Selasa, 02 Maret 2021

Kendaraan Otonom Segera Lalu Lalang di Jalanan

 Kendaraan tanpa kemudi alias otonom semakin nyata lalu lalang di jalanan. Tapi memang sejauh ini masih terbatas di negara tertentu saja.

Berbagai produsen mobil, mulai dari Honda, Volkswagen, Tesla, Apple sampai Microsoft tertarik terjun memproduksi mobil otonom. Contoh nyata, taksi otonom mulai mengaspal di China.


Adalah AutoX, perusahaan yang didukung oleh Alibaba, telah menggeber armada taksi masa depannya itu di jalanan umum kota industri Shenzhen.


Dikutip dari berbagai sumber, AutoX mengklaim bahwa mereka merupakan perusahaan China pertama yang mengembangkan mobil otonom. Saat ini, AutoX mengerahkan 25 taksi otonom yang siap mengantar secara otomatis para penumpang di pusat kota Shenzhen yang ramai.


AutoX merilis video bagaimana kendaraan Fiat Chrysler Pacifica mengemudi sendiri di kota tersebut. Terlihat penumpang masuk dan diantar, juga bagaimana mobil dengan mulus menghindari halangan atau berhenti saat diperlukan.


"Setelah kerja keras beberapa tahun, kami akhirnya mencapai titik di mana teknologi ini sudah cukup matang, bahwa kami merasa percaya diri untuk tidak memakai sopir untuk keamanan," kata CEO AutoX, Jianxiong Xiao.


Perusahaannya berhasil meyakinkan regulator bahwa taksi otonom itu aman berdasarkan data yang didapat selama uji coba. AutoX memiliki sekitar 100 kendaraan taksi otonom yang dijajal di beberapa kota di China.


"Dari sudut pandang teknis, kendaraan ini sudah siap," klaim dia.


Masa depan transportasi umum memang salah satunya mengarah pada taksi tanpa sopir. Di negara lain seperti Amerika Serikat, uji coba kendaraan taksi otonom juga dilakukan secara intensif.


Pada bulan Oktober silam, perusahaan Waymo yang berada di bawah Alphabet, mengumumkan akan mulai menggelar layanan taksi otonom tanpa sopir pada warga di Phoenix, Arizona.

https://kamumovie28.com/movies/krampus/


Mobil Otonom Mobil Masa Depan


Setali tiga uang. CEO Tesla Elon Musk mengatakan bahwa mobil otonom itu kendaraan masa depan. Tesla sendiri sebenarnya punya sistem kemudi mobil otonom walau belum sempurna. Kendati begitu, Tesla berambisi untuk menyempurnakannya.


Teknologi Autopilot level dua di Tesla saat ini masih mensyaratkan pengemudi waspada dan tangan tetap di setir. Namun menurut Musk, update software di masa depan akan menjadikan sistemnya level 5 tanpa perlu hardware baru.


"Saya sangat yakin bahwa level 5 atau otonomi yang lengkap akan terjadi dan saya pikir akan terjadi sangat cepat. Saya merasa kami sangat dekat," katanya dalam siaran video di ajang World Artificial Intelligence Conference di Shanghai.


"Saya percaya kami akan memiliki fungsionalitas dasar untuk level 5 yang selesai tahun ini. Tidak ada tantangan fundamental lagi. Adanya adalah banyak masalah-masalah kecil," lanjutnya.


"Dan ada tantangan untuk memecahkan semua masalah kecil itu dan memadukan semua sistem menjadi satu," tambah Musk.


Namun demikian bukan berarti teknologi itu bisa cepat digunakan oleh masyarakat umum. Terutama karena masih kurangnya regulasi soal mobil otonom di banyak negara.


"Bahkan andaikan Tesla bisa menyediakan teknologinya, soal regulasi di pasar-pasar besar masih jauh di belakang sebelum bisa benar-benar membuat mobil otonom melaju di jalanan," cetus analis dari IHS Markit, Tim Urquhat.

https://kamumovie28.com/movies/grace/

Riset CLSA: Lebih Ramah Pengguna, GoFood Jadi Pilihan Utama Pelanggan

 Layanan pesan-antar makan online GoFood menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Bagian dari ekosistem Gojek ini unggul dari pesaingnya dalam

membangun loyalitas pelanggan.

Lembaga investasi CLSA telah merilis hasil riset mengenai bisnis teknologi di Indonesia pada 24 Februari lalu. Berdasarkan hasil riset tersebut, mayoritas pelanggan lebih banyak orang memilih GoFood, yaitu sebesar 35% dibandingkan 20% untuk pesaingnya. Sementara itu, CLSA mencatat sebesar 43% responden menggunakan kedua aplikasi tersebut.


"Pandemi telah mengubah dinamika bisnis di seluruh industri dan pengiriman makanan online mendapat manfaat dari perubahan tersebut. Survei kami menunjukkan bahwa 70% dari 450 responden lebih sering memesan makanan secara online daripada sebelumnya," ujar Analis CLSA, Jonathan Mardjuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/2/2021).


Soal hasil riset, Jonathan mengatakan GoFood lebih banyak dipilih pelanggan karena memiliki tiga keunggulan.


"GoFood, menurut kami, memiliki pelanggan yang lebih setia, di mana tiga keuntungan teratas dari penggunaan aplikasi adalah 'familiar dengan aplikasi', 'ketergantungan pada GoPay e-wallet' dan 'ramah pengguna," ungkapnya.


Sementara itu, pesaingnya berada pada kondisi sebaliknya. Pasalnya, berdasarkan hasil riset, sebesar 60% responden percaya diskon besar adalah keuntungan utama. Selain tiga hal tersebut, Jonathan menyebut pilihan menu dan tenant serta pengantaran yang lebih cepat juga menjadi alasan pengguna memilih GoFood.


"Kami menemukan pelanggan Gojek lebih loyal. Secara keseluruhan, menurut kami persaingan yang sehat antara kedua raksasa ini akan berdampak positif bagi pasar Indonesia," imbuhnya.


Berdasarkan survei, CLSA juga berpendapat bahwa pelanggan kini telah mengalihkan fokus pada aspek-aspek seperti kenyamanan aplikasi dibandingkan pengiriman yang cepat atau tingkat pembatalan yang lebih rendah oleh pengemudi, seperti di masa-masa awal.


"Ini telah menjadi standar umum untuk platform online," pungkasnya.


Sebagai informasi, GoFood telah menjadi salah satu layanan andalan Gojek. GoFood juga telah didukung oleh ekosistem yang terintegrasi sehingga dapat membangun loyalitas pelanggan tanpa sepenuhnya mengandalkan diskon.


Berdasarkan survei, CLSA memprediksi pangsa pasar Gojek saat ini mencapai 58%, sementara pesaingnya hanya 42%. Adapun angka pengguna aktif bulanan Gojek di perangkat android juga lebih tinggi dibandingkan pesaingnya.


Di samping itu, analisa mengenai pengguna aktif bulanan Gojek juga sejalan dengan laporan terbaru App Annie - lembaga pemantau penggunaan aplikasi di seluruh dunia. Dalam App Annie State of Mobile Report, Gojek menjadi satu-satunya aplikasi on-demand yang masuk 10 besar aplikasi dengan pengguna bulanan terbanyak di Indonesia di atas aplikasi pesan Telegram dan Line.

https://kamumovie28.com/movies/cavemen/


Kendaraan Otonom Segera Lalu Lalang di Jalanan


Kendaraan tanpa kemudi alias otonom semakin nyata lalu lalang di jalanan. Tapi memang sejauh ini masih terbatas di negara tertentu saja.

Berbagai produsen mobil, mulai dari Honda, Volkswagen, Tesla, Apple sampai Microsoft tertarik terjun memproduksi mobil otonom. Contoh nyata, taksi otonom mulai mengaspal di China.


Adalah AutoX, perusahaan yang didukung oleh Alibaba, telah menggeber armada taksi masa depannya itu di jalanan umum kota industri Shenzhen.


Dikutip dari berbagai sumber, AutoX mengklaim bahwa mereka merupakan perusahaan China pertama yang mengembangkan mobil otonom. Saat ini, AutoX mengerahkan 25 taksi otonom yang siap mengantar secara otomatis para penumpang di pusat kota Shenzhen yang ramai.


AutoX merilis video bagaimana kendaraan Fiat Chrysler Pacifica mengemudi sendiri di kota tersebut. Terlihat penumpang masuk dan diantar, juga bagaimana mobil dengan mulus menghindari halangan atau berhenti saat diperlukan.


"Setelah kerja keras beberapa tahun, kami akhirnya mencapai titik di mana teknologi ini sudah cukup matang, bahwa kami merasa percaya diri untuk tidak memakai sopir untuk keamanan," kata CEO AutoX, Jianxiong Xiao.

https://kamumovie28.com/movies/so-undercover/