Jumat, 30 April 2021

Mesin Cuci Baru Samsung Pakai Kecerdasan Buatan, Untuk Apa Sih?

  Samsung Smart EcoBubble resmi hadir di Indonesia. Mesin cuci ini dibekali teknologi kecerdasan buatan (AI), untuk apa sih?

Hendry Wijaya, Home Appliances Product Marketing Head SEIN, mengatakan selama ini mesin cuci front loading punya banyak pengontrolan di bagian panel. Niatnya memberikan banyak opsi pencucian, tapi malah jarang digunakan.


Dalam survei yang dilakukan Samsung, pengguna mesin cuci front loading menggunakan 4 cycle setiap minggu. Padahal raksasa teknologi Korea Selatan ini menyediakan 14 pilihan.


Uniknya lagi sebanyak 70% pengguna akan mengganti opsi pencucian dari menu utama. Opsi pencucian lain yang tersedia hanya dipakai 2 kali sebulan, pengguna mencuci hampir setiap hari.


"Menu-menu yang tadinya disajikan begitu lengkap di panel bagi yang nggak familiar mungkin bakal bingung harus mencet yang mana, terus pilih opsi yang mana. Buat yang mulai mencuci sendiri ini memang challenging," kata Hendry dalam acara peluncuran yang digelar secara online, Selasa (20/4/2021).

https://nonton08.com/movies/murders-made-to-order/


Berangkat dari sana, Samsung menghadirkan mesin cuci Smart EcoBubble yang dibekali AI Control Panel. Sehingga mudah digunakan bahkan oleh anak-anak sekalipun.

Panel utama mesin cuci ini hanya menampilkan tombol utama dan sejumlah informasi yang relevan, misalnya status pencucian, notifikasi error dan sebagainya.


Tidak sampai di situ, AI bakal mempelajari siklus dan pengaturan yang sering dipilih pengguna. Setelah 25 kali penggunaan akan otomatis memprioritaskan agar cepat diakses di panel kontrol.


Jadi, pengguna cukup tekan Start, tak perlu repot mengatur setting mesin cuci dari awal. Fitur bernama AI Pattern ini juga mampu merekomendasikan siklus tertentu berdasarkan pembelajaran terhadap siklus pencucian sebelumnya pada waktu tertentu.


"Kalau kita nyuci lagi tidak perlu repot. Kita tinggal mengikuti saran yang ada di panel aja," ujar Hendry.


Mesin cuci ini juga memiliki AI Wash yang mengandalkan empat macam sensor untuk mendeteksi berat pakaian, tingkat kekotoran cucian, dan mengoptimalkan jumlah air, deterjen, dan waktu pembilasan. Alhasil bisa menghemat waktu, air, dan daya listrik.


Mesin cuci ini juga mampu mendeteksi tingkat kotoran pakaian, sehingga dapat menyesuaikan tingkat pencucian. Untuk mempermudah pengoperasian, Samsung EcoBubble dapat terhubung dengan smartphone melalui aplikasi SmartThings.


Aplikasi SmartThings ini bisa diinstal di Android maupun iOS. Tapi memang jika menggunakan ponsel Samsung Galaxy akan lebih maksimal.


Di aplikasi SmartThings terdapat fitur Laundry Recipe yang merekomendasi pencucian yang disesuaikan dengan jenis pakaian yang dicuci. Saat pengguna pergi ke luar rumah dan tak tahu pasti jam berapa akan pulang, tersedia Laundry Planner untuk memulai dan mengakhiri pencucian kapan pun dinginkan, sehingga cucian tidak akan berbau atau kusut karena ditinggal terlalu lama dan tidak segera dibilas dan dikeringkan.


Samsung membekali mesin cuci dapat dilakukan lewat Drum Clean+. Fitur ini akan membersihkan bagian dalam mesin cuci dan menghilangkan 99,9 persen bakteri penyebab bau dengan semburan air yang kuat dan putaran yang cepat tanpa membutuhkan bahan kimia apapun.


Semburan air dan putaran cepatnya akan menghilangkan kotoran di sekitar karet pintu sehingga karet pintu selalu bersih dan segar. Agar seisi mesin cuci tetap bersih, terdapat Stay Clean Drawer yang memastikan deterjen terkirim ke dalam tabung dengan maksimal. Sehingga pencucian pakaian benar-benar optimal dan tidak ada deterjen yang terbuang percuma di drawer.

https://nonton08.com/movies/the-black-morning-glory/

Samsung Mulai Produksi Panel Layar Smartphone di India

Pada tahun lalu Samsung mengumumkan akan memulai memproduksi layar Smartphone di India dan juga berencana akan mendirikan pabrik senilai USD 500 juta yang berlokasi di India.

Produksi panel layar ini rencananya akan dimulai pada April 2020 namun karena pandemi di mana membuat seluruh negara lockdown akhirnya tertunda.


Di penghujung tahun 2020 Samsung bahkan memutuskan untuk mendatangkan tenaga kerja tambahan dari Korea Selatan untuk mempercepat produksinya. Dan kini Samsung dikabarkan sudah mulai memproduksi panel layar di India.


Dilansir detiKINET dari Gizchina, Selasa (20/4/2021) menurut laporan dari ET Telecom Samsung sekarang telah memulai pembuatan panel layar smartphone di pabrik Noida.


Saat ini perusahaan hanya fokus pada panel display untuk smartphone. Sepertinya Samsung ingin meningkatkan produksi dan mulai fokus pada panel layar untuk monitor dan juga produk IT lainnya.


Laporan tersebut lebih lanjut menambahkan bahwa pabrik baru ini akan memberikan 500 kesempatan kerja langsung dan sekitar 1.300 pekerjaan secara tidak langsung. Menurut statistik terbaru, perusahaan telah menginvestasikan sekitar INR 4.825 crores atau sekitar USD 653 juta.


Dengan perkembangan baru ini, Samsung kini telah mengalihkan manufaktur panel displaynya dari China ke India. Samsung telah memproduksi sekitar 70% kebutuhan layarnya di China. Namun tak lama lagi, angka-angka ini akan berubah berkat pabrik manufaktur India.


Pemerintah India sedang berupaya menjadikan negaranya sebagai pusat manufaktur elektronik besar berikutnya setelah China.


Untuk mencapai status tersebut, pemerintah menawarkan berbagai insentif yang tentunya bergantung pada berbagai faktor. Karena dorongan baru Samsung akan meningkatkan rencana India, pemerintah menawarkan sekitar USD 61 juta sebagai insentif keuangan kepada perusahaan.


Perlu juga dicatat bahwa Samsung adalah satu-satunya perusahaan yang berhasil memenuhi persyaratan skema PLI pemerintah. Berbagai pembuat smartphone lain seperti Apple, Foxconn, dan Wistron telah berjuang untuk memenuhi permintaan tersebut. Karena itu, keputusan baru Samsung untuk membawa manufaktur ke India juga dapat memaksa pesaing untuk melakukan hal yang sama.

https://nonton08.com/movies/johnny-english/


Mesin Cuci Baru Samsung Pakai Kecerdasan Buatan, Untuk Apa Sih?


 Samsung Smart EcoBubble resmi hadir di Indonesia. Mesin cuci ini dibekali teknologi kecerdasan buatan (AI), untuk apa sih?

Hendry Wijaya, Home Appliances Product Marketing Head SEIN, mengatakan selama ini mesin cuci front loading punya banyak pengontrolan di bagian panel. Niatnya memberikan banyak opsi pencucian, tapi malah jarang digunakan.


Dalam survei yang dilakukan Samsung, pengguna mesin cuci front loading menggunakan 4 cycle setiap minggu. Padahal raksasa teknologi Korea Selatan ini menyediakan 14 pilihan.


Uniknya lagi sebanyak 70% pengguna akan mengganti opsi pencucian dari menu utama. Opsi pencucian lain yang tersedia hanya dipakai 2 kali sebulan, pengguna mencuci hampir setiap hari.


"Menu-menu yang tadinya disajikan begitu lengkap di panel bagi yang nggak familiar mungkin bakal bingung harus mencet yang mana, terus pilih opsi yang mana. Buat yang mulai mencuci sendiri ini memang challenging," kata Hendry dalam acara peluncuran yang digelar secara online, Selasa (20/4/2021).


Berangkat dari sana, Samsung menghadirkan mesin cuci Smart EcoBubble yang dibekali AI Control Panel. Sehingga mudah digunakan bahkan oleh anak-anak sekalipun.

https://nonton08.com/movies/47-hours-to-live/