Sabtu, 30 Januari 2021

Erick Thohir Ungkap Pernah Mau Rekrut Najwa Shihab tapi Gagal

 Menteri BUMN Erick Thohir bercerita pengalamannya membangun salah satu televisi swasta saat memberi sambutan pada acara BUMN Corporate Communications and Sustainabillity Summit, Jumat malam (29/1/2021). Pada kesempatan itu, ia juga bercerita kegagalannya dalam merekrut Najwa Shihab.

Erick mulanya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para petinggi di Kementerian BUMN dan perusahaan pelat merah. Kemudian, ia menyapa Effendi Gazali. Erick bilang, pertama bertemu Effendi saat sibuk membangun televisi swasta tersebut.


"Dan tentu yang menarik juga saya kedatangan tamu istimewa saya, ini Bang Effendi Gazali, awal-awal ketemunya di TV One kita lagi sibuk-sibuknya gimana TV One jadi nomor satu dan tentu menjadi TV berita terpercaya tetapi penyajiannya mesti santai, mengkritisi tapi ketawa, waktu itu kita sama-sama buat Republik Mimpi waktu itu," paparnya.


Waktu pun berjalan. Saat itu, Erick bercerita ingin merekrut Najwa Shihab tapi gagal.


Namun, pada acara kali yakni BUMN Corporate Communications and Sustainabillity Summit, wanita yang akrab disapa Nana itu berhasil direkrut sebagai dewan juri.


"Dan waktu berjalan cepat, dan tentunya pada saat itu kita ingin merekrut news anchor terbaik waktu itu di TV One cuma gagal. Terima kasih Mbak Nana hadir, saya gagal merekrut, Telkom berhasil merekrut sebagai dewan juri," ujar Erick Thohir.

https://trimay98.com/movies/perfect-sex/


Waspada, Ada Masker Kecantikan Ilegal Dibuat dari Tepung Beras


Kosmetik ilegal masih banyak di pasaran. Baru-baru ini terbongkar ada masker kecantikan ilegal yang terbuat dari tepung beras.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek lokasi produksi kosmetik ilegal yang tidak ada izin edar. Masker ilegal itu merupakan produksi rumahan di daerah Jatirasa, Bekasi.


"Penggerebekan (Kamis, 28 Januari 2021) malam tadi berhasil mengungkap bahan berbahaya kosmetik tidak memiliki izin edar. Di sini tempat pembuatannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers di lokasi, Jumat (29/1/2021).


Masker tersebut dibuat dengan bahan-bahan yang dibeli di Pasar Jati Asih, Bekasi. Salah satu bahan yang dipakai adalah tepung beras dari merek Rose Brand. Bahan-bahan lain yang digunakan adalah kopi, susu, charcoal, kunyit, bit, lemon, coklat, lavender, dan calendula.


Dalam pernyataan resmi pihak berwajib, produk masker kecantikan ilegal tersebut dikemas dalam empat merek yakni Yoleskin, Acone, NHM, dan Youra. Produk tersebut dijual secara online melalui media sosial dan sudah tersebar ke seluruh wilayah Pulau Jawa.


Dalam sehari, para tersangka bisa memproduksi 50 ribu masker siap edar. Masker itu tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Viral Foto Pemain True Beauty Hwang In Yeop Sebelum Terkenal, Bikin Kaget


Aktor Hwang In Yeop yang 'booming' lewat drama Korea True Beauty tengah ramai diperbicangkan. Foto lamanya baru-baru ini viral di media sosial dan bikin netizen kaget. Seperti apa sosok Hwang In Yeop sebelum terkenal?

Hwang In Yeop dikenal dengan imej cool setelah memerankan Han Seo Jun di drakor True Beauty. Walau telah berusia 30 tahun, ia dinilai cocok memerankan anak SMA dan masih pantas memakai seragam. Sebelum naik daun lewat True Beauty, Hwang In Yeop lebih dulu jadi anak SMA di drakor 18 Again.


Berkat aktingnya yang luar biasa, Hwang In Yeop meraih popularitas dan memiliki banyak penggemar. Banyak pula yang penasaran dan mencari tahu sosok Hwang In Yeop sebelum terkenal.


Baru-baru ini, akun akitasoundinomg di Twitter mengungkap identitas Hwang In Yeop sebagai siswa Philippine Nikkei Jin Kai International School di Davao, Filipina. Akun tersebut juga mengunggah foto-foto Hwang In Yeop dalam buku tahunan dan foto kelas mereka.

https://trimay98.com/movies/sobbing-aunt/

Perjalanan Koin Dinar dan Dirham, Pernah Dipakai di Indonesia?

 Pasar Muamalah yang berlokasi di Depok, Jawa Barat yang dikabarkan menggunakan dirham sebagai alat pembayaran. Informasi itu tersebar di media sosial dalam format video. Dalam video itu, terlihat produk parfum, madu, sandal, roti, dan sebagainya dihargai 1/2, 1, sampai 2 dirham.

Padahal, di Indonesia hanya mata uang rupiah yang dinyatakan sebagai alat pembayaran sah. Hal itu juga telah dinyatakan oleh Bank Indonesia (BI), dan tertuang dalam Undang-undang (UU) Mata Uang nomor 7 tahun 2011.


Dinar dan dirham sendiri adalah koin yang terbuat dari logam mulia. Dinar terbuat dari emas, dan dirham terbuat dari perak atau silver. Kedua koin itu adalah mata uang sah dalam sejarah Islam, sejak masa Nabi Muhammad SAW. Dilansir dari jurnal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Namun, 50 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw, koin dinar emas Islam tak muncul lagi.


Dalam sejarah mata uang Indonesia, sebenarnya mata uang yang terbuat dari emas pernah dan perak pernah digunakan sebagai alat pembayaran di Tanah Air. Berdasarkan catatan detikcom pada tahun 2013, pada tahun 850/860 Masehi, tepatnya masa kerajaan Mataram Syailendra yang berpusat di Jawa Tengah, mata uang pertama yang dicetak berbentuk koin yang terbuat dari emas dan perak.


Di era Kerajaan Jenggala dan Majapahit, uang-uang emas dan perak tetap dicetak dengan berat standar, walaupun mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya. Koin emas yang semula berbentuk kotak berubah desain menjadi bundar, sedangkan koin peraknya mempunyai desain berbentuk cembung dengan disebut uang Gobog.

https://trimay98.com/movies/swapping-games/


Setelah lenyapnya Kerajaan Hindu di Indonesia, zaman berganti menjadi Kerajaan Islam. Salah satunya adalah Kerajaan Samudera Pasai. Kerajaan yang terletak di ujung Pulau Sumatera ini mempunyai mata uang yang dinamakan Dirham yang pertama dikeluarkan oleh Sultan Malik Al Zahir tahun 1297 hingga 1326 dan didominasi oleh tulisan arab dengan nama Malik al Zahir dan Sultan al Adul di sisi yang lain. Namun, koin dirham kala itu terbuat dari kandungan emas.


Waktu pun berlalu, begitu juga dengan mata uang Indonesia yang kini hanyalah rupiah yang dinyatakan sah. Namun, dinar dan dirham masih dapat ditemui di Indonesia. Koin dinar dan dirham kini diproduksi dan dijual oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam.


Dilansir dari situs resmi logammulia.com, Antam menjual koin dinar dengan dua ragam kadar kemurnian. Pertama, kadar kemurnian Au 91,7% yang tersedia dalam 5 pecahan. Mulai dari pecahan 1/4 dinar seharga Rp 938.112, 1/2 dinar seharga Rp 1,81 juta, koin 1 dinar seharga Rp 3,58 juta, koin 2 dinar seharga Rp 7,09 juta, dan koin 4 dinar (harganya tak dicantumkan karena stok belum tersedia).

Kedua, koin dinar dengan kadar kemurnian FG 99,99% yang tersedia dalam 4 pecahan. Mulai dari pecahan 1/4 dinar seharga Rp 1,01 juta, 1/2 dinar seharga Rp 1,97 juta, 1 dinar Rp 3,89 juta, dan 2 dinar Rp 7,71 juta.


Antam juga menjual koin 1 dirham seharga Rp 94.675 dengan kadar kemurnian Ag 99,95%. Dalam situs tersebut, disebutkan koin dinar dan dirham dapat digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi/simpanan, dan juga mahar.


Oleh sebab itu, SVP Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko menegaskan, kedua koin tidak dapat digubakan sebagai alat tukar atau transaksi.


"Koin dinar dan dirham yang diproduksi Antam merupakan salah satu produk Logam Mulia yang ditujukan sebagai collectible item (barang koleksi), sama seperti emas gift series atau emas seri batik. Produksi produk koin dinar dan dirham ini tidak ditujukan sebagai alat tukar," tegas Kunto kepada detikcom.

https://trimay98.com/movies/cmylmz/