Senin, 04 Januari 2021

RS Rujukan COVID-19 Diduga Kehabisan Oksigen, Potret Nakes Ini Viral

 Di media sosial beredar video viral yang menunjukkan kondisi rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Mesir. Dalam video tampak para tenaga kesehatan berusaha membantu pasien agar tetap hidup ketika terjadi krisis, diduga akibat suplai oksigen yang habis.

Satu perawat jadi sorotan ketika dirinya terekam kamera meringkuk di pojokan sementara rekannya yang lain sedang meresusitasi pasien. Sebagian netizen berkomentar sang perawat tampak kewalahan dan ketakutan.


"Sangat menyakitkan bila harus melihat penderitaan orang lain tanpa bisa membantu apa-apa kecuali duduk di pojok. Saya harap perawat ini baik-baik saja," kata satu pengguna Twitter.


Setidaknya ada empat pasien COVID-19 yang meninggal dalam insiden di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Pemerintah menyangkal tuduhan RS kehabisan suplai oksigen dan menyebut pasien meninggal karena komplikasi penyakit ditambah infeksi virus.


"Seluruh RS memiliki suplai oksigen yang cukup untuk merawat pasien COVID-19," komentar Menteri Kesehatan Mesir, Hala Zayed, seperti dikutip dari Al Jazeera pada Senin (4/1/2021).


Investigasi kini sedang dijalankan oleh tim dari kantor kejaksaan setempat. Sebelumnya kasus serupa pernah dilaporkan juga terjadi seminggu lalu di rumah sakit berbeda.

https://trimay98.com/movies/lethal-admirer/


Update Corona RI 4 Januari 2021: Tambah 6.753, Total Positif 772.103 Kasus


Jumlah kasus virus Corona COVID-19 bertambah 6.753 pada Senin (4/1/2021). Total kasus positif menjadi 772.103, sembuh 639.103, dan meninggal 22.911.

Sementara itu jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 45.868, dan suspek yang diamati sebanyak 72.380.


Berikut adalah detail perkembangan kasus Corona di Indonesia.


Kasus positif bertambah 6.753 menjadi 772.103

Pasien sembuh bertambah 7.166 menjadi 639.103

Pasien meninggal bertambah 177 menjadi 22.911

Sebelumnya pada Minggu (3/1/2021), jumlah kasus positif COVID-19 tercatat sebanyak 765.350, sembuh 631.937, dan meninggal 22.734 kasus.


DKI-Jabar-Jateng di Atas Seribu, Ini Sebaran 6.753 Kasus COVID-19 RI 4 Januari


Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Senin (4/1/2021). Ada penambahan 6.753 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 772.103 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.832 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 1.079 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 1.037 kasus baru per 4 Januari.


Detail perkembangan virus Corona Senin (4/1/2021), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.753 menjadi 772.103


Pasien sembuh bertambah 7.166 menjadi 639.103


Pasien meninggal bertambah 177 menjadi 22.911


Tercatat sebanyak 45.868 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 72.380.


Sebaran 6.753 kasus baru Corona di Indonesia pada Senin (4/1/2021).


DKI Jakarta: 1.832 kasus

Jawa Barat: 1.079 kasus

Jawa Tengah: 1.037 kasus

Sulawesi Selatan: 510 kasus

Kalimantan Timur: 185 kasus

Banten: 158 kasus

DI Yogyakarta: 146 kasus

Bali: 118 kasus

Riau: 110 kasus

Sumatera Utara: 92 kasus

Kepulauan Riau: 63 kasus

Lampung: 62 kasus

Sulawesi Utara: 58 kasus

Sumatera Selatan: 54 kasus

Sulawesi Tengah: 52 kasus

Bangka Belitung: 50 kasus

Nusa Tenggara Barat: 43 kasus

Papua: 36 kasus

Sumatera Barat: 24 kasus

Bengkulu: 24 kasus

Kalimantan Tengah: 24 kasus

Sulawesi Barat: 22 kasus

Kalimantan Selatan: 20 kasus

Sulawesi Tenggara: 17 kasus

Jambi: 14 kasus

Gorontalo: 13 kasus

Papua Barat: 11 kasus

Maluku Utara: 9 kasus

Maluku: 6 kasus

Aceh: 5 kasus

Nusa Tenggara Timur: 4 kasus

https://trimay98.com/movies/savages/

Saran Pakar Agar Disease X Tak Jadi Pandemi Setelah COVID-19

 Saat COVID-19 masih menyerang, dunia tengah dibuat khawatir dengan munculnya penyakit baru yang disebut Disease X. Salah satu yang dicurigai sebagai Disease X yaitu kasus perdarahan atau hemoragi yang ditemukan di Kongo, Afrika.

Agar penyakit baru yang belum diketahui secara pasti seperti Disease X tidak jadi pandemi baru, perlu dilakukan upaya pencegahan. Epidemiolog dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo memberikan beberapa saran, salah satunya dengan mengawasi makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat, baik itu dari hewan liar maupun ternak.


"Di Indonesia ada beberapa etnis yang mengonsumsi makanan non ternak. Pemerintah juga harus terus mengawasi hewan-hewan tersebut, jangan dilarang untuk memakannya tapi harus diupdate terus kandungan virus, bakteri dan parasit yang ada di hewan itu," jelas Windhu pada CNNIndonesia.com, Senin (5/1/2021).


Windhu memberikan dua saran yang bisa dilakukan untuk mencegah Disease X ini kembali menjadi pandemi baru, seperti COVID-19 yang masih menyerang dunia saat ini.


1. Memantau hewan-hewan ternak

Tak hanya mengawasi konsumsi hewan-hewan liar, hewan ternak pun juga perlu dimonitor atau diawasi. Ia menilai regulator terkadang lalai dalam mengawasi hewan-hewan ternak yang banyak dikonsumsi masyarakat.


Contohnya saat Idul Adha, banyak peternak yang langsung saja menjual hewan-hewan hasil ternaknya untuk dijadikan kurban. Akibatnya, bisa saja ada virus atau penyakit yang ada di dalam hewan tersebut yang tidak diketahui.


Windhu meminta agar pemerintah terus memantau dan menilai lebih ketat agar tercipta sistem yang bisa mencegah mutasi virus-virus berbahaya menyebar.


2. PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat)

Windhu juga menyarankan cara lain untuk mencegah terjadinya penularan virus yang bisa saja berpotensi menjadi pandemi baru seperti Disease X. Caranya dengan menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan benar.


Menurutnya, PHBS ini bisa mencegah penularan virus, bakteri, maupun parasit dari hewan ke manusia, bahkan manusia ke manusia yang berpotensi menjadi wabah hingga pandemi.


"PHBS itu tidak hanya cuci tangan saja, tapi juga bagaimana kita meningkatkan daya tahan tubuh dengan sering berolahraga yang cukup, rutin, istirahat cukup. Kalau sudah melakukan itu, Insyaallah beresiko rendah tertular penyakit baru," katanya.


Selain itu, Windhu juga menjelaskan cara pencegahan agar virus, bakteri, maupun parasit ini tidak berpotensi memunculkan Disease X harus didukung oleh pemerintah. Misalnya seperti ketersediaan fasilitas, teknis penelitian, dan anggaran yang bisa mendorong para ilmuwan untuk melakukan penelitian terkait virus-virus terbaru.

https://trimay98.com/movies/metamorphosis/


RS Rujukan COVID-19 Diduga Kehabisan Oksigen, Potret Nakes Ini Viral


Di media sosial beredar video viral yang menunjukkan kondisi rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Mesir. Dalam video tampak para tenaga kesehatan berusaha membantu pasien agar tetap hidup ketika terjadi krisis, diduga akibat suplai oksigen yang habis.

Satu perawat jadi sorotan ketika dirinya terekam kamera meringkuk di pojokan sementara rekannya yang lain sedang meresusitasi pasien. Sebagian netizen berkomentar sang perawat tampak kewalahan dan ketakutan.


"Sangat menyakitkan bila harus melihat penderitaan orang lain tanpa bisa membantu apa-apa kecuali duduk di pojok. Saya harap perawat ini baik-baik saja," kata satu pengguna Twitter.


Setidaknya ada empat pasien COVID-19 yang meninggal dalam insiden di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Pemerintah menyangkal tuduhan RS kehabisan suplai oksigen dan menyebut pasien meninggal karena komplikasi penyakit ditambah infeksi virus.


"Seluruh RS memiliki suplai oksigen yang cukup untuk merawat pasien COVID-19," komentar Menteri Kesehatan Mesir, Hala Zayed, seperti dikutip dari Al Jazeera pada Senin (4/1/2021).


Investigasi kini sedang dijalankan oleh tim dari kantor kejaksaan setempat. Sebelumnya kasus serupa pernah dilaporkan juga terjadi seminggu lalu di rumah sakit berbeda.

https://trimay98.com/movies/in-my-dreams/