Selasa, 02 Maret 2021

Sederet Barang Ini Pernah Langka di Pasaran Imbas COVID-19, Masih Ingat?

  Tak terasa sudah setahun lamanya virus Corona COVID-19 mewabah di Indonesia. Munculnya virus ini pun sempat memicu kepanikan di masyarakat.

Akibatnya, berbagai barang yang dipercaya dapat mencegah penularan virus Corona sempat langka di pasaran. Dirangkum detikcom, berikut sejumlah barang yang pernah langka di pasaran akibat wabah COVID-19 di Indonesia.


Masker bedah

Sebelum virus Corona masuk ke Indonesia, masker bedah sudah langka di pasaran. Bahkan seandainya ada pun bisa langsung habis dalam waktu kurang dari sehari. Kala itu, kelangkaan masker tak hanya dirasakan oleh para pembeli, tetapi juga penjual.


"Iya lagi langka. Nanti juga kalau ke sini lagi agak siangan juga sudah habis. Makanya kalau mau itu (masker) dari pagi-pagi, stok masih ada," jelas penjaga apotek di Jakarta, Rahmawati, pada detikcom, Rabu (5/2/2020).


Masker N95

Meski masker N95 diperuntukkan untuk tenaga medis, namun masker ini sempat langka di pasaran. Pasalnya, banyak orang berbondong-bondong mencari masker N95, karena takut tertular COVID-19.


Masker N95 merupakan salah satu jenis masker yang memiliki kemampuan dalam mencegah partikel virus berukuran kecil. Oleh karena itu, masker ini sempat banyak dicari oleh masyarakat.


"Kosong itu kosong, sudah lama nggak stok harganya gila banget semenjak booming soal virus Corona," keluh Neni, salah satu pegawai Apotek Titi Murni 128, Jakarta, Rabu (5/2/2020)


Tak tanggung-tanggung harganya sempat mencapai Rp 3 juta per 10 pcs di toko online, yang harga normalnya hanya Rp 20 ribu per pcs.


Hand sanitizer

Disebut praktis dalam membunuh bakteri dan virus, hand sanitizer juga sempat mengalami kelangkaan di pasaran.


Berdasarkan pantauan detikcom kala itu pada bulan Maret 2020 di berbagai minimarket di kawasan Depok, tak ada satu pun hand sanitizer yang tersisa di tempat-tempat tersebut.


"Hand sanitizer semuanya kosong Kak, sudah lama dari semenjak gosip-gosip (COVID-19) itu sudah nggak ada," ucap Dian, pegawai di salah satu minimarket pada detikcom di kawasan Depok, Selasa (3/3/2020).


Imbasnya, tak sedikit orang yang nekat untuk melakukan isi ulang hand sanitizer di ruang publik, seperti KRL dan MRT, yang menyediakan hand sanitizer di beberapa titik untuk umum.


"Kalau hand sanitizer habis di mana-mana, yang akan kulakukan mungkin isi ulang pakai handrub kantor," kata salah satu pengguna Twitter.

https://kamumovie28.com/movies/project-x/


Kilas Balik Corona: Hand Sanitizer di Halte Pun 'Dijarah' untuk Refill


epat setahun sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia. Masih ingat masa-masa hand sanitizer harganya menggila? Fasilitas umum pun sampai dijarah untuk refill.

Lantaran masyarakat terus-terusan diingatkan untuk menjaga kebersihan tangan, benda satu ini mendadak langka di toko-toko.


Pantauan detikcom saat itu, beberapa toko online berani pasang harga sampai ratusan ribu.


Kilas balik setahun Corona, ini beberapa momen yang mengingatkan kembali betapa beratnya perjuangan mencari hand sanitizer saat itu:


1. Botol hand sanitizer raib di tempat umum

Seorang petugas rumah sakit membagikan kisah aksi gelagapan masyarakat. Botol hand sanitizer yang baru ia isi ulang di area administrasi mendadak raib dalam semalam. Rupanya, hand sanitizer digondol orang.


"Di rumah sakit, di instalasi aku, handrub sebotol gede ilang padahal baru diisi ulang dan penyimpanannya pun di dekat ruang tunggu pasien dekat administrasi. Diisi Senin, hari Selasa udah ilang," kata @SiPe***taBo*a.


2. Botol hand sanitizer di stasiun sampai diseloptip

Petugas Stasiun Jakarta Kota menjelaskan, botol hand sanitizer awalnya diletakkan di meja menuju loket. Namun karena sempat dicuri, botol baru terpaksa dipindah ke papan dan ditempel selotip.

https://kamumovie28.com/movies/american-ultra/

Sempat Turun Selama Enam Minggu, Kasus Baru COVID-19 Dunia Naik Lagi

 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan jumlah kasus baru COVID-19 selama sepekan terakhir mengalami peningkatan. Padahal sebelumnya sudah enam minggu berturut-turut kasus baru COVID-19 tampak dapat ditekan dan terus menurun.

"Anda mungkin ingat saya mengumumkan penurunan kasus yang terjadi selama enam minggu berturut-turut, tapi untuk pertama kalinya di minggu ketujuh, kita melihat peningkatan," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip dari situs resmi WHO, Selasa (2/3/2021).


Tidak dijelaskan lebih detail seberapa jauh peningkatan yang terjadi. Hanya saja diketahui dalam laporan epidemiologi 21 Februari lalu, WHO menyebut ada sekitar 2,4 juta kasus COVID-19 dan 66.000 kematian dalam sepekan.


Tedros menyebut situasi ini sebagai kabar yang mengecewakan, namun tidak mengejutkan. Ia menduga penyebabnya karena ada negara yang mulai melonggarkan protokol kesehatan dan masyarakat yang tidak disiplin karena merasa aman dengan kehadiran vaksin.


Ditambah lagi dengan kemunculan varian-varian baru COVID-19 yang bersifat lebih mudah menular.


"Vaksin akan membantu menyelamatkan nyawa. Tapi bila suatu negara hanya mengandalkan vaksin saja, mereka melakukan sebuah kesalahan," kata Tedros.


"Upaya protokol kesehatan masih menjadi dasar utama respons pandemi. Bagi otoritas kesehatan artinya pengetesan, pelacakan kasus, isolasi, karantina dan perawatan. Sementara untuk individu artinya menjauhi kerumunan, jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, dan atur ventilasi," papar Tedros.

https://kamumovie28.com/movies/galaxy-turnpike/


Sederet Barang Ini Pernah Langka di Pasaran Imbas COVID-19, Masih Ingat?


 Tak terasa sudah setahun lamanya virus Corona COVID-19 mewabah di Indonesia. Munculnya virus ini pun sempat memicu kepanikan di masyarakat.

Akibatnya, berbagai barang yang dipercaya dapat mencegah penularan virus Corona sempat langka di pasaran. Dirangkum detikcom, berikut sejumlah barang yang pernah langka di pasaran akibat wabah COVID-19 di Indonesia.


Masker bedah

Sebelum virus Corona masuk ke Indonesia, masker bedah sudah langka di pasaran. Bahkan seandainya ada pun bisa langsung habis dalam waktu kurang dari sehari. Kala itu, kelangkaan masker tak hanya dirasakan oleh para pembeli, tetapi juga penjual.


"Iya lagi langka. Nanti juga kalau ke sini lagi agak siangan juga sudah habis. Makanya kalau mau itu (masker) dari pagi-pagi, stok masih ada," jelas penjaga apotek di Jakarta, Rahmawati, pada detikcom, Rabu (5/2/2020).


Masker N95

Meski masker N95 diperuntukkan untuk tenaga medis, namun masker ini sempat langka di pasaran. Pasalnya, banyak orang berbondong-bondong mencari masker N95, karena takut tertular COVID-19.


Masker N95 merupakan salah satu jenis masker yang memiliki kemampuan dalam mencegah partikel virus berukuran kecil. Oleh karena itu, masker ini sempat banyak dicari oleh masyarakat.


"Kosong itu kosong, sudah lama nggak stok harganya gila banget semenjak booming soal virus Corona," keluh Neni, salah satu pegawai Apotek Titi Murni 128, Jakarta, Rabu (5/2/2020)


Tak tanggung-tanggung harganya sempat mencapai Rp 3 juta per 10 pcs di toko online, yang harga normalnya hanya Rp 20 ribu per pcs.


Hand sanitizer

Disebut praktis dalam membunuh bakteri dan virus, hand sanitizer juga sempat mengalami kelangkaan di pasaran.


Berdasarkan pantauan detikcom kala itu pada bulan Maret 2020 di berbagai minimarket di kawasan Depok, tak ada satu pun hand sanitizer yang tersisa di tempat-tempat tersebut.


"Hand sanitizer semuanya kosong Kak, sudah lama dari semenjak gosip-gosip (COVID-19) itu sudah nggak ada," ucap Dian, pegawai di salah satu minimarket pada detikcom di kawasan Depok, Selasa (3/3/2020).


Imbasnya, tak sedikit orang yang nekat untuk melakukan isi ulang hand sanitizer di ruang publik, seperti KRL dan MRT, yang menyediakan hand sanitizer di beberapa titik untuk umum.


"Kalau hand sanitizer habis di mana-mana, yang akan kulakukan mungkin isi ulang pakai handrub kantor," kata salah satu pengguna Twitter.

https://kamumovie28.com/movies/electric-blue-41/