Tahap kedua vaksinasi COVID-19 di Indonesia mulai menyasar para lansia atau lanjut usia. Beberapa di antaranya sudah berusia di atas 90 tahun, bahkan ada yang mendekati seabad.
Lansia masuk ke dalam prioritas vaksinasi setelah petugas kesehatan karena dinilai termasuk kelompok yang rentan terinfeksi maupun rentan mengalami dampak fatal. Kematian tertinggi pada infeksi COVID-19 terjadi di kelompok ini.
Di awal-awal vaksinasi, penyuntikan vaksin COVID-19 pada lansia sempat menjadi kontroversi. Ketika itu, belum ada satupun vaksin yang diujikan pada lansia, sehingga keamanannya belum terjamin.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada awal Februari 2021 akhirnya menyetujui pemberian vaksin Coronavax buatan Sinovac pada usia 60 tahun ke atas. Persetujuan ini didasarkan pada hasil analisis interim uji klinis di China.
Meski demikian, BPOM memberi catatan untuk berhati-hati pada usia 70 tahun ke atas. Dibutuhkan pendampingan khusus saat screening di usia tersebut.
"Data yang kami terima berdasarkan hasil uji klinis di Brasil untuk fase 3 adalah sampai usia 70 tahun," jelas Kepala BPOM RI Penny K Lukito, Minggu (7/2/2021).
Sosok-sosok yang sudah mendapat vaksin COVID-19 di atas usia 90 tahun antara lain sebagai berikut:
1. Eks Mentamben Dr Soebroto, 98 tahun
Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben) era Soeharto, Prof Dr Subroto, mendapatkan suntikan pertama vaksin Sinovac di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK), Kampus hang Jebat, Jakarta Selatan, Jumat (5/3/2021).
"Tidak sakit, terasa normal. Sekarang malah tambah semangat," katanya seusai penyuntikan.
Prof Subroto yang menjabat sebagai Mentamben pada periode 1978-1988 ini mendapat suntikan vaksin COVID-19 di usia 98 tahun.
Selain Prof Subroto juga ada Prof Emil Salim yang juga mendapat vaksin di atas usia 90 tahun. Bahkan lansia tertua yang menerima vaksin COVID-19, Siti Rumende Harahap, akan merayakan ultah ke-100 tahun ini. Selengkapnya di halaman berikut.
2. Ekonom senior Emil Salim, 92 tahun
Tokoh lansia yang juga mendapat vaksin COVID-19 di atas usia 90 tahun adalah Prof Dr Emil Salim, MA. Mantan menteri lingkungan hidup era Orde Baru ini disuntik bersama Dr Subroto di BBBPK, Jakarta Selatan.
"Saya tidak berasa apa-apa baru saja yang menggulung tangan baju udah disuruh turunkan lagi," kata Prof Emil usai disuntik.
3. Lansia tertua Siti Rumende Harahap, 99 tahun
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Siti Rumende Harahap, seorang lansia kelahiran Tapanuli Utara, sebagai lansia tertua yang mendapat vaksin COVID-19. Tanggal 24 November mendatang, ia genap berusia 100 tahun.
Menurut laporan yang diterima Menkes, Siti Rumende mendapat vaksinasi pertama di Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan. Ia diantar anaknya, dr Arnold Harahap, SpPD-KGEH, yang bertugas di RSUP Fatmawati.
https://indomovie28.net/movies/family-reconstruction/
Kemenkes Pastikan Corona B117 Bisa Dideteksi dengan PCR-Swab Antigen
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI dr Slamet MHP menyebut Corona B117 yang terdeteksi memang bisa menularkan virus dalam jumlah yang lebih besar.
"Mutasi virus corona B.1.1.7 yang terdeteksi pertama di Inggris betul telah terdeteksi di Indonesia, mutasi virus ini lebih menular, orang yang terinfeksi varian ini juga dapat menularkan virus dalam jumlah yang lebih besar," kata dr Slamet dalam rilis Kementerian Kesehatan RI, ditulis Minggu (7/4/2021).
Di sisi lain, ia menegaskan belum ada bukti Corona B117 meningkatkan keparahan saat terinfeksi COVID-19. Menurutnya, orang yang terinfeksi Corona B117 juga masih bisa terdeteksi oleh alat tes Corona seperti PCR hingga swab antigen.
Namun, pendeteksian apakah seseorang tersebut terkena Corona B117 atau tidak, memang perlu dilakukan whole genome sequencing secara menyeluruh. Seperti yang dilakukan pada temuan dua kasus Corona B117 yang datang ke Indonesia di akhir Januari dan diumumkan pada 2 Maret 2021.