Rabu, 09 Desember 2020

Omnibus Law Diklaim Jadi Juru Selamat 29 Juta Pengangguran RI

 Undang-undang Cipta Kerja yang telah disahkan di masa pandemi COVID-19 dinilai tepat. Omnibus law diklaim bisa menyerap para pengangguran yang semakin banyak di masa pandemi.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto awalnya mengatakan vaksin COVID-19 yang telah tiba di RI akan menjadi game changer dari kondisi saat ini. Namun dia juga percaya UU Cipta Kerja juga menjadi game changer untuk jangka waktu menengah panjang.


"Undang-undang cipta kerja yang telah disahkan diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja dan ini sebagai game changer medium to long term, yang tentunya akan membuat lapangan kerja yang lebih berkualitas," ucapnya dalam acara Business, Finance & Accounting Conference yang digelar IAI, Selasa (8/12/2020).


UU Cipta Kerja diyakini bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk menyerap pengangguran yang terkena badai PHK di masa pandemi. Selain itu dia juga percaya menimbulkan kemudahan iklim berusaha serta mendorong usaha menengah dan kecil menjadi jaring penyelamat dan pengaman pasca pandemi.


"Waktu disahkannya undang-undang ini dirasakan tepat, karena ini akan membantu mengurangi dampak negatif terhadap terjadinya masyarakat kehilangan pekerjaan sebesar 29,12 juta penduduk di usia kerja," ucapnya.


Airlangga melanjutkan, klaster-klaster yang ada di dalam UU Cipta Kerja diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi, mendorong daya saing, serta memberikan perlindungan bagi pekerja.


"Pemerintah telah menyelesaikan peraturan turunan dari pada UU Cipta Kerja dan memberikan peluang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memberikan masukan dan usulan dalam penyiapan tum perumusan dari pada seluruh pelaksanaan UU Cipta Kerja. Dan pemerintah telah membentuk tim aspirasi yang nanti tentunya diharapkan bisa bekerja dalam 2 bulan ke depan," tutupnya

https://kamumovie28.com/movies/the-reader/


CDC Perbarui Pedoman, Wajib Pakai Masker di Rumah Pada Kondisi Ini


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) kembali memperbarui pedoman terkait masker. Kali ini, dalam pedoman terbarunya, CDC menyebut masyarakat wajib memakai masker di dalam rumah dalam kondisi tertentu.

"Masker sangat penting untuk mengendalikan penyebaran virus Corona, dan kadang-kadang itu termasuk di rumah," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) Jumat, dikutip dari CNN.


Analisis CDC terkait waktu yang berisiko tinggi penularan Corona yaitu, saat berada di ruangan sempit dan tidak adanya jaga jarak. Kapan saja wajib pakai masker di dalam rumah menurut CDC?


- Saat ada anggota keluarga terpapar COVID-19

- Seorang anggota keluarga berisiko tinggi tertular COVID-19 karena aktivitas di luar rumah

- Ruangan sempit

- Tidak bisa jaga jarak minimal 2 meter


"Tempat dalam ruangan, di mana tidak ada jaga jarak dan penggunaan masker secara konsisten telah diidentifikasi sebagai skenario penularan Corona berisiko tinggi," jelas CDC dalam pedoman terbarunya.


Meski di dalam ruangan risiko penularan COVID-19 terbilang tinggi, bukan berarti acara di luar ruangan minim risiko penularan COVID-19. Penggunaan masker disebut CDC harus tetap dijalankan bersamaan dengan pentingnya menjaga jarak di ruangan terbuka terlebih jika dipadati banyak orang.


"Meskipun dampak jarak fisik sulit untuk dipisahkan dari intervensi lain, satu studi memperkirakan bahwa jaga jarak menurunkan rata-rata jumlah kontak harian sebanyak 74 persen," tambah CDC.

https://kamumovie28.com/movies/resident-evil-damnation/

Strategi Menkeu Kendalikan Utang Hingga Cegah Korupsi Vaksin

 Hampir semua negara di dunia mengalami kontraksi ekonomi dan defisit yang luar biasa. Untuk menyelamatkan ekonomi nasional dan rakyatnya, utang mereka meningkat tajam. Tapi dibandingkan dengan negara-negara maju di Eropa, bahkan Amerika Serikat utang Indonesia relatif masih terkendali.

"Negara-negara di Eropa itu utangnya sudah di 90% atau 80% dan sekarang nambah 20% atau 15% jadi sudah mendekati 100%," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam program Blak-blakan, Selasa (8/12/2020).


Kalau utang kita, dia melanjutkan, ada di 30% dari GDP dan mungkin (akan) naik ke 36-37% dari GDP. Sebanyak 4,2% di antaranya untuk penanganan COVID-19.


Walaupun UU mengatakan utang terhadap GDP maksimum 60%, sebagai Menteri Keuangan dia tak mau gegabah terus menambah utang. Setiap penambahan utang akan selalu diperhitungkan dengan memperhatikan penerimaan negara. Selain itu, setiap penambahan utang untuk menambal APBN selalu disampaikan dan dibahas bersama DPR.


Terkait pengadaan vaksin agar terhindar dari korupsi seperti dalam penyaluran bansos, Sri Mulyani menyatakan semua vaksin harga telah diumumkan ke publik. Khusus vaksin yang diimpor Bio Farma sebagai BUMN, dia berharap nilai kontraknya bisa disampaikan ke publik.


Untuk vaksin yang mungkin akan dijual ke masyarakat tentu akan nada biaya tambahan yang mempengaruhi jual. Sebab vaksin tersebut nantinya perlu dikemas ulang, ada biaya penyimpanan, distribusi, dan lainnya.


"Nah ini harus disampaikan secara transparan karena sebagian menggunakan uang negara," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.


Sri Mulyani juga berharap masyarakat tetap melakukan kontrol dengan menyampaikan informasi bila ditemui ada hal-hal yang dinilai berbeda. "Saya senang jika ada feedback dari masyarakat," ujarnya.


Di luar dua isu tersebut, Sri Mulyani mengungkapkan sisi pribadinya sebagai ibu rumah tangga yang humanis. Dia rupanya gemar memasak, mengenakan busana buatan kakak iparnya, hingga memberikan tips untuk berbisnis dan investasi di 2021.


Selengkapnya, saksikan di program Blak-blakan, Rabu (9/12/2020).

https://kamumovie28.com/movies/resident-evil-afterlife/


Omnibus Law Diklaim Jadi Juru Selamat 29 Juta Pengangguran RI


Undang-undang Cipta Kerja yang telah disahkan di masa pandemi COVID-19 dinilai tepat. Omnibus law diklaim bisa menyerap para pengangguran yang semakin banyak di masa pandemi.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto awalnya mengatakan vaksin COVID-19 yang telah tiba di RI akan menjadi game changer dari kondisi saat ini. Namun dia juga percaya UU Cipta Kerja juga menjadi game changer untuk jangka waktu menengah panjang.


"Undang-undang cipta kerja yang telah disahkan diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja dan ini sebagai game changer medium to long term, yang tentunya akan membuat lapangan kerja yang lebih berkualitas," ucapnya dalam acara Business, Finance & Accounting Conference yang digelar IAI, Selasa (8/12/2020).


UU Cipta Kerja diyakini bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk menyerap pengangguran yang terkena badai PHK di masa pandemi. Selain itu dia juga percaya menimbulkan kemudahan iklim berusaha serta mendorong usaha menengah dan kecil menjadi jaring penyelamat dan pengaman pasca pandemi.


"Waktu disahkannya undang-undang ini dirasakan tepat, karena ini akan membantu mengurangi dampak negatif terhadap terjadinya masyarakat kehilangan pekerjaan sebesar 29,12 juta penduduk di usia kerja," ucapnya.


Airlangga melanjutkan, klaster-klaster yang ada di dalam UU Cipta Kerja diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi, mendorong daya saing, serta memberikan perlindungan bagi pekerja.


"Pemerintah telah menyelesaikan peraturan turunan dari pada UU Cipta Kerja dan memberikan peluang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memberikan masukan dan usulan dalam penyiapan tum perumusan dari pada seluruh pelaksanaan UU Cipta Kerja. Dan pemerintah telah membentuk tim aspirasi yang nanti tentunya diharapkan bisa bekerja dalam 2 bulan ke depan," tutupnya

https://kamumovie28.com/movies/resident-evil-degeneration/