Jumat, 11 Juni 2021

Raksasa Ride Hailing di China Bakal IPO, Mau Saingi Uber

 Perusahaan raksasa ride-hailing (seperti Gojek/Uber) China, Didi Chuxing, telah mengajukan diri untuk go public pada hari Kamis (10/6/2021) kemarin. Dilaporkan bahwa pengajuan go public ini bisa menjadi salah satu IPO terbesar tahun ini pada bidang teknologi.

Melansir dari CNBC, Jumat (11/6/2021), sebelumnya perusahaan telah melaporkan jumlah pendapatannya sebesar US$ 21,6 miliar atau sekitar Rp 306,7 triliun (dengan kurs Rp 14.200/dolar AS) tahun lalu. Mereka juga telah membukukan laba pada kuartal terakhir ini dengan pendapatan sebesar US$ 6,4 miliar atau sekitar Rp 90,8 triliun.


Secara khusus, perusahaan melaporkan laba bersih sebesar US$ 837 juta atau sekitar 11,8 triliun sebelum pembayaran tertentu kepada pemegang saham, dan laba bersih komprehensif sebesar US$ 95 juta atau sekitar 1,3 triliun untuk kuartal tersebut.


Antara 2019 dan 2020, pendapatan Didi menyusut hampir 10% karena pandemi Covid-19 melanda China tahun lalu. Namun, sebelum pandemi, pendapatan tumbuh 11% antara 2018 dan 2019. Selain itu, pendapatan telah bangkit kembali di kuartal pertama karena pemulihan pandemi berjalan lancar, dengan pertumbuhan 107% di kuartal pertama bila dibandingkan dengan kuartal akhir pada tahun sebelumnya.


Beberapa profitabilitas perusahaan di kuartal pertama dapat dikreditkan ke keuntungan investasi sebesar US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 26,9 triliun terkait dengan spin-off dan divestasi.


Diperkirakan, Didi baru-baru ini bernilai US$ 62 miliar atau sekitar Rp 880 triliun setelah putaran penggalangan dana Agustus, menurut data PitchBook. Saat ini Didi sedang didukung oleh raksasa investasi seperti SoftBank, Alibaba, dan Tencent.


Bloomberg melaporkan perusahaan dapat memiliki penilaian US$ 100 miliar atau sekitar Rp 1.420 triliun pada saat IPO-nya. Tidak seperti Uber, Didi masih banyak berinvestasi dalam mewujudkan robotaxis self-driving, dan baru-baru ini mendapat persetujuan untuk menguji kendaraan self-driving di Beijing.


Berdasarkan data tersebut, perusahaan ride-hailing China ini bisa menjadi salah satu perusahaan teknologi dengan debut IPO terbesar secara global tahun ini.

https://movieon28.com/movies/fearless-2/


Intel Tiger Lake-H untuk Laptop Dirilis, Tantang Ryzen 5000


 Intel merilis 10 prosesor anyar generasi ke-11 seri H, atau Tiger Lake-H, yang bakal menjadi penantang AMD Ryzen 5000.

Dari 10 prosesor tersebut, lima di antaranya adalah prosesor kelas consumer dan lima sisanya adalah prosesor kelas komersial. Masing-masing terdiri dari tiga prosesor delapan core dan dua prosesor enam core.


Semuanya pun punya thermal design power (TDP) 35W, kecuali Core i9-11980HK yang punya TDP 65W. Semuanya itu bakal dipakai di 30 laptop ultra portabel dan 80 workstation yang bakal dirilis dalam waktu dekat.


Intel mengklaim kalau prosesor ini punya peningkatan performa yang signifikan dibanding pendahulunya, Comet Lake. Peningkatan yang signifikan itu menurut Intel adalah 19% dalam performa multi thread.


Khusus untuk Core i9-11980HK, Intel mengklaim kalau punya frame rate jauh lebih tinggi dibanding versi Comet Lake-nya di game Hitman 3, Far Cry New Dawn, dan Tom Clancy/s Rainbow Six Siege, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Sabtu (15/5/2021).


Intel juga sesumbar kalau prosesor tersebut lebih kencang dari Ryzen 9 5900HX di game yang sama. Lalu Core i5-11400H bakal lebih kencang dibanding Ryzen 9 5900HS di beberapa game, dan hampir sama di game lainnya.


Ada satu aspek yang tak dipamerkan Intel dari jajaran prosesor baru ini, yaitu konsumsi daya, yang berdampak pada daya tahan baterai -- ini adalah jajaran prosesor untuk laptop.


Jajaran prosesor baru ini mendukung PCIe dengan 44 lane, Thunderbolt 4 dengan bandwidth 40Gbps, Intel Killer WiFi 6E (Gig+), Optane H20, dan Intel Turbo Boost Max Technology 3.0 sampai dengan 5.0GHz.


Versi komersial juga mendukung platform Intel vPro, termasuk sejumlah fitur keamanan dan manajemen khusus, seperti Hardware Shield. Soal performa, Core i9-11950H menurut Intel 29% lebih kencang dibanding pendhulunya dalam pengembangan produk, 12% lebih kencang dalam pekerjaan layanan finansial, dan 29% lebih kencang dalam pekerjaan media dan hiburan.

https://movieon28.com/movies/the-romancing-star-iii/

Moeldoko Kirim 'Penangkal Corona' Ivermectin ke Kudus dan Semarang

 Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko memberikan tes antigen gratis sekaligus obat Ivermectin yang diklaim 'obat yang mengalahkan COVID-19' di Kota Semarang.

Ketua Perempuan Tani HKTI Jawa Tengah, Nurfaiza mengatakan HKTI melalui prakarsa Moeldoko memberikan bantuan berupa obat Ivermectin di Kota Semarang dengan dibarengi tes antigen gratis di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Pedurungan, Semarang Timur, Banyumanik, dan hari ini di Kecamatan Gayamsari.

https://movieon28.com/movies/my-neighbours-are-phantoms/


"Dari HKTI perempuan tani Jateng bekerjasama dengan PT Harsen Laboratories membagikan donasi obat Invermectin sebanyak Kota Semarang 600 pack sama di Kudus kemarin 2.500 pack," kata Nurfaizah di kantor Kecamatan Gayamsari Semarang, Jumat (11/6/2021).


Ia menjelaskan obat tersebut diberikan ketika hasil tes antigen diketahui reaktif. Benar saja, di tiga Kecamatan yang sudah dilakukan antigen gratis ada yang positif dan diberi obat tersebut dengan pengawasan.


"Hasilnya setelah reaktif kita bagikan obat ini (Ivermectin) selama 5 hari berturut-turut seharinya satu tablet selama 5 hari nanti dari HKTI dan PT Harsen tetap memantau pasien itu sampai benar-benar 5 hari, lalu hari keenam kita swab antigen lagi sampai benar-benar negatif. Kita yang bertanggungjawab dari HKTI dan Harsen. Itu tujuan kami untuk membantu masyarakat di wilayah Jateng supaya sehat kembali," jelasnya.


Sementara itu Iskandar Purnomo Hadi Direktur Komunikasi PT Harsen Laboratories mengatakan Ivermectin sudah mendapatkan izin BPOM sebagai obat antiparasit yang bisa menyembuhkan penyakit cacingan. Untuk izin mengobati penyakit COVID-19 menurutnya sedang berproses.

Masih uji klinis di Balitbangkes

"Baru sekitar 2 bulan lalu kita mendapat izin dari BPOM untuk obat anti parasit. Tapi maksud kita sebenarnya untuk obat ini bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19 tapi dari BPOM untuk mengeluarkan ini obat covid sedang diproses," kata Iskandar.


Uji klinis untuk obat tersebut sebagai obat COVID-19, lanjut Iskandar, sudah dilakukan sejak pekan lalu dan didanai oleh Balitbangkes Kementerian Kesehatan.


"Sudah dilakukan sejak minggu lalu didanai Balitbang kesehatan Kemenkes, partisipasi 8 rumah sakit," ujarnya.


Meski proses sedang berjalan, Iskandar menyebut sudah ada bukti di beberapa negara yang menggunakan obat Ivermectin salah satunya India. Menurutnya angka kasus corona di India menurun setelah obat tersebut dibagikan.


"Kita kalau untuk hasil sebetulnya banyak, kita sudah pernah India kita kirim, di India sudah terbukti, sudah banyak yang sembuh hasil dari obat ini," tandasnya.


Ia menjelaskan obat Ivermectin belum bisa ditemukan di sembarang apotek karena masih fokus untuk diberikan sebagai bantuan. Namun ia menegaskan harganya jauh lebih murah dari obat lain.


"Kalau dibandingkan dengan obat COVID-19 lain sekarang harganya 1 tablet ratusan ribu sedangkan ini 1 tablet Rp 20 ribu. Makanya kita ingin bagikan ke masyarakat karena menurut kita dan semua orang yang sudah menggunakan obat ini sangat efektif dan dapat mencegah," terangnya.


Simak pernyataan lengkap BPOM di halaman selanjutnya terkait Ivermectin.


Pernyataan BPOM

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan obat Ivermectin memerlukan studi lebih lanjut terkait efektivitas, keamanan, hingga khasiatnya. Obat Ivermectin juga tak bisa dibeli secara bebas, terlebih memiliki beragam efek samping seperti berikut.

Nyeri otot


Nyeri sendi


Ruam kulit


Demam


Pusing


Sembelit


Diare


Mengantuk


Sindrom Stevens-Johnson.


"Badan POM RI terus memantau pelaksanaan dan menindaklanjuti hasil penelitian serta melakukan update informasi terkait penggunaan obat Ivermectin untuk pengobatan COVID-19 melalui komunikasi dengan World Health Organization (WHO) dan Badan Otoritas Obat negara lain," jelas BPOM dalam rilis resminya, dikutip Kamis (10/6/2021).


"Untuk kehati-hatian, Badan POM RI meminta kepada masyarakat agar tidak membeli obat Ivermectin secara bebas tanpa resep dokter, termasuk membeli melalui platform online. Untuk penjualan obat Ivermectin termasuk melalui online tanpa ada resep dokter dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pesan BPOM.

https://movieon28.com/movies/lover-at-large/