Senin, 04 Januari 2021

Fanny Fabriana Positif COVID-19, Alami Sakit Tulang Rusuk-Sempat Sesak Napas

 Fanny Fabriana, artis cantik dan semua keluarganya terinfeksi COVID-19. Termasuk suami, sang ibu dan ketiga anaknya.

Kabar Fanny positif COVID-19 ini menambah daftar artis yang belakangan dinyatakan positif Corona, Nirina Zubir hingga Pevita Pearce. Seperti artis lainnya, ia mengumumkan kabar ini lewat akun pribadi media sosialnya.


"Assalamualaikum, part 1. Aku, Zacky, Kimora, Kaiza, Dylan, Mamaku dan para pekerja, kita semua "positif" dan lagi berjuang dari Covid 19. Sudah 2 minggu ini isolasi mandiri dirumah," tulis Fanny Fabriana, dikutip dari Instagram, Minggu (3/1/2021).


Dikutip dari HaiBunda, ibunda Fanny, Tati Rusmiyati, menceritakan bagaimana kondisi Fanny dan keluarga usai dinyatakan posirtif COVID-19.


"Iya betul, kami sekeluarga positif covid. Alhamdulillah Allah lagi kasih ujian dan kami terima dengan sabar tawakal dan ikhlas. Sekarang, kami hadapi saja kenyataan ini dengan tenang," kata Tati, dalam pesan singkat ke HaiBunda, Minggu (3/1/2021).


Berdasarkan penuturan Tati, kondisi Fanny Fabriana belakangan berangsur membaik. Meski begitu, Fanny disebutnya kerap mengalami pusing dan ada sakit tulang rusuk. Sedangkan dirinya dan suami Fanny masih merasakan mual.


"Kondisi Fanny sekarang sudah mulai membaik, masih ada pusing, dan sakit tulang rusuknya. Tante dan suami Fanny lagi merasakan mual-mual," ujar Tati.


Kondisi yang dialami ini berbeda ketiga anak Fanny, ketiganya tidak menunjukkan gejala COVID-19 sama sekali. Saat menjalani isolasi mandiri, ketiga anaknya disebut ceria.


"Tapi yang hebat itu anak-anak, tiga anak itu tidak memperlihatkan kalau mereka sedang sakit. Mereka tetap ceria, main seperti biasa," sambungnya.


Saat terpapar Corona, Fanny sempat mengaku mengalami gejala COVID-19 cukup berat seperti sesak napas. Seperti apa ceritanya?


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://trimay98.com/movies/the-ruling-class/


Efek Samping yang Dialami Warga AS Usai Disuntik Vaksin Corona


Dr Anthony Fauci, pakar kesehatan penyakit menular dari Amerika Serikat (AS) yang juga menjabat sebagai Director of the National Institute to Allergy and Infectious Diseases (NIAID), bersama dengan hampir 2 juta penduduk AS telah disuntik vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech dan Moderna pada minggu lalu.

Seperti kebanyakan orang yang disuntik vaksin Corona, Fauci mengatakan bahwa satu-satunya efek samping yang dirasakan adalah lengan terasa sakit.


"Satu-satunya hal yang saya rasakan, mungkin 6-10 jam setelah divaksin, saya merasa sedikit sakit di lengan dan mungkin masih terasa hingga 24 jam," kata Fauci, dikutip dari BGR.


Dijelaskan pula, kata Fauci, ia tak mengalami efek samping lain yang mengganggu usai disuntik vaksin Corona.


Selain itu, dikatakan bahwa tidak ada efek samping serius yang terjadi selama uji klinis vaksin Corona berlangsung. Jika relawan melaporkan gejala seperti sakit kepala atau nyeri otot usai disuntik vaksin, gejala tersebut biasanya akan hilang dalam 24 jam.


Meski begitu, tak bisa dipungkiri bahwa ada laporan penerima vaksin Corona mengalami reaksi alergi yang parah. Namun, indikasi awal menunjukkan bahwa individu tersebut cenderung memiliki riwayat alergi parah.


Misalnya, Dr Hossein Sadrzadeh, yang memiliki riwayat alergi parah terhadap kerang, mengatakan kepada The New York Times bahwa tekanan darahnya naik dan ia mengalami syok anafilaksis setelah disuntik vaksin Corona.


Namun, menurut laporan, kondisi Sadrzadeh saat ini sudah baik-baik saja.


Meski begitu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) masih menyarankan orang dengan alergi yang tidak terlalu parah untuk mendapatkan vaksin Corona.


Mereka yang memiliki riwayat alergi akan diminta menunggu selama 15 menit usai disuntik vaksin Corona untuk memastikan semuanya baik-baik saja.

https://trimay98.com/movies/last-cannibal-world/

8 Daftar Gejala Virus Corona Baru, Termasuk Cegukan dan Parosmia

 Adanya mutasi memunculkan berbagai gejala virus Corona baru. Jika sebelumnya gejala yang dikenal hanya demam dan sesak napas, kini berbagai keluhan sehari-hari seperti cegukan dan gangguan penciuman juga bisa jadi gejala.

Misteri di balik virus Corona COVID-19 jadi makin banyak yang perlu terungkap. Salah satunya bahwa sejumlah pasien yang mengidap penyakit tersebut bisa mengalami gejala virus Corona COVID-19 yang berbeda-beda.


Gejala virus Corona baru yang ditemukan adalah cegukan terus-menerus. Dikutip dari laman Express, beberapa studi menemukan bahwa cegukan secara terus-menerus mungkin mengindikasikan gejala COVID-19 yang langka dan tidak biasa. Pada studi 2020 menemukan seorang pria yang berusia 64 tahun yang cegukan terus-menerus sebagai satu-satunya gejala baru virus Corona.


Orang yang diamati dalam studi tersebut mengunjungi klinik setelah mengalami cegukan selama 72 jam. Tes darah dan paru-paru menunjukkan adanya infeksi paru-paru dan jumlah sel darah putih yang rendah. Ia pun dinyatakan positif COVID-19.


Cegukan terus menerus merupakan salah satu gejala yang dialami pasien Corona selain batuk, demam, dan sesak napas.


Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah gejala virus Corona baru yang perlu diwaspadai.


1. Sakit mata

Gejala virus Corona baru yang dilaporkan belum lama ini adalah sakit mata. Sebuah studi dari Anglia Ruskin University (ARU), Inggris, menemukan sebanyak 18 persen pasien Corona mengalami fotofobia (sensitivitas cahaya) sebagai salah satu gejalanya.


Dari 83 responden, 81 persen melaporkan masalah mata dalam dua minggu setelah gejala COVID-19 lainnya muncul. Dari jumlah tersebut, 80 persen melaporkan masalah mata mereka berlangsung kurang dari dua minggu.


"Ini adalah studi pertama yang menyelidiki berbagai gejala mata yang mengindikasikan konjungtivitis dalam kaitannya dengan COVID-19, kerangka waktunya dalam kaitannya dengan gejala COVID-19 yang diketahui dan durasinya," jelas penulis utama Profesor Shahina Pardhan, Direktur Vision and Eye Research Institute di ARU.

https://trimay98.com/movies/the-cement-garden/


2. Delirium

Delirium merupakan gejala mental yang membuat penderitanya mengalami kebingungan berat dengan kesadaran yang berkurang akibat terganggunya sistem saraf pusat. Gejala COVID-19 ini umumnya muncul pada kelompok lanjut usia (lansia).


"Delirium adalah keadaan kebingungan di mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah sedang bermimpi," kata peneliti dari University of Catalonia, Javier Correa.


Apa saja gejala virus Corona baru yang lainnya? Klik halaman berikutnya.


3. Kelelahan

Berdasarkan studi yang telah diterbitkan di JAMA (Journal of the American Medical Association), kelelahan merupakan salah satu gejala COVID-19 yang dapat bertahan lama setelah seseorang terinfeksi virus Corona.


Studi ini menemukan, sebanyak 53 persen pasien Corona mengalami kelelahan selama sekitar 60 hari setelah pertama kali mengalami gejala COVID-19.


4. Masalah pencernaan

Menurut studi, masalah pencernaan yang diakibatkan oleh infeksi virus Corona bisa berupa diare dan muntah-muntah. Umumnya, pasien Corona yang mengalami masalah pencernaan juga disertai dengan gejala COVID-19 lainnya.


Diketahui, hanya 4 persen orang yang didiagnosis positif COVID-19 karena muntah dan diare sebagai gejala tunggal tanpa gejala penyerta.


5. Ruam kulit

Dokter kulit dari DNI Skin Centre, Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV, mengatakan bahwa infeksi virus Corona bisa menyebabkan ruam kulit. Namun, ruam kulitnya cenderung bersifat ringan dan tidak berisiko fatal.


"Kemungkinan muncul ruam pada pasien COVID itu bervariasi risikonya sekitar 0,2-20 persen," jelas dr Darma.


6. Nyeri otot

Penelitian yang diterbitkan di the journal Annals of Clinical and Translational Neurology menemukan bahwa 44,8 persen relawan yang berpartisipasi mengalami nyeri otot akibat COVID-19.


Rasa nyeri ini mungkin disebabkan karena peradangan yang terjadi di dalam tubuh akibat infeksi virus Corona. Selain itu, para pasien Corona yang sudah sembuh juga bisa mengalami nyeri otot.

https://trimay98.com/movies/a-nos-amours/