Selasa, 05 Januari 2021

Microsoft Mau 'Hidupkan' Orang Meninggal Lewat Chatbot

 Kecanggihan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sangat berguna untuk banyak hal, bahkan untuk sesuatu yang tidak kita sangka dan agak menakutkan, misalnya 'menghidupkan' orang yang sudah meninggal.


Microsoft terpikir untuk menggunakan AI agar bisa meniru orang tertentu, sedemikian rupa. Raksasa software ini telah mengajukan paten yang memungkinkan penciptaan chatbot yang dapat berbicara sangat mirip dengan seseorang, seperti orang tersayang yang sudah meninggal misalnya.


"Dalam aspek, data sosial (misalnya, gambar, data suara, postingan media sosial, pesan elektronik, surat tertulis, dan lain-lain), tentang orang tertentu dapat diakses. Data sosial dapat digunakan untuk membuat atau mengubah indeks khusus dalam tema kepribadian orang tertentu," demikian yang tertera dalam deskripsi paten teknologi AI yang diajukan tersebut.


Penggunaan AI untuk chatbot yang terasa realistis mewakili orang yang sudah meninggal, mungkin akan menghibur keluarga yang ditinggalkan. Mereka bisa bernostalgia dan seolah sedang berbicara dengan orang tersebut. Namun mungkin tetap saja, pada awalnya ketika teknologi ini dirilis, akan terasa aneh dan canggung.


Di sisi lain, saat AI mempelajari karakter seseorang dan menggali informasi dari bermacam sumber, hal ini bisa memunculkan isu pencurian identitas generasi berikutnya.

https://indomovie28.net/movies/the-maid/


Jangan Lewatkan! Hujan Meteor Quadrantid Akhir Pekan Ini


Bagi para pencinta astronomi, maka jangan lewatkan akhir pekan ini dengan sia-sia. Sebab, ada pertunjukan alam pertama di 2021, berupa hujan meteor Quadrantid.

Seperti dikutip dari Cnet, Selasa (5/1/2020) hujan meteor Quadrantid akan mencapai puncaknya pada pekan ini. Setidaknya kalian akan disuguhkan sekitar sampai 100 meteor per jam, termasuk 'bola api' yang cukup terang di langit malam.


International Meteor Organization memprediksikan bahwa hujan meteor Quadrantid ini dapat dinikmati sebelum Matahari terbit di pantai Pasifik dari sebagian besar Amerika Utara atau beberapa setelah sang Surya muncul di pantai timur.


Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengungkapkan bahwa Quadrantid sesungguhnya sudah mulai terlihat sejak 12 Desember lalu hingga 12 Januari 2021, yang mana puncaknya pada tahun ini terjadi di tanggal 4 Januari ketika fase Bulan susut (benjol akhir) berumur 20 hari, sehingga akan mempengaruhi intensitas hujan meteor maksimum.


Quadrantid, dikatakan Lapan, dapat terlihat jelas bagi pengamat yang tinggal di belahan Bumi bagian utara, karena posisi titik radian atau datangnya hujan meteor tersebut berada di langit utara.


Sedangkan di Indonesia, hujan meteor Quadrantid ini dapat disaksikan dari arah timur laut pada saat setelah rasi bintang Bootes terbit, yaitu sekitar pukul 02.30 WIB dini hari hingga pukul 05.00 WIB dengan titik radian tertinggi terjadi sesaat sebelum fajar sekitar pukul 04.00 WIB.


Syarat untuk menikmati pertunjukan alam ini cukup mudah, kondisi lingkungan kalian harus bebas polusi cahaya, seperti wilayah perkotaan hingga terbebas dari cuaca mendung alias tidak hujan.


Lapan mengungkapkan hujan meteor Quadrantid ini sudah ada sejak lebih dari 500 tahun yang lalu sampai sekarang bisa dinikmati penduduk Bumi.

https://indomovie28.net/movies/mrs-doubtfire/

NASA Siapkan Misi Menjelajah Matahari

 NASA menyetujui dua misi heliofisika untuk menjelajahi Matahari. Misi eksplorasi Matahari ini juga akan mengamati sistem yang mendorong cuaca antariksa di dekat Bumi.

Sesuai pernyataan NASA, Extreme Ultraviolet High-Throughput Spectroscopic Telescope Epsilon Mission (EUVUST) dan Electroject Zeeman Imaging Explorere (EZIE), akan membantu para ilmuwan memahami Matahari dan Bumi sebagai sistem yang saling berhubungan.


Para ilmuwan berpendapat bahwa memahami fisika yang menggerakkan angin Matahari dan ledakan Matahari di masa depan dapat membantu mereka memprediksi peristiwa, yang pada gilirannya dapat memengaruhi teknologi manusia serta penjelajah di luar angkasa.


"Dengan misi baru ini, kami memperluas cara mempelajari Matahari, ruang angkasa, dan Bumi sebagai sistem yang saling berhubungan," kata Peg Luce, Deputy Director of the Heliophysics Division NASA seperti dikutip dari website NASA seperti dilihat, Selasa (5/1/2021).


Seperti sudah disebutkan di awal, akan ada dua misi dalam penjelajahan Matahari ini, yakni EUVST dan EZIE. Misi EUVST akan dipimpin oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), bekerja sama dengan organisasi internasional lainnya. EUVST menargetkan tanggal peluncuran pada tahun 2026.


Misi ini mengandalkan teleskop surya yang akan mempelajari bagaimana atmosfer Matahari melepaskan angin Matahari dan mendorong letusan material surya.


Kontribusi perangkat keras NASA untuk misi tersebut termasuk detektor UV yang diintensifkan dan elektronik pendukung, komponen spektrograf, teleskop pemandu, perangkat lunak dan sistem pencitraan slip-jaw untuk memberikan konteks pengukuran spektrografi.


Anggaran NASA untuk seluruh misi ini adalah USD 55 juta dan penyelidik utama untuk kontribusi NASA untuk EUVST adalah Harry Warren dari Laboratorium Riset Angkatan Laut AS di Washington.


Sedangkan misi EZIE terdiri dari tiga kubus yang akan mempelajari arus listrik di atmosfer Bumi yang menghubungkan aurora dengan magnetosfer Bumi.


Magnetosfer adalah wilayah luar angkasa yang mengelilingi Bumi di mana medan magnet yang dominan adalah medan magnet Bumi, bukan medan magnet ruang antarplanet. Magnetosfer terbentuk dari interaksi angin Matahari dengan medan magnet Bumi.


Anggaran total untuk misi EZIE adalah USD 53,3 juta dan dijadwalkan akan diluncurkan pada Juni 2024. Penyelidik utama untuk misi tersebut adalah Jeng-Hwa (Sam) Yee dari Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins University di Laurel, Maryland.

https://indomovie28.net/movies/putney-swope/


Microsoft Mau 'Hidupkan' Orang Meninggal Lewat Chatbot


Kecanggihan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sangat berguna untuk banyak hal, bahkan untuk sesuatu yang tidak kita sangka dan agak menakutkan, misalnya 'menghidupkan' orang yang sudah meninggal.


Microsoft terpikir untuk menggunakan AI agar bisa meniru orang tertentu, sedemikian rupa. Raksasa software ini telah mengajukan paten yang memungkinkan penciptaan chatbot yang dapat berbicara sangat mirip dengan seseorang, seperti orang tersayang yang sudah meninggal misalnya.


"Dalam aspek, data sosial (misalnya, gambar, data suara, postingan media sosial, pesan elektronik, surat tertulis, dan lain-lain), tentang orang tertentu dapat diakses. Data sosial dapat digunakan untuk membuat atau mengubah indeks khusus dalam tema kepribadian orang tertentu," demikian yang tertera dalam deskripsi paten teknologi AI yang diajukan tersebut.


Penggunaan AI untuk chatbot yang terasa realistis mewakili orang yang sudah meninggal, mungkin akan menghibur keluarga yang ditinggalkan. Mereka bisa bernostalgia dan seolah sedang berbicara dengan orang tersebut. Namun mungkin tetap saja, pada awalnya ketika teknologi ini dirilis, akan terasa aneh dan canggung.

https://indomovie28.net/movies/the-reckoning/