Senin, 01 Maret 2021

Xiaomi Mi Band 6 Bakal Dukung WhatsApp dan Telegram

  Xiaomi kabarnya tengah menyiapkan Mi Band 6. Sejumlah peningkatan disertakan, salah satunya dukungan penuh untuk WhatsApp dan Telegram.

Hal tersebut terungkap dari kode di aplikasi Mi Fit. Nantinya pengguna dapat membalas pesan WhatsApp ataupun Telegram langsung dari gelang pintar ini.


Bila nantinya Mi Band 6 benar-benar membawa kemampuan tersebut akan sangat bermanfaat. Sebab pengguna tidak perlu mengeluarkan handphonenya bilamana ingin membaca pesan WhatsApp dan Telegram, karena bisa dibaca sekaligus dibalas langsung dari gelang pintar itu.


Ya walaupun mengetik pesan di layar yang tidak begitu besar akan sulit. Tapi setidaknya memudahkan jika hanya ingin membalas pesan yang tidak begitu panjang.


Selain kemampuan tadi, bocoran menyebut penerus Mi Band 5 bakal membawa peningkatan fitur yang signifikan. Ada pengukuran kadar oksigen dalam darah (SpO2), NFC, GPS, asisten digital Alexa dan layar yang lebih luas dari sebelumnya,


Untuk kesehatan, Mi Band 6 bakal menyediakan 30 mode aktivitas fisik, seperti menari, zumba, kriket, basket, kickboxing dan lainnya. Hanya saja sampai sekarang belum ada informasi kapan bakal dirilis, namun gelang pintar ini sudah mendapatkan sertifikasi di sejumlah negara, demikian dilansir dari Gizchina.

https://trimay98.com/movies/the-man-with-the-golden-arm/


Samsung Buka Toko Hadirkan Pengalaman Lengkap Ekosistemnya


 Samsung bersama Erajaya membuka toko baru yang mengusung konsep berbeda dari gerainya yang ada sebelumnya. Toko yang dinamakan Samsung Multi-experience Store ini menghadirkan pengalaman lengkap ekosistem yang dimiliki raksasa teknologi asal Korea Selatan itu.

Toko yang berlokasi di lantai dasar Senayan Park Mall, Jakarta Selatan ini menjadi pertama di Asia Pasifik. Menempati area seluas 783 meter, Samsung Multi-experience Store mengusung konsep desain, teknologi, seni, dan gaya hidup, untuk memberikan pengalaman beraktivitas yang diperkaya oleh konektivitas mulus multi-perangkat.


"Di Samsung Multi-Experience Store, pengunjung bisa merasakan ekosistem perangkat yang saling terhubung yang bisa membuat hidup kita mudah dan seamless. Penggunjung dapat menjajal smart living demo menggunakan aplikasi SmartThings," kata Yoonsoo Kim, President, Samsung Electronics Indonesia saat acara pembukaan, Jumat (26/2/2021).


Aplikasi SmartThings yang dimaksud Kim sudah pre-loaded di jajaran ponsel Galaxy yang dapat dihubungkan ke berbagai perangkat yang lebih luas seperti Smart Tag, Galaxy Tab, Galaxy Watch, Galaxy Buds, Smart TV, Smart Monitor, hingga perangkat pintar rumah tangga. Tentunya ini akan menjadikan kombinasi perangkat dalam rumah sebagai fondasi rumah pintar. Kesemuanya dapat diakses, dikontrol, dan dimonitor dari smartphone Galaxy pilihan konsumen.


Samsung Multi-experience Store menampilkan beberapa area bagi konsumen untuk merasakan dan menikmati langsung dukungan ekosistem teknologi dan digitalisasi dalam hunian yang menerapkan smart home, agar hari-hari di rumah menjadi lebih nyaman dan produktif, sesuai

variasi gaya hidup dan kebutuhannya,. Area yang tersedia meliputi:

https://trimay98.com/movies/insanity-insane-abs/

Hyperloop, Kereta Futuristik Penakluk Pesawat

  Sistem transportasi massal masa depan akan semakin canggih sejak konsep hyperloop diperkenalkan di sekitar tahun 2013. Bentuknya seperti kereta, dan konon kecepatannya tembus seribu per jam.

Adalah miliuner teknologi Elon Musk yang pertama kali memperkenalkan konsep sistem transportasi ini. Hyperloop bergerak dengan menciptakan tekanan rendah yang memungkinkan kapsul bergerak dengan kecepatan yang amat tinggi.


Lebih cepat dari pesawat

Infrastruktur hyperloop berupa jalur khusus dengan wujud semacam pipa raksasa, serta sebuah kapsul di dalamnya untuk mengangkut penumpang atau kargo. Nah, pipa raksasa tersebut dibuat mendekati vakum atau hampa udarayang menjadi kunci mengapa kapsul hyperloop bisa melaju sangat kencang.


Sebabnya, dengan tipisnya kepadatan udara di dalam pipa akan sangat meminimalisir gesekan antara kapsul dan udara di dalam pipa tersebut. Maka secara teori, hyperloop diklaim akan menembus kecepatan hingga setara 1.207 km per jam, jauh lebih cepat dari pesawat terbang.


Kapsul di dalam pipa didesain untuk mengambang, baik dengan metode bantalan udara atau dengan teknologi magnetis. Hyperloop pada dasarnya memang mirip dengan kereta jenis magnetic levitation (maglev), hanya saja karena tidak terhalang oleh tekanan udara, kecepatannya jauh lebih tinggi.


Pengembangan hyperloop

Saat ini, pemain utama yang bergerak di pasar teknologi hyperloop adalah SpaceX milik Elon Musk tentu saja, lalu ada Hyperloop Transportation Technologies, Hyperloop One, TransPod, dan Virgin Hyperloop.


Kelima perusahaan ini rutin melakukan uji coba hyperloop. Berbagai negara pun sudah berminat untuk mengimplementasikan hyperloop di masa depan. Hyperloop Transportation Technologies misalnya, pada 2017 mengumumkan akan menghadirkan hyperloop di AS, Slowakia, Abu Dhabi, Republik Ceko, India, Brasil, Korea Selatan, dan Indonesia.


Hyperloop saat pandemi

Pandemi global virus Corona ikut mempengaruhi pasar teknologi hyperloop. Beberapa negara sempat menundanya, namun kemudian muncul optimisme bahwa hyperloop bisa sangat relevan di masa pandemi dan sesudahnya.


Di AS misalnya, pemerintah di sejumlah negara bagian dan federal mengakui pentingnya teknologi ini untuk melindungi pelancong dari populasi kepadatan tinggi di kereta dan pesawat selama masa krisis kesehatan seperti pandemi COVID-19.


Di masa pandemi, hampir semua transportasi kepadatan tinggi, dari maskapai penerbangan hingga kereta cepat nyaris terhenti aktivitasnya. Tantangan yang dihadapi sektor transportasi sangat besar dan beragam.


Di sinilah teknologi hyperloop justru optimistis melihat peluang. Pada masa seperti sekarang, dibutuhkan moda transportasi yang memiliki kepadatan rendah, namun volume tinggi. Sesuatu yang punya dua kali kecepatan pesawat, namun lebih aman daripada transportasi umum manapun saat ini, dapat diandalkan, dan kebal terhadap bermacam cuaca.

https://trimay98.com/movies/insanity-max-30-max-out-15/


Xiaomi Mi Band 6 Bakal Dukung WhatsApp dan Telegram


 Xiaomi kabarnya tengah menyiapkan Mi Band 6. Sejumlah peningkatan disertakan, salah satunya dukungan penuh untuk WhatsApp dan Telegram.

Hal tersebut terungkap dari kode di aplikasi Mi Fit. Nantinya pengguna dapat membalas pesan WhatsApp ataupun Telegram langsung dari gelang pintar ini.


Bila nantinya Mi Band 6 benar-benar membawa kemampuan tersebut akan sangat bermanfaat. Sebab pengguna tidak perlu mengeluarkan handphonenya bilamana ingin membaca pesan WhatsApp dan Telegram, karena bisa dibaca sekaligus dibalas langsung dari gelang pintar itu.


Ya walaupun mengetik pesan di layar yang tidak begitu besar akan sulit. Tapi setidaknya memudahkan jika hanya ingin membalas pesan yang tidak begitu panjang.


Selain kemampuan tadi, bocoran menyebut penerus Mi Band 5 bakal membawa peningkatan fitur yang signifikan. Ada pengukuran kadar oksigen dalam darah (SpO2), NFC, GPS, asisten digital Alexa dan layar yang lebih luas dari sebelumnya,


Untuk kesehatan, Mi Band 6 bakal menyediakan 30 mode aktivitas fisik, seperti menari, zumba, kriket, basket, kickboxing dan lainnya. Hanya saja sampai sekarang belum ada informasi kapan bakal dirilis, namun gelang pintar ini sudah mendapatkan sertifikasi di sejumlah negara, demikian dilansir dari Gizchina.

https://trimay98.com/movies/the-insanity/