Senin, 08 Maret 2021

Sosok-sosok Lansia RI yang Suntik Vaksin COVID-19 di Atas Umur 90 Tahun

 Tahap kedua vaksinasi COVID-19 di Indonesia mulai menyasar para lansia atau lanjut usia. Beberapa di antaranya sudah berusia di atas 90 tahun, bahkan ada yang mendekati seabad.

Lansia masuk ke dalam prioritas vaksinasi setelah petugas kesehatan karena dinilai termasuk kelompok yang rentan terinfeksi maupun rentan mengalami dampak fatal. Kematian tertinggi pada infeksi COVID-19 terjadi di kelompok ini.


Di awal-awal vaksinasi, penyuntikan vaksin COVID-19 pada lansia sempat menjadi kontroversi. Ketika itu, belum ada satupun vaksin yang diujikan pada lansia, sehingga keamanannya belum terjamin.


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada awal Februari 2021 akhirnya menyetujui pemberian vaksin Coronavax buatan Sinovac pada usia 60 tahun ke atas. Persetujuan ini didasarkan pada hasil analisis interim uji klinis di China.


Meski demikian, BPOM memberi catatan untuk berhati-hati pada usia 70 tahun ke atas. Dibutuhkan pendampingan khusus saat screening di usia tersebut.


"Data yang kami terima berdasarkan hasil uji klinis di Brasil untuk fase 3 adalah sampai usia 70 tahun," jelas Kepala BPOM RI Penny K Lukito, Minggu (7/2/2021).


Sosok-sosok yang sudah mendapat vaksin COVID-19 di atas usia 90 tahun antara lain sebagai berikut:


1. Eks Mentamben Dr Soebroto, 98 tahun

Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben) era Soeharto, Prof Dr Subroto, mendapatkan suntikan pertama vaksin Sinovac di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK), Kampus hang Jebat, Jakarta Selatan, Jumat (5/3/2021).


"Tidak sakit, terasa normal. Sekarang malah tambah semangat," katanya seusai penyuntikan.


Prof Subroto yang menjabat sebagai Mentamben pada periode 1978-1988 ini mendapat suntikan vaksin COVID-19 di usia 98 tahun.


Selain Prof Subroto juga ada Prof Emil Salim yang juga mendapat vaksin di atas usia 90 tahun. Bahkan lansia tertua yang menerima vaksin COVID-19, Siti Rumende Harahap, akan merayakan ultah ke-100 tahun ini. Selengkapnya di halaman berikut.


2. Ekonom senior Emil Salim, 92 tahun

Tokoh lansia yang juga mendapat vaksin COVID-19 di atas usia 90 tahun adalah Prof Dr Emil Salim, MA. Mantan menteri lingkungan hidup era Orde Baru ini disuntik bersama Dr Subroto di BBBPK, Jakarta Selatan.


"Saya tidak berasa apa-apa baru saja yang menggulung tangan baju udah disuruh turunkan lagi," kata Prof Emil usai disuntik.


3. Lansia tertua Siti Rumende Harahap, 99 tahun

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Siti Rumende Harahap, seorang lansia kelahiran Tapanuli Utara, sebagai lansia tertua yang mendapat vaksin COVID-19. Tanggal 24 November mendatang, ia genap berusia 100 tahun.


Menurut laporan yang diterima Menkes, Siti Rumende mendapat vaksinasi pertama di Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan. Ia diantar anaknya, dr Arnold Harahap, SpPD-KGEH, yang bertugas di RSUP Fatmawati.

https://indomovie28.net/movies/family-reconstruction/


Kemenkes Pastikan Corona B117 Bisa Dideteksi dengan PCR-Swab Antigen


 Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI dr Slamet MHP menyebut Corona B117 yang terdeteksi memang bisa menularkan virus dalam jumlah yang lebih besar.

"Mutasi virus corona B.1.1.7 yang terdeteksi pertama di Inggris betul telah terdeteksi di Indonesia, mutasi virus ini lebih menular, orang yang terinfeksi varian ini juga dapat menularkan virus dalam jumlah yang lebih besar," kata dr Slamet dalam rilis Kementerian Kesehatan RI, ditulis Minggu (7/4/2021).


Di sisi lain, ia menegaskan belum ada bukti Corona B117 meningkatkan keparahan saat terinfeksi COVID-19. Menurutnya, orang yang terinfeksi Corona B117 juga masih bisa terdeteksi oleh alat tes Corona seperti PCR hingga swab antigen.


Namun, pendeteksian apakah seseorang tersebut terkena Corona B117 atau tidak, memang perlu dilakukan whole genome sequencing secara menyeluruh. Seperti yang dilakukan pada temuan dua kasus Corona B117 yang datang ke Indonesia di akhir Januari dan diumumkan pada 2 Maret 2021.

https://indomovie28.net/movies/sabyan-menjemput-mimpi/

Kontainer 'Nyangkut' di Pelabuhan, Pengiriman Barang Ambyar

 Kekacauan tengah melanda kegiatan kargo di seluruh dunia. Banyak barang yang tidak terangkut kapal karena kapasitas dan berbagai permasalahan akibat pandemi.

Mengutip The New York Times, Senin (8/3/2021), di lepas pantai Los Angeles, lebih dari dua lusin kapal kontainer yang diisi dengan sepeda latihan, barang elektronik, dan barang impor lainnya telah dianggurkan selama dua minggu lebih.


Di Kansas City, para petani tengah berjuang untuk mengirimkan kedelainya ke pembeli di Asia. Lalu di China, mebel yang ditujukan untuk Amerika Utara tengah menumpuk di pabrik karena tak bisa melakukan pengiriman.


Di seluruh dunia, pandemi telah mengganggu perdagangan secara luar biasa. Biaya pengiriman barang naik dan menambah tantangan baru bagi pemulihan ekonomi global. Pandemi ini telah mengubah alur kargo antar benua.


Lockdown yang terjadi di AS memicu lonjakan pesanan atas produk-produk dari pabrik di China. Warga AS yang terus berada di rumah memaksa mereka untuk belanja barang untuk keperluan bekerja dari rumah dan lain sebagainya. Sebagian besar produk itu dibawa dalam kontainer melalui Samudra Pasifik.


Sementara permintaan terus meningkat dari AS, di Asia kekurangan kontainer. Sebab kotak besi besar tersebut masih menumpuk di pelabuhan di AS dan belum kembali.

https://indomovie28.net/movies/saur-sepuh-ii-the-sacred-resting-place/


Selain itu kontainer yang membawa jutaan masker ke negara-negara di Afrika dan Amerika Selatan pada awal pandemi juga masih belum kembali. Hal itu karena banyak kapal induk lebih memilih untuk fokus di rute paling populer yang menghubungkan Amerika Utara dan Eropa ke Asia.


Lalu di pelabuhan-pelabuhan tempat kapal-kapal singgah, membawa barang-barang untuk dibongkar, mereka seringkali terjebak berhari-hari dalam kemacetan lalu lintas. Pandemi dan pembatasannya telah membatasi pekerja pelabuhan dan pengemudi truk, menyebabkan penundaan penanganan kargo dari California Selatan ke Singapura. Setiap kontainer yang tidak bisa dibongkar di satu tempat adalah kontainer yang tidak bisa dimuat di tempat lain.


"Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Semua mata rantai dalam rantai pasokan direntangkan. Kapal, truk, gudang," kata kepala Global Ocean Network di A.P. Moller-Maersk, Lars Mikael Jensen.


Ekonomi di seluruh dunia sedang menyerap efek riak dari gangguan terjadi ini. Biaya yang lebih tinggi untuk mengangkut biji-bijian dan kedelai Amerika melintasi Pasifik mengancam kenaikan harga pangan di Asia.

Kontainer kosong ditumpuk di pelabuhan di Australia dan Selandia Baru. Di sisi lain terjadi kelangkaan kontainer di pelabuhan Kolkata di India, memaksa perusahaan pembuat suku cadang elektronik untuk mengangkut barang dagangan mereka lebih dari 1.000 mil ke barat ke pelabuhan Mumbai, karena pasokan di sana lebih banyak.


Eksportir beras di Thailand, Vietnam dan Kamboja membatalkan beberapa pengiriman ke Amerika Utara karena juga tidak adanya kontainer.


Kekacauan di laut telah menjadi sumber keuntungan bagi perusahaan pelayaran seperti Maersk, yang pada Februari mengutip rekor harga pengangkutan tertinggi lebih dari US$ 2,7 miliar pendapatan sebelum pajak dalam tiga bulan terakhir tahun 2020.


Tidak ada yang tahu berapa lama pergolakan akan berlangsung, meskipun beberapa ahli berasumsi bahwa peti kemas akan tetap langka hingga akhir tahun. Hal itu karena pabrik yang membuatnya hampir semuanya di China berebut untuk mengejar permintaan.

https://indomovie28.net/movies/the-driftless-area/