Jumat, 05 Maret 2021

Varian Corona B117 Masuk RI, Perkuat Imun dengan 5 Makanan Ini

 Varian baru Corona Inggris telah masuk Indonesia dengan dilaporkannya dua kasus varian Corona B117 oleh Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono pada Rabu (3/3/2021) bertepatan dengan setahun pandemi di Indonesia.

Sebelumnya, varian Corona asal Inggris ini telah menyebar di setidaknya 60 negara. Perlu diketahui, varian baru Corona B117 ini lebih mudah menular dan memiliki tingkat kematian lebih tinggi dari strain Corona asli. Oleh sebab itu, penting bagi seluruh masyarakat untuk tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.


Selain menerapkan protokol kesehatan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh tentunya juga tidak kalah penting. Mengutip laman Healthline, berikut 5 makanan yang bisa tingkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi COVID-19.


1. Buah citrus

Kandungan vitamin C dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, vitamin C juga dapat meningkatkan produksi sel darah putih yang memiliki peran untuk melawan infeksi. Selain mudah didapat, hampir semua buah citrus kaya akan kandungan vitamin C tinggi. Beberapa buah citrus yang banyak dijual di pasaran meliputi anggur, jeruk, dan lemon.


Meski belum terdapat bukti yang menunjukkan bahwa vitamin C dapat melindungi tubuh dari paparan COVID-19, kamu tetap disarankan untuk rutin mengonsumsi vitamin C, lho. Pada wanita dewasa, konsumsi vitamin C yang dianjurkan adalah 75 miligram per hari, sementara pada pria adalah 90 miligram.


2. Paprika

Ternyata, paprika memiliki kandungan vitamin C tiga kali lebih banyak dari buah citrus, lho, yakni sebanyak 127 miligram, sedangkan vitamin C dalam jeruk hanya sebanyak 45 miligram. Selain vitamin C, paprika juga kaya akan kandungan beta karoten yang bisa dikonversi oleh tubuh menjadi vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan kulit.


3. Brokoli

Brokoli kaya akan kandungan vitamin dan mineral. Sebab, brokoli dikemas dengan vitamin A, C, E, serat, dan antioksidan lainnya. Bahkan, brokoli kerap dianggap sebagai salah satu sayur yang paling menyehatkan. Untuk mendapatkan manfaat yang terkandung dalam brokoli, kamu disarankan untuk memasak brokoli dalam waktu sebentar saja atau mengonsumsinya dalam keadaan mentah.


4. Jahe

Rempah yang satu ini tentunya sering kali digunakan sebagai ramuan yang bisa meningkatkan sistem imun dalam tubuh. Jahe memiliki manfaat yang bisa mengurangi peradangan, seperti sakit tenggorokan dan penyakit inflamasi lainnya. Tak hanya itu, jahe juga dapat mengatasi rasa mual dan nyeri.


5. Bayam

Tak hanya kaya akan vitamin C, bayam juga dikemas dengan berbagai antioksidan dan beta karoten yang dapat membantu tubuh melawan infeksi serta meningkatkan daya tahan tubuh. Mirip dengan brokoli, manfaat bayam dapat dirasakan jika hanya dimasak sebentar agar kandungan nutrisinya tidak hilang.

https://indomovie28.net/movies/two-mothers/


Pesan Jokowi Soal Masuknya Varian Corona B177 di Indonesia


Temuan dua kasus pertama varian Corona B117 asal Inggris di Indonesia diumumkan tepat setahun pandemi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghimbau untuk tidak perlu khawatir.

"Dua orang yang terpapar varian baru tersebut saat ini sudah negatif dan belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa varian baru ini lebih mematikan," kata Jokowi dalam paparannya terkait Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Kamis (4/3/2021).


Menurut Jokowi, berbagai upaya pencegahan yang telah dilakukan perlu untuk dilanjutkan. Termasuk di antaranya disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, serta vaksinasi yang makin cepat.


Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyinggung sejumlah data perkembangan COVID-19. Salah satu yang dinilainya membaik adalah kasus kesembuhan yang mencapai 86,18 persen pada 3 Maret 2021, lebih tinggi dari angka global yakni 78,93 persen.

https://indomovie28.net/movies/underwater-love/

4 Gejala COVID-19 yang Paling Bertahan Lama

 Melawan infeksi COVID-19 bisa menjadi pertempuran yang panjang dan sulit. Pada saat yang sama, ada juga beberapa tanda dan gejala yang membutuhkan waktu sangat lama untuk hilang.

Bahkan setelah dites negatif untuk virus Corona, beberapa pasien melaporkan banyak masalah, yang memengaruhi mereka secara fisik dan mental.


Berdasarkan studi terbaru yang dilakukan oleh University of Washington pada 177 orang yang positif Corona, ada beberapa gejala yang lebih umum dan mungkin membutuhkan waktu paling lama untuk hilang.


Berikut di antaranya dikutip dari berbagai sumber:


1. Anosmia

Untuk pasien yang mengidap anosmia, mendapatkan kembali indra penciuman yang rusak akibat Corona bisa sangat sulit. Anosmia pada beberapa pasien bisa menjadi gejala yang membutuhkan waktu lama untuk pulih.


Menurut para ilmuwan, salah satu alasan utama yang menyebabkan anosmia lama untuk pulih disebabkan karena virus menyerang sel-sel di area indra penciuman.


Meskipun tidak akan hilang secara permanen, melakukan pelatihan penciuman atau aktivitas rutin yang mengaktifkan indra bisa menjadi cara untuk sembuh lebih cepat.

https://indomovie28.net/movies/underwater-5/


2. Kelelahan ekstrem

Saat ini, mengalami kelelahan ekstrem juga jadi salah satu gejala pasien yang dikeluhkan pasien COVID-19, berminggu-minggu setelah didiagnosa penyakit tersebut.


sementara para peneliti masih mencari hubungan antara kelelahan ekstrim dan COVID-19, mengatasi kelelahan akibat COVID-19 bisa dilakukan dengan cara banyak beristirahat. Tidak memaksakan diri untuk melakukan ragam aktivitas yang berat.


Selain itu makan makanan yang sehat, cukupi kebutuhan cairan, dan yang terpenting olahraga yang cukup untuk mengatasi kelelahan ekstrem tersebut.


3. Sesak napas

Bagi pasien yang memang mengalami komplikasi pernapasan akibat COVID-19, mengalami kesulitan bernapas adalah keluhan yang umum. Dalam banyak kasus, sesak napas juga bisa menjadi gejala yang lama hilang.

Para peneliti mengamati bahwa mengalami masalah pernapasan dapat membuat pasien menderita masalah kronis di kemudian hari, termasuk sesak napas dan kerusakan kantung udara di paru-paru.


Latihan pernapasan ekstensif dan dukungan oksigen mungkin diperlukan untuk melanjutkan fungsi pernapasan normal.


4. Sakit kepala

Mengalami sakit kepala bisa menghambat seseorang untuk melakukan aktivitas normal. Beberapa pasien juga mengeluhkan sakit kepala gejala yang bertahan lama akibat infeksi Corona.


Penelitian di Inggris baru-baru ini menunjukkan bahwa sakit kepala sering kali merupakan gejala awal infeksi. Sakit kepala sering dikaitkan dengan komplikasi neurologis dengan COVID-19, bersama dengan pusing. Bisa jadi, sakit kepala menandakan adanya peradangan di tubuh atau infeksi saraf di rongga hidung.


Sakit kepala yang terus-menerus, terlebih yang terkait dengan COVID-19 dapat muncul dalam berbagai bentuk dan seringkali memerlukan bantuan medis. Oleh karena itu, jika Anda memang mengalami masalah kronis, pertimbangkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

https://indomovie28.net/movies/underwater-4/