Apple dilaporkan sedang mengerjakan teknologi yang dapat mendeteksi tekanan darah pengguna dengan menggunakan jaringan netral dan data seismokardiogram tanpa pengguna harus menggunakan manset pengukur tekanan darah.
Dilansir detikINET dari Apple Insider, Jumat (23/4/2021) paten yang diajukan Apple kemungkinan akan dibenamkan di perangkat Apple Watch-nya.
Paten ini berjudul 'Jaringan saraf yang dapat ditafsirkan untuk estimasi tekanan darah tanpa lengan' mengeksplorasi penggunaan jaringan saraf untuk memperkirakan tekanan darah menggunakan data seismokardiogram.
Jadi nantinya dengan teknologi ini memungkinkan pengguna dapat memantau tekanan darah tanpa harus menggunakan alat tambahan di tangan.
Tidak seperti elektrokardiogram, yang mengandalkan sinyal listrik untuk memantau detak jantung, seismokardiogram mengukur getaran mikro yang dihasilkan oleh detak jantung.
Terdapat perangkat seismokardiogram yang cukup kecil untuk dianggap dapat dikenakan, meskipun sistem sensitif ini biasanya ditempatkan di atas tulang dada pengguna untuk mengukur getaran menit di dalam atau di dekat jantung.
Menurut paten Apple, sistem akan bekerja dengan memanfaatkan jaringan netral yang dipangkas secara individual yang menerima seismokardiogram sebagai input. Jaringan saraf itu kemudian akan menggunakan data tersebut untuk memperkirakan tekanan darah.
Untuk hasilnya belum diyakini seberapa akuratnya nanti jika dibandingkan dengan metode yang lebih tradisional namun seperti halnya fitur kesehatan lainnya di produk Apple seperti Apple Watch. Teknologi ini tidak dimaksudkan untuk digunakan secara diagnostik artinya pengguna masih harus tetap ke dokter untuk penyelidikan lebih lanjut jika dirasa data yang dihasilkan tidak normal.
Dan perlu diingat ini masih sebuah paten jadi belum diketahui apakah Apple akan benar-benar membenamkan teknologi tersebut ke Apple Watch-nya.
https://nonton08.com/movies/arena-of-the-street-fighter/
Menkominfo Minta Telkomsel-Smartfren Optimalisasi Frekuensi 2,3 GHz
Telkomsel dan Smartfren menang lelang frekuensi 2,3 Ghz. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate meminta mereka mengoptimalkan layanan 4G.
Pada Kamis (22/4) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengumumkan pemenang lelang frekuensi 2,3 GHz. Telkomsel mendapatkan 20 MHz setelah menawarkan Rp 353,8 miliar untuk dua blok dan Smartfren Rp 176,5 miliar.
Bila dibandingkan dengan lelang frekuensi 2,3 GHz yang dibatalkan pada 2020 lalu, nilai penawaran satu blok di spektrum ini lebih tinggi. Diketahui, saat itu semua operator seluler menawarkan harga yang sama, yakni Rp 144,8 miliar.
"Pertama, yang menjadi perhatian saya karena ini rebidding, apakah ada peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)? saya berharap ada peningkatan PNBP untuk memaksimalkan penerimaan negara di sektor spektrum frekuensi, khusus di tengah COVID-19 yang mana negara butuh penerimaaan besar," kata Johnny di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (23/4/2021).