Selasa, 02 Maret 2021

Riset CLSA: Lebih Ramah Pengguna, GoFood Jadi Pilihan Utama Pelanggan

 Layanan pesan-antar makan online GoFood menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Bagian dari ekosistem Gojek ini unggul dari pesaingnya dalam

membangun loyalitas pelanggan.

Lembaga investasi CLSA telah merilis hasil riset mengenai bisnis teknologi di Indonesia pada 24 Februari lalu. Berdasarkan hasil riset tersebut, mayoritas pelanggan lebih banyak orang memilih GoFood, yaitu sebesar 35% dibandingkan 20% untuk pesaingnya. Sementara itu, CLSA mencatat sebesar 43% responden menggunakan kedua aplikasi tersebut.


"Pandemi telah mengubah dinamika bisnis di seluruh industri dan pengiriman makanan online mendapat manfaat dari perubahan tersebut. Survei kami menunjukkan bahwa 70% dari 450 responden lebih sering memesan makanan secara online daripada sebelumnya," ujar Analis CLSA, Jonathan Mardjuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/2/2021).


Soal hasil riset, Jonathan mengatakan GoFood lebih banyak dipilih pelanggan karena memiliki tiga keunggulan.


"GoFood, menurut kami, memiliki pelanggan yang lebih setia, di mana tiga keuntungan teratas dari penggunaan aplikasi adalah 'familiar dengan aplikasi', 'ketergantungan pada GoPay e-wallet' dan 'ramah pengguna," ungkapnya.


Sementara itu, pesaingnya berada pada kondisi sebaliknya. Pasalnya, berdasarkan hasil riset, sebesar 60% responden percaya diskon besar adalah keuntungan utama. Selain tiga hal tersebut, Jonathan menyebut pilihan menu dan tenant serta pengantaran yang lebih cepat juga menjadi alasan pengguna memilih GoFood.


"Kami menemukan pelanggan Gojek lebih loyal. Secara keseluruhan, menurut kami persaingan yang sehat antara kedua raksasa ini akan berdampak positif bagi pasar Indonesia," imbuhnya.


Berdasarkan survei, CLSA juga berpendapat bahwa pelanggan kini telah mengalihkan fokus pada aspek-aspek seperti kenyamanan aplikasi dibandingkan pengiriman yang cepat atau tingkat pembatalan yang lebih rendah oleh pengemudi, seperti di masa-masa awal.


"Ini telah menjadi standar umum untuk platform online," pungkasnya.


Sebagai informasi, GoFood telah menjadi salah satu layanan andalan Gojek. GoFood juga telah didukung oleh ekosistem yang terintegrasi sehingga dapat membangun loyalitas pelanggan tanpa sepenuhnya mengandalkan diskon.


Berdasarkan survei, CLSA memprediksi pangsa pasar Gojek saat ini mencapai 58%, sementara pesaingnya hanya 42%. Adapun angka pengguna aktif bulanan Gojek di perangkat android juga lebih tinggi dibandingkan pesaingnya.


Di samping itu, analisa mengenai pengguna aktif bulanan Gojek juga sejalan dengan laporan terbaru App Annie - lembaga pemantau penggunaan aplikasi di seluruh dunia. Dalam App Annie State of Mobile Report, Gojek menjadi satu-satunya aplikasi on-demand yang masuk 10 besar aplikasi dengan pengguna bulanan terbanyak di Indonesia di atas aplikasi pesan Telegram dan Line.

https://kamumovie28.com/movies/cavemen/


Kendaraan Otonom Segera Lalu Lalang di Jalanan


Kendaraan tanpa kemudi alias otonom semakin nyata lalu lalang di jalanan. Tapi memang sejauh ini masih terbatas di negara tertentu saja.

Berbagai produsen mobil, mulai dari Honda, Volkswagen, Tesla, Apple sampai Microsoft tertarik terjun memproduksi mobil otonom. Contoh nyata, taksi otonom mulai mengaspal di China.


Adalah AutoX, perusahaan yang didukung oleh Alibaba, telah menggeber armada taksi masa depannya itu di jalanan umum kota industri Shenzhen.


Dikutip dari berbagai sumber, AutoX mengklaim bahwa mereka merupakan perusahaan China pertama yang mengembangkan mobil otonom. Saat ini, AutoX mengerahkan 25 taksi otonom yang siap mengantar secara otomatis para penumpang di pusat kota Shenzhen yang ramai.


AutoX merilis video bagaimana kendaraan Fiat Chrysler Pacifica mengemudi sendiri di kota tersebut. Terlihat penumpang masuk dan diantar, juga bagaimana mobil dengan mulus menghindari halangan atau berhenti saat diperlukan.


"Setelah kerja keras beberapa tahun, kami akhirnya mencapai titik di mana teknologi ini sudah cukup matang, bahwa kami merasa percaya diri untuk tidak memakai sopir untuk keamanan," kata CEO AutoX, Jianxiong Xiao.

https://kamumovie28.com/movies/so-undercover/

Kilas Balik Corona: Hand Sanitizer di Halte Pun 'Dijarah' untuk Refill

 Tepat setahun sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia. Masih ingat masa-masa hand sanitizer harganya menggila? Fasilitas umum pun sampai dijarah untuk refill.

Lantaran masyarakat terus-terusan diingatkan untuk menjaga kebersihan tangan, benda satu ini mendadak langka di toko-toko.


Pantauan detikcom saat itu, beberapa toko online berani pasang harga sampai ratusan ribu.


Kilas balik setahun Corona, ini beberapa momen yang mengingatkan kembali betapa beratnya perjuangan mencari hand sanitizer saat itu:


1. Botol hand sanitizer raib di tempat umum

Seorang petugas rumah sakit membagikan kisah aksi gelagapan masyarakat. Botol hand sanitizer yang baru ia isi ulang di area administrasi mendadak raib dalam semalam. Rupanya, hand sanitizer digondol orang.


"Di rumah sakit, di instalasi aku, handrub sebotol gede ilang padahal baru diisi ulang dan penyimpanannya pun di dekat ruang tunggu pasien dekat administrasi. Diisi Senin, hari Selasa udah ilang," kata @SiPe***taBo*a.


2. Botol hand sanitizer di stasiun sampai diseloptip

Petugas Stasiun Jakarta Kota menjelaskan, botol hand sanitizer awalnya diletakkan di meja menuju loket. Namun karena sempat dicuri, botol baru terpaksa dipindah ke papan dan ditempel selotip.


3. Bisa dipidana nggak sih?

Kelangkaan hand sanitizer bak memicu jiwa oportunis banyak orang. Biar hemat, bawa pulang saja hand sanitizer dari tempat umum. Hak semua orang, bukan?


Hal ini sempat jadi perdebatan. Ketua Kesehatan Hukum Masyarakat Indonesia (MHKI) dr Mahesa Paranadipa, MH menyebut, aksi gondol hand sanitizer itu tidak bisa disebut sebagai pencurian. Pasalnya, hand sanitizer adalah bagian dari fasilitas umum.


"Kita ambil contoh tisu sama sabun di toilet. Nggak mungkin kita bilang pencurian kalau ada yang ngambil banyak kan," ujarnya saat dihubungi detikcom, Rabu (4/3/2020).


4. Jadi, maling hand sanitizer harus diapakan?

Aksi gelagapan membuat masyarakat disebut-sebut lebih seram dari pada virus Corona. Di media sosial misalnya, tak sedikit netizen berkeluh kesah soal orang-orang yang menggondol hand sanitizer.

Tak hanya mencuri botol, rupanya banyak pula orang yang membawa botol kosong ke fasilitas umum, kemudian me-refill hand sanitizer dari botol milik umum sampai kosong melompong.


Untungnya, kini hand sanitizer sudah lebih mudah dijangkau. Stoknya kembali banyak, harganya pun tak setinggi di awal pandemi.


Setahun Corona, masyarakat semakin paham bahwa menjaga kebersihan tak harus gelagapan. Selain itu, hidup sehat juga kini banyak digandrung sebagai gaya hidup baru. Mulai dari makan sehat, menjaga kebersihan, membatasi aktivitas luar rumah dan kerumunan, dan tentunya, memakai masker.

https://kamumovie28.com/movies/percy-jackson-the-olympians-the-lightning-thief/


Riset CLSA: Lebih Ramah Pengguna, GoFood Jadi Pilihan Utama Pelanggan


Layanan pesan-antar makan online GoFood menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Bagian dari ekosistem Gojek ini unggul dari pesaingnya dalam

membangun loyalitas pelanggan.

Lembaga investasi CLSA telah merilis hasil riset mengenai bisnis teknologi di Indonesia pada 24 Februari lalu. Berdasarkan hasil riset tersebut, mayoritas pelanggan lebih banyak orang memilih GoFood, yaitu sebesar 35% dibandingkan 20% untuk pesaingnya. Sementara itu, CLSA mencatat sebesar 43% responden menggunakan kedua aplikasi tersebut.


"Pandemi telah mengubah dinamika bisnis di seluruh industri dan pengiriman makanan online mendapat manfaat dari perubahan tersebut. Survei kami menunjukkan bahwa 70% dari 450 responden lebih sering memesan makanan secara online daripada sebelumnya," ujar Analis CLSA, Jonathan Mardjuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/2/2021).


Soal hasil riset, Jonathan mengatakan GoFood lebih banyak dipilih pelanggan karena memiliki tiga keunggulan.


"GoFood, menurut kami, memiliki pelanggan yang lebih setia, di mana tiga keuntungan teratas dari penggunaan aplikasi adalah 'familiar dengan aplikasi', 'ketergantungan pada GoPay e-wallet' dan 'ramah pengguna," ungkapnya.


Sementara itu, pesaingnya berada pada kondisi sebaliknya. Pasalnya, berdasarkan hasil riset, sebesar 60% responden percaya diskon besar adalah keuntungan utama. Selain tiga hal tersebut, Jonathan menyebut pilihan menu dan tenant serta pengantaran yang lebih cepat juga menjadi alasan pengguna memilih GoFood.

https://kamumovie28.com/movies/couples-retreat/