Senin, 03 Mei 2021

Startup Pendidikan CoLearn Dapat Pendanaan Seri A USD 10 Juta

 - CoLearn, startup edtech (teknologi pendidikan) yang berbasis di Jakarta, mendapatkan pendanaan seri A sebesar USD 10 juta (Rp 143 miliar) dari Alpha Wave Incubation (AWI) dan investor edtech asal Amerika Serikat, GSV Ventures. Investor yang sebelumnya telah memberikan pendanaan seperti Surge Sequoia Capital India dan AC Ventures juga kembali berpartisipasi dalam seri ini.

Meskipun Indonesia memiliki potensi yang signifikan dalam bidang pendidikan, dunia edtech di Indonesia sebelumnya terbatas dalam inovasi dan tidak terlalu dilirik oleh investor. Maka dari itu, putaran pendanaan terbaru ini telah menjadikan CoLearn salah satu startup edtech yang paling banyak didanai di Indonesia.


Pendanaan kali ini hanya berjarak kurang dari 6 bulan sejak pendanaan yang terakhir. CoLearn meluncurkan aplikasinya pada bulan Agustus 2020, ketika pandemi COVID-19 sedang pada puncaknya.


Dengan cepat, CoLearn menjangkau 3,5 juta murid. Para murid menanyakan lebih dari 5 juta pertanyaan per bulannya. Semua pertanyaan mereka terjawab oleh Tanya, yang merupakan teknologi artificial intelligence (AI) buatan CoLearn. Dalam sebuah survei, 80% murid melihat peningkatan nilai setelah menggunakan CoLearn.

Tidak hanya membantu murid Indonesia mengerjakan PR dengan cepat, CoLearn memastikan para murid mendapatkan bantuan kualitas terbaik. Video solusi yang tersedia dibuat oleh tutor-tutor terbaik di Indonesia dan berisikan langkah-langkah mendetail serta pembahasan mendalam.

https://nonton08.com/movies/noraebang-hot-women-2/


Hal ini efektif membantu murid menghilangkan kecemasan dan rasa takut mereka terhadap mata pelajaran sulit seperti matematika. Para murid juga didorong untuk kemudian memperdalam pemahaman mereka dengan menghadiri kelas live online yang dibawakan secara interaktif oleh Guru Juara.


Kelas Live dirancang sebagai lingkungan belajar yang positif bagi para murid. Di dalam setiap kelas, Guru Juara bertindak sebagai panutan yang mendorong dan menyemangati murid, sementara teman-teman sekelas lainnya pun tekun untuk belajar. Lingkungan belajar seperti ini menumbuhkan kepercayaan diri murid dalam menghadapi mata pelajaran yang sulit seperti Matematika. Di kelas, murid diajak memahami konsep-konsep yang kompleks melalui cara yang menarik dan mudah dipahami.


"Meskipun memiliki ekosistem pendidikan terbesar keempat di dunia dengan 50 juta murid, tiga juta guru, dan sekitar setengah juta sekolah, selama beberapa dekade kualitas pendidikan di Indonesia tetap jauh di bawah potensi yang sebenarnya. Semangat untuk memotivasi murid dan memastikan mereka bisa sukses di dunia yang kian mengglobal adalah hal yang menggerakkan kami semua di CoLearn," jelas Co-Founder dan CEO CoLearn Abhay Saboo dalam keterangan tertulis, Jumat (23/4/2021).


Sejak dulu, Indonesia selalu tertinggal dari negara-negara tetangganya di wilayah Asia dalam bidang investasi dan inovasi pendidikan. Sebelum pandemi COVID-19, murid di Indonesia sangat bergantung pada tempat les atau bimbel (bimbingan belajar) untuk mendapatkan pelajaran tambahan.


Hal ini terjadi karena tidak terlalu banyak pilihan bimbel online tersedia di Indonesia. Namun, saat ini Indonesia berada di titik segalanya akan berubah. Dengan peningkatan akses internet dan smartphone, ditambah lagi penutupan sekolah-sekolah karena pandemi, solusi berbasis teknologi pendidikan dengan cepat diterima oleh masyarakat.


"Orang Indonesia banyak yang belum sadar bahwa pendidikan adalah sarana untuk memperbaiki kekuatan ekonomi negara. Orang tua belum menyambungkan kedua titik itu. Tapi sekarang, perlahan-lahan sudah ada perubahan. Misi kami adalah mempercepat perubahan itu dengan meningkatkan kualitas pendidikan," tambah Abhay.


CoLearn didukung oleh kumpulan investor global terbaik seperti AWI, GSV, dan Surge Sequoia Capital India. Bagi investor seperti AWI dan GSV Ventures, CoLearn menandai awal investasi dan sebuah taruhan jangka panjang di negara terpadat keempat di dunia.


AWI adalah perusahaan venture capital senilai USD 300 juta, didukung oleh DisruptAD dan dikelola oleh Falcon Edge Capital, perusahaan pendanaan dunia bernilai USD 5 miliar. GSV Ventures, salah satu investor lainnya di CoLearn, adalah perusahaan venture capital berbasis di Amerika Serikat yang menyuntikkan dana di bidang teknologi pendidikan. GSV berinvestasi pada para pemimpin yang tengah mengubah pasar pendidikan global. CoLearn adalah investasi GSV yang pertama di Indonesia.

https://nonton08.com/movies/bosomy-elder-sister-in-law/

Minggu, 02 Mei 2021

Kasus Tes Antigen Bekas Bikin Resah, Begini Cara Mengenalinya

 Temuan alat tes swab antigen bekas yang dipakai ulang bikin resah, bukan saja karena bikin hasil tes tidak akurat tetapi juga bisa menularkan virus Corona. Dokter membagikan cara praktis untuk mengenalinya.

Pertama, pastikan kemasan alat swab masih ada dalam kemasan dan tersegel dengan baik. Menurut dr Hadian Widyatmojo, SpPK dari Primaya Hospital Karawang, pasien bisa meminta petugas untuk menunjukkan kemasan sebelum dibuka.


"Anda bisa mencurigai jika tidak melihat alat swab tersebut dibuka dari tempatnya di depan Anda," kata dr Hadian dalam keterangannya untuk wartawan.


Masih soal kemasan, dr Dwi Fajaryani, SpPK menyarankan untuk memperhatikan perlekatan. Jika kemasan dilekatkan dengan lem atau double tape, kemungkinan alat tersebut adalah alat antigen bekas pakai.


"Pastikan alat swab tersebut masih baru dan perhatikan perlekatan kemasannya harus dalam keadaan sempurna seperti dari pabrik," jelas dr Dwi.


Selain kemasan, wujud alat swab itu sendiri juga bisa membedakan antara alat antigen baru dan alat antigen bekas. Alat tes yang baru memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


Permukaan swab stick berwarna putih bersih

Masih mulus atau tidak tampak bergerigi

Tidak beraroma.

Soal masa kedaluwarsa, dr Hadian menyebut tiap merek berbeda-beda. Yang harus dipastikan, alat tersebut punya izin edar.


"Umumnya sebuah alat swab bisa bertahan bertahun tahun dari masa produksinya," jelas dr Hadian.

https://tendabiru21.net/movies/denial-4/


Putra Baim Wong Kena Flu Singapura, Ini Sederet Gejalanya


 Kiano Tiger Wong, putra Baim Wong dan Paula Verhoeven, terserang flu singapura baru-baru ini. Awalnya ditandai dengan bintik merah disertai demam.

Kondisi Kiano tersebut diungkap Paula melalui tayangan YouTube Baim-Paula. Dikatakan, kondisi Kiano saat ini sudah membaik meski masih tetap butuh pengobatan.


Awalnya, Paula mengira bintik merah yang dialami Kiano hanya karena demam. Munculnya demam pun cuma di malam hari, sedangkan pada siang hari suhu tubuhnya berangsur normal.


"Misalnya siang enggak panas, sore sudah mulai hangat, malam mulai panas lagi. Makanya semalam pas dia bangun jam 3, aku langsung kasih obat," papar Paula.


Baru setelah diperiksakan ke dokter, dipastikan Kiano terserang flu singapura. Dokter menduga, Kiano tertular penyakit ini di sebuah kolam.


"Saya pikir awalnya campak, tapi kok jadi gede (bentol) menyebar," kata sang dokter.


Flu singapura merupakan istilah lain untuk menyebut hand-foot-and-mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan, kaki, dan mulut. Penyakit ini menular dan disebabkan oleh infeksi virus, yakni coxsackievirus.


Selain bintik merah dan demam, gejala apa saja yang dialami Kiano?


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA


Hardiknas 2021, Nadiem Ungkap 4 Upaya Perbaiki Sistem Pendidikan RI


- Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim memberikan sambutan dalam upacara hari pendidikan nasional (Hardiknas) yang digelar secara virtual. Nadiem menyatakan pihaknya akan terus memperbaiki pendidikan di Indonesia dengan transformasi melalui terobosan merdeka belajar.

Peringatan Hardiknas itu disiarkan di akun YouTube Kemendikbud RI, Minggu (2/5/2021). Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan sambutan Nadiem.


"Hari ini adalah sebuah momen yang tepat bagi kita untuk merefleksikan kembali apa saja yang sudah dikerjakan dengan baik dan apa saja yang perlu diperbaiki. Lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang," kata Nadiem, dalam sambutannya.


"Saya ingin anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Karenanya, kementerian ini secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan merdeka belajar," lanjutnya.


Nadiem menegaskan pihaknya terus melakukan transformasi untuk memperbaiki sistem pendidikan dengan program merdeka belajar. Ada 4 upaya yang dilakukan.


"Pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi dan asesmen," ujarnya.

https://tendabiru21.net/movies/johnny-english-strikes-again/