- Pandemi COVID-19 yang telah menerjang dalam satu tahun terakhir ini, mendorong berbagai aspek kehidupan menjadi terdigitalisasi, tidak terkecuali sektor kesehatan. Penguatan ekosistem kesehatan di tengah terjangan pandemi pun sebuah keniscayaan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Informasi dan Komunikasi (Infokom) dan Kesehatan merupakan dua sektor yang mengalami percepatan digitalisasi paling paling cepat di masa pandemi dilihat secara tahun ke tahun (YoY), di mana Infokom tumbuh 10,58% dan Kesehatan 11,6%.
"Maka dari itu, pengembangan ekosistem kesehatan digital di Indonesia jadi penting untuk mendukung kesehatan yang merata bagi masyarakat, termasuk mempercepat proses vaksinasi nasional," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mirra Tayyiba dalam konferensi pers virtual peluncuran layanan Good Doctor, Senin (1/3/2021).
Selain mempercepat proses vaksinasi COVID-19, pengembangan ekosistem kesehatan digital di Tanah Air ini juga dapat mendongkrak perekonomian negara yang ambruk ketika virus Corona menerjang dunia, begitu juga Indonesia.
Mira menyebutkan dengan mengintegrasikan sektor Infokom dan Kesehatan akan memberikan solusi dalam pemulihan kesehatan, begitu juga ekonomi negara. Untuk itu, Kominfo menyediakan akses internet di berbagai Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) Indonesia.
"Integrasi dua sektor ini membuka peluang solusi pemulihan kesehatan sekaligus ekonomi yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Kominfo lewat beberapa program membangun infrastruktur, penguatan eksosistem untuk mendukung telemedicine nasional," tutur Mira.
Sejauh ini, disampaikan Mira, Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telkomunikasi dan Informasi (Bakti) menyediakan akses internet di 3.126 titik Fasyankes sampai akhir tahun 2020.
"Angka ini tentunya menggenapi ketersediaan 13.011 titik Fasyankes seluruh Indonesia. Dengan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, penyelesaian ini berhasil diwujudkan bahkan tujuh tahun lebih cepat dari target awal pada tahun 2027," pungkasnya.
https://nonton08.com/movies/seondal-the-man-who-sells-the-river/
Final Fantasy VII Remake Part 2 Tak Dibuat Nomura, Siapa penggantinya?
- Final Fantasy VII Remake Part 2 tidak akan lagi ditangani oleh Tetsuya Nomura. Peran pentingnya diserahkan kepada co-director Naoki Hamaguchi.
Dikutip detikINET dari GamesRadar, Senin (1/3/2021) pengungkapan Final Fantasy 7 Remake untuk Playstation 5 dan mobile, Nomura berbagi informasi kepada Famitsu bahwa ia akan mundur sebagai director dan menyerahkannya ke Naoki Hamaguchi. Namun Nomura tetap berkonstribusi dalam pembuatan game ini sebagai Creative Director.
"Karena kami dapat memperkuat gameplay dasar di bagian pertama Final Fantasy VII Remake dan melihat apa yang perlu ditingkatkan di masa depan," ujar Nomura.
"Naoki Hamaguchi akan dipercayakan sebagai director di bagian selanjuTnya, sementara saya tetap terlibat sebagai director kreatif dalam semua Final Fantasy Remake dan mobile. Keterlibatan saya pada pegembangan game ini tidak akan terlalu signifikan, jadi tolong beri dukungan," sambungnya.
Sebelum berperan sebagai co-director di Final Fantasy 7, Hamaguchi sudah pernah mengerjakan Lighting Returns, Final Fantasy 12, 13 dan 14. Namun masih harus diamati apakah perubahan yang dibawa Nomura dalam proyek tersebut akan lebih praktis ke arah pembuatan ulang.
https://nonton08.com/movies/scooby-doo-music-of-the-vampire/