Kamis, 10 Desember 2020

Driver Ojol Mau Ngadu ke Luhut Tolak Merger Gojek dan Grab

 Kabar merger Gojek dan Grab mendapatkan penolakan yang keras dari para mitra driver ojek online (ojol). Para driver ojol berencana mengadu ke pemerintah, salah satunya ke Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Mereka menilai meski aksi merger adalah urusan bisnis antara perusahaan swasta, pemerintah dinilai masih punya wewenang untuk menolak. Pasalnya, hal ini menyangkut nasib para driver ojol.


Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengatakan pihaknya berencana menyurati beberapa instansi, salah satunya ke Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan.


"Kami konsolidasi dulu, nanti kita kirim surat ke KPPU, Kemenkomarves, BKPM, tentu tembusannya ke Presiden," ujar Igun kepada detikcom, Rabu (9/12/2020).


Dia mengatakan pihaknya masih menunggu kejelasan dari perkembangan kabar merger Gojek dan Grab. Namun rencananya, pihaknya menyurati Luhut dan beberapa instansi lainnya di hari Senin untuk menyampaikan aspirasi penolakan dari para driver ojol.


"Hari Senin ini kalau jadi kita kirim, kami mau lihat dulu perkembangannya ini jadi apa nggak? Ini kan belum ada data valid rilis resmi aksi mergernya," ujar Igun.


Di sisi lain, Igun mengatakan pihaknya memberikan ultimatum agar aspirasi penolakan merger Gojek dan Grab bisa diterima pemerintah dan aplikator.


Bila hingga akhir tahun tidak ada kejelasan pihaknya akan demo. Menurutnya hal itu akan dipusatkan di Istana Negara, lalu ke Kemenkomarves, dan BKPM.

https://nonton08.com/movies/blusukan-jakarta/


"Apabila aspirasi sebagai asosiasi yang menaungi para mitra pengemudi ojol untuk membuka ruang dialog tidak juga diperhatikan, maka langkah akhir kami adalah menggelar aksi massa pengemudi ojol di seluruh Indonesia," kata Igun.


"Kalau memang nggak ada penjembatanan kita pasti akan turun di Januari, perkiraan pertengahan Januari," tegasnya.


Igun juga mengatakan ada 3 hal yang membuat khawatir para driver ojol dari rencana merger Gojek dan Grab. Apa saja?


Kekhawatiran yang pertama adalah apabila merger dilakukan bisa memicu pemutusan mitra driver secara massal. Menurut Igun, banyak perusahaan yang melakukan merger cepat atau lambat akan melakukan efisiensi.

Bukan tidak mungkin menurutnya, efisiensi juga dilakukan oleh Gojek dan Grab bila melakukan merger dengan mengurangi jumlah mitra.


"Para mitra ini resah, namanya akuisisi merger ini kalau terjadi pasti di mana mana selanjutnya aksi korporasi efisiensi. Mereka resah ini jadi gelombang pemutusan mitra sepihak kalau merger jadi dilakukan," kata Igun.


Kemudian yang kedua, Igun menilai selama ini aplikator masih kurang memperhatikan kesejahteraan mitra drivernya. Dia khawatir hal ini terus berlanjut apabila merger Gojek dan Grab diwujudkan.


"Kinerja korporasi aplikator masih jauh ideal dan berimbang dalam hal transparansi nasib mitranya, baik jaminan sosial dan kesejahteraannya. Kami tidak yakin hal ini akan lebih baik bila merger terjadi," kata Igun.


Kekhawatiran yang ketiga adalah soal ancaman monopoli bisnis jasa transportasi online. Saat ini saja tanpa merger, Gojek dan Grab sudah menguasai pasar.


Memang, beberapa pesaing sudah muncul, namun pihaknya menilai belum cukup kuat untuk menyaingi Gojek dan Grab. Apalagi kalau merger Gojek dan Grab benar-benar dilakukan.


"Memang persaingan masih ada, cuma ya kami memandang belum kuat. Ini yang eksis dua aja sudah kuat, bagaimana kalau dimerger. Khawatirnya ini jadi penguasaan monopoli digitalnya dan juga transportasinya," ujar Igun.

https://nonton08.com/movies/the-city-of-your-final-destination/

Terungkap Alasan 'Iron Man' Pindahkan Markas Tesla dari Silicon Valley

 Elon Musk telah mengumumkan bahwa dia akan memindahkan pabrik Tesla dari Silicon Valley, California ke Austin, Texas. Menurut miliarder itu, Silicon Valley sudah terlalu banyak pengaruhnya di dunia, tetapi kekuatannya memudar.

Melansir BBC, Rabu (9/12/2020) Tesla yang memiliki nilai perusahaan US$ 500 miliar memiliki kantor pusat di California, tetapi perusahaan akan membangun pabrik baru di Austin, Texas.


Sementara perusahaan pesawat luar angkasa milik Musk, Space X sudah lebih dulu memiliki fasilitas di Texas.


"Dua hal terbesar yang saya lakukan saat ini adalah pengembangan Starship di Texas Selatan dan kemudian pabrik AS baru yang besar untuk Tesla," kata Musk.


Pada Mei, Musk mengancam akan memindahkan Tesla ke Texas, setelah pejabat setempat menolak untuk mengizinkan perusahaan mobil listrik tersebut membuka kembali pabriknya selama pandemi virus corona.


"Terus terang, ini adalah pukulan terakhir," tweet Musk.


"Tesla sekarang akan segera memindahkan markas dan program masa depannya ke Texas / Nevada. Jika kita bahkan mempertahankan aktivitas manufaktur Fremont sama sekali, itu akan tergantung pada bagaimana Tesla diperlakukan di masa depan," tambahnya.


Senator Republik Ted Cruz, yang mewakili Texas, menyambut Tesla dalam sebuah tweet: "Texas mencintai pekerjaan & kami sangat senang Anda menjadi orang Texas," katanya.


Keputusan Musk itu juga semakin menggemakan ketidakpuasan atas apa yang sedang berkembang di Silicon Valley. Dengan biaya hidup di daerah tersebut yang tinggi, penyediaan perumahan yang buruk, serta tingkat kejahatan yang tinggi.

https://nonton08.com/movies/premium-rush/


Driver Ojol Mau Ngadu ke Luhut Tolak Merger Gojek dan Grab


Kabar merger Gojek dan Grab mendapatkan penolakan yang keras dari para mitra driver ojek online (ojol). Para driver ojol berencana mengadu ke pemerintah, salah satunya ke Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Mereka menilai meski aksi merger adalah urusan bisnis antara perusahaan swasta, pemerintah dinilai masih punya wewenang untuk menolak. Pasalnya, hal ini menyangkut nasib para driver ojol.


Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengatakan pihaknya berencana menyurati beberapa instansi, salah satunya ke Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan.


"Kami konsolidasi dulu, nanti kita kirim surat ke KPPU, Kemenkomarves, BKPM, tentu tembusannya ke Presiden," ujar Igun kepada detikcom, Rabu (9/12/2020).


Dia mengatakan pihaknya masih menunggu kejelasan dari perkembangan kabar merger Gojek dan Grab. Namun rencananya, pihaknya menyurati Luhut dan beberapa instansi lainnya di hari Senin untuk menyampaikan aspirasi penolakan dari para driver ojol.


"Hari Senin ini kalau jadi kita kirim, kami mau lihat dulu perkembangannya ini jadi apa nggak? Ini kan belum ada data valid rilis resmi aksi mergernya," ujar Igun.


Di sisi lain, Igun mengatakan pihaknya memberikan ultimatum agar aspirasi penolakan merger Gojek dan Grab bisa diterima pemerintah dan aplikator.


Bila hingga akhir tahun tidak ada kejelasan pihaknya akan demo. Menurutnya hal itu akan dipusatkan di Istana Negara, lalu ke Kemenkomarves, dan BKPM.


"Apabila aspirasi sebagai asosiasi yang menaungi para mitra pengemudi ojol untuk membuka ruang dialog tidak juga diperhatikan, maka langkah akhir kami adalah menggelar aksi massa pengemudi ojol di seluruh Indonesia," kata Igun.


"Kalau memang nggak ada penjembatanan kita pasti akan turun di Januari, perkiraan pertengahan Januari," tegasnya.


Igun juga mengatakan ada 3 hal yang membuat khawatir para driver ojol dari rencana merger Gojek dan Grab. Apa saja?

https://nonton08.com/movies/falcon-rising/