini dibenarkan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Wadi Sabani saat ditemui di kantornya.

"Dalam penangkapan kami mengamankan barang bukti berupa alat pakai narkoba dan paperclip diduga berisi sabu," ucapnya.


Iyut Bing Slamet menambah daftar deretan artis yang mengonsumsi narkoba. Beberapa mengaku mengonsumsi sabu untuk menambah stamina. Obat yang merupakan jenis stimulan ini memicu pelepasan dopamin.


Hormon ini memicu rasa positif seperti senang, bersemangat, dan percaya diri. Hanya saja, sama seperti narkoba yang lain, sabu berisiko menyebabkan kecanduan dan kematian bagi penggunanya.


Terlebih konsumsi sabu dalam jangka panjang berisiko menyebabkan ketergantungan. Bila pengguna sabu merasa tidak terpenuhi, mereka merasakan gejala depresi, cemas, lelah, dan sakaw.


Kondisi sakaw dicirikan dengan berbagai gejala. Mulai dari konsentrasi berkurang, sakit kepala, depresi dan bahkan halusinasi. Sebaliknya, overdosis bisa berakibat fatal yakni kematian.


Namun pengguna bisa direhabilitasi untuk menghilangkan ketergantungannya. Peneliti dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) mengatakan, korban narkoba bisa pulih melalui rehabilitasi.


Lamanya proses rehabilitasi pada pemakai sabu bergantung pada besarnya ketergantungan serta faktor pendorong lain hingga menggunakan narkoba.

https://tendabiru21.net/movies/sound-of-the-sea/


Putus Rantai Penyebaran COVID-19 dengan 3M dan Vaksinasi


Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengisyaratkan jika proses pembuatan vaksin COVID-19 dapat dipercepat dalam situasi pandemi ini. Kendati demikian, vaksin tidak akan optimal jika 3M seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak tidak dilakukan dengan disiplin oleh masyarakat.

"Membuat vaksin itu luar biasa sulit, prosesnya panjang. Untuk vaksin COVID-19 kita tidak bisa menunggu lima hingga sepuluh tahun, itu sebabnya dari Badan Kesehatan Dunia dimungkinkan untuk vaksin dipercepat, tetapi bukan berarti prosesnya asal-asalan," ujar Pakar Imunisasi, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH dalam keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020).


Dr. Elizabeth menuturkan proses pembuatan vaksin itu sangat rumit harus dengan prinsip kehati-hatian. Aspek keamanan dan keampuhan juga merupakan hal yang diperhatikan dalam melakukan vaksinasi COVID-19 di berbagai negara termasuk di Indonesia.


"Sejauh ini vaksin COVID-19 sudah menunjukan angka keberhasilan, dan siap digunakan di beberapa negara," imbuhnya dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Kamis, (03/12).


Namun ditegaskan dr. Elizabeth, vaksinasi tidak menjamin 100 persen orang tersebut tidak tertular. Walaupun divaksin dengan vaksin yang sangat ampuh, tidak menjamin antibodi terbentuk sepenuhnya. Oleh sebab itu, walaupun sudah divaksinasi, protokol kesehatan tetap harus dijaga.


"Seluruh protokol kesehatan yang dipakai semua negara berasal dari WHO. Protokol tersebut juga tidak asal dan harus dibuktikan dengan penelitian. Oleh sebab itu, jika melakukan disiplin 3M maka risiko penularan akan sangat minim," jelasnya.

https://tendabiru21.net/movies/the-treacherous/

Ketahui Penyebab Kulit Kering dan Cara Mengatasinya

 Kulit kering yang dalam bahasa medisnya disebut xerosis atau xeroderma bisa menyebabkan gatal dan berbagai masalah-masalah kulit lainnya seperti, pecah-pecah, mengelupas, dan sebagainya. Masalah ini bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Ada berbagai penyebab yang membuat kulit menjadi kering, salah satunya terjadi karena faktor lingkungan seperti cuaca panas maupun cuaca dingin. Untuk mengatasinya dibutuhkan pelembap yang ampuh sesuai dengan kondisi kulit, seperti halnya body lotion yang memiliki kadar tertentu.


Banyak yang menganggap semua body lotion itu sama, semuanya pasti memiliki kandungan yang mampu melembapkan kulit. Sehingga kulit tidak terlihat begitu kering dan kusam. Namun, yang jadi persoalan adalah seberapa kuat kandungan pelembap yang ada di dalam produk body lotion tersebut.


"Body Lotion apapun bisa kita gunakan tapi kita harus perhatikan kandungannya dan BPOM nya," ujar Brand Manager Miglioree Nisa dalam keterangan tertulis, JUmat (4/12/2020).


Nisa menjelaskan keunggulan dari Hand & Body Lotion Miglioree selain sudah BPOM Miglioree juga memiliki Bahan Aktif Centella Asiatica yang berfungsi membantu memberikan tambahan nutrisi dan protein yang diperlukan untuk menjaga kelembapan kulit sehingga kulit tetap kencang dan tidak mudah keriput.


"Selain itu juga mengandung SPF 30+ yg dapat memaksimalkan penyerapan nutrisi pada kulit, menjaga kelembapan kulit, melindungi kulit dari sinar uv dan mencegah iritasi pada kulit," jelas Nisa.


Selain Body Lotion, Rangkaian perawatan lain yang tidak kalah pentingnya adalah Body Wash dan Peeling Scrub. "Untuk Body wash dan peeling scrub miglioree pun memiliki kandungan Centella Asiatica, Nano AHA, Kefir, Collagen serta Niacinamide yg membuat Miglioree Aman digunakan, tanpa efek samping dan semua produk kami sudah BPOM," tambah Nisa.


Selain untuk membuat kulit lembap, kata Nisa, Miglioree juga bisa untuk menghilangkan jerawat pada tubuh, stretch mark kulit belang pun bisa teratasi dengan baik, bahkan untuk memutihkan kulit tubuh perubahannya bisa dilihat pada saat pertama kali pemakaian, dan dengan pemakaian rutin selama 2-3 minggu hasil akan permanen dan sudah banyak customer yang merasakan hasil positif dari rangkaian perawatan miglioree.


"Dan yang paling utama jangan lupa untuk selalu perhatikan asupan makanan yang sehat serta air putih yang cukup agar kulit kita selalu sehat dan ternutrisi," pungkasnya.

https://tendabiru21.net/movies/diary-of-a-nymphomaniac/


Fakta-fakta Sabu, Narkoba yang Diamankan dari Iyut Bing Slamet


Mantan artis cilik Iyut Bing Slamet ditangkap polisi atas kepemilikan sabu. Hal ini dibenarkan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Wadi Sabani saat ditemui di kantornya.

"Dalam penangkapan kami mengamankan barang bukti berupa alat pakai narkoba dan paperclip diduga berisi sabu," ucapnya.


Iyut Bing Slamet menambah daftar deretan artis yang mengonsumsi narkoba. Beberapa mengaku mengonsumsi sabu untuk menambah stamina. Obat yang merupakan jenis stimulan ini memicu pelepasan dopamin.


Hormon ini memicu rasa positif seperti senang, bersemangat, dan percaya diri. Hanya saja, sama seperti narkoba yang lain, sabu berisiko menyebabkan kecanduan dan kematian bagi penggunanya.


Terlebih konsumsi sabu dalam jangka panjang berisiko menyebabkan ketergantungan. Bila pengguna sabu merasa tidak terpenuhi, mereka merasakan gejala depresi, cemas, lelah, dan sakaw.


Kondisi sakaw dicirikan dengan berbagai gejala. Mulai dari konsentrasi berkurang, sakit kepala, depresi dan bahkan halusinasi. Sebaliknya, overdosis bisa berakibat fatal yakni kematian.


Namun pengguna bisa direhabilitasi untuk menghilangkan ketergantungannya. Peneliti dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) mengatakan, korban narkoba bisa pulih melalui rehabilitasi.


Lamanya proses rehabilitasi pada pemakai sabu bergantung pada besarnya ketergantungan serta faktor pendorong lain hingga menggunakan narkoba.

https://tendabiru21.net/movies/vanilla-sky/