Sabtu, 26 Juni 2021

Gejala Corona Varian Delta yang Dianggap Mampu Menular dengan Berpapasan

  Varian Delta yang awalnya ditemukan di India kini telah menyebar di seluruh dunia, salah satunya Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan varian tersebut terdeteksi di lebih dari 80 negara dan terus bermutasi saat menyebar.

Penelitian telah menunjukkan varian ini bahkan lebih menular daripada varian lainnya. Bahkan varian ini disebut bisa menular hanya dalam beberapa detik.


Pejabat WHO juga mengatakan ada laporan bahwa varian Delta menyebabkan gejala yang lebih parah, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi kesimpulan tersebut.


Gejala varian Delta COVID-19

Selama pandemi, ahli di seluruh dunia telah memperingatkan bahwa gejala utama COVID-19 adalah demam, batuk terus-menerus, dan kehilangan rasa atau penciuman dengan beberapa variasi dan tambahan lainnya.


Daftar gejala terbaru CDC, termasuk kelelahan, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, dan diare sebagai kemungkinan gejala infeksi.


Sementara itu gangguan pendengaran, gangguan lambung yang parah, dan pembekuan darah yang mengarah ke gangren, gejala yang biasanya tidak terlihat pada pasien Covid, telah dikaitkan oleh dokter di India dengan varian Delta.


"Tahun lalu, kami pikir kami telah belajar tentang musuh baru kami, tetapi itu berubah. Virus ini telah menjadi sangat, sangat tidak terduga," kata salah satu dokter di India, Abdul Ghafur, kepada Bloomberg.


Sakit perut, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, gangguan pendengaran, dan nyeri sendi adalah beberapa penyakit yang dialami pasien COVID-19, menurut enam dokter yang merawat pasien di seluruh India.


Bagaimana mencegah varian Delta?

Tetap disiplin dalam protokol kesehatan jadi kunci untuk mencegah virus Corona, juga varian Delta. Selain itu kurangi kumpul-kumpul, jika memungkinkan pakai masker dobel, dan lakukan vaksinasi segera.


Vaksinasi bisa mencegah penularan dan jika tertular, kebanyakan pasien hanya mengalami gejala ringan.

https://maymovie98.com/movies/vengeance-is-mine-reinventing-man-on-fire/


Penting! 5 Cara Sederhana Ini Bisa Tingkatkan Kadar Oksigen dalam Darah


 Masalah kesehatan yang terjadi sering kali dipicu oleh kadar oksigen yang rendah. Akan tetapi, terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mencegah berkurangnya oksigen dalam darah.

Seperti diketahui, darah memang bertugas untuk menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Saat darah kekurangan oksigen, maka kinerja tubuh menjadi terganggu. Adapun sejumlah gejala yang bisa dialami jika seseorang kekurangan oksigen, yaitu:


Sakit kepala

Sesak napas (paling umum)

Detak jantung cepat

Batuk-batuk

Napas ngos-ngosan

Bingung.

Dalam istilah medis, kadar oksigen dalam darah disebut juga dengan saturasi oksigen. Salah satu alat untuk mengukur saturasi oksigen tersebut adalah oxymeter.


Orang yang sehat biasanya akan memiliki jumlah kadar oksigen dalam darah sebanyak 95-100 persen. Sedangkan pada orang yang memiliki masalah paru-paru, seperti asma dan PPOK, maka saturasi oksigennya berada di bawahnya.


Pada kondisi saturasi oksigen yang rendah, biasanya berkisar antara 90-92 persen yang menandakan bahwa terdapat masalah pada paru-paru dan Anda membutuhkan oksigen tambahan. Apabila kadar oksigennya berada di bawah 90 persen, maka sebaiknya langsung mencari pertolongan medis.


Dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kekurangan oksigen dalam darah.


1. Konsumsi makanan yang memperlancar sirkulasi

Sejumlah makanan tertentu bisa memperlancar sirkulasi darah. Nitrat merupakan salah satu senyawa yang bisa mengendurkan pembuluh darah. Jika pembuluh darah kendur, maka suplai oksigen ke dalam tubuh bisa meningkat.


Kandungan ini dapat ditemukan dalam buah bit, bawang putih, sayuran hijau, buah delima, sayuran selingan, kecambah, daging, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Sejumlah makanan ini bisa membantu melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.


Untuk lebih memaksimalkan aliran darah, konsumsi juga asupan folat dan B12 sebagai pembentuk zat besi yang berfungsi untuk membawa oksigen dari darah.

https://maymovie98.com/movies/i-spit-on-your-grave-iii-vengeance-is-mine/

Pengobatan Skoliosis Bersama Dokter Phedy, Konsultan Tulang Belakang

 dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine (dok. Eka Hospital)


Mengenal Skoliosis


Jakarta - Setiap tahunnya, bulan Juni diperingati sebagai Scoliosis Awareness Month atau Bulan Kepedulian Skoliosis. Mungkin bagi sebagian orang, istilah skoliosis masih terdengar awam. Lalu, sebenarnya apakah skoliosis itu?

https://maymovie98.com/movies/goblin-slayer-goblins-crown/


Menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine dari Eka Hospital BSD, skoliosis merupakan kondisi tulang belakang yang tidak normal karena berbentuk melengkung seperti huruf C atau S.


"Biasanya skoliosis ditemukan pada usia pubertas yaitu usia 10 sampai dengan 18 tahun dan secara umum, wanita lebih rentan mengidap skoliosis dibandingkan pria," jelas dr. Phedy dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/6/2021).


Apa Penyebab Skoliosis?


Ada 4 faktor yang dapat menyebabkan skoliosis, salah satunya faktor yang disebabkan oleh genetik yang disebut skoliosis idiopatik. Menurut dr. Phedy jenis skoliosis ini paling banyak diderita. Lain lagi dengan kondisi yang disebabkan karena kerusakan bantalan dan tulang belakang yang aus seiring pertambahan usia yang disebut skoliosis degeneratif.


Kondisi rusaknya jaringan saraf dan otot yang menyebabkan kelengkungan tulang belakang disebut dengan skoliosis neuromuscular. Sedangkan, skoliosis kongenital terjadi karena pertumbuhan tulang belakang yang tidak normal ketika masih di dalam kandungan. Lalu, mengapa seseorang bisa mengidap skoliosis?


"Tentunya ada beberapa gejala yang dapat dilihat sehingga seseorang dapat didiagnosa mengidap skoliosis. Misalnya, apakah tubuh penderita condong ke satu sisi, salah satu bahu lebih tinggi, salah satu tulang belikat lebih menonjol, atau tinggi pinggang yang tidak rata," tutur dr. Phedy.


Namun, penyakit ini tidak dapat disembuhkan dengan sendirinya tanpa bantuan dokter spesialis tulang. Pasalnya, dokter akan melakukan pengecekan lebih detail dan rinci dari gejala yang dialami oleh pasien serta pemeriksaan secara fisik seperti meminta pasien berdiri, membungkuk dan melihat seberapa tingkat keparahan postur tubuh yang tidak simetris.


Selain itu, dokter akan memeriksa apakah ada otot dan saraf yang lemah, kaku, atau adanya refleks yang tidak normal. Melalui pemeriksaan fisik yang didukung oleh foto rontgen dan CT scan, nantinya akan terlihat secara jelas lengkungan tulang belakang yang diderita.


Dr. Phedy menjelaskan bahwa seseorang yang mengidap skoliosis dapat diobati dengan beberapa cara seperti observasi yang dilakukan pada skoliosis ringan karena tidak memerlukan pengobatan khusus. Pasien dianjurkan melakukan exercise untuk melenturkan dan menguatkan otot punggung.


Berikutnya, dengan melalui metode Orthosis (brace) yang diindikasikan pada skoliosis dengan kelengkungan antara 35-45 derajat dan tulang yang belum matang pertumbuhannya. Pada kondisi tulang yang sudah matang, atau kelengkungan lebih 45 derajat, brace tidak banyak berguna. Terakhir adalah melalui tindakan Operasi yang dilakukan bila kelengkungan skoliosis lebih dari 45 derajat.


Apakah Operasi pada Pengidap Skoliosis Berbahaya?


Operasi skoliosis adalah operasi besar pada tulang belakang dengan risiko kematian dan kelumpuhan. Namun, dengan perkembangan teknologi saat ini, risiko kematian dan kelumpuhan tersebut dapat ditekan bahkan hingga mendekati 0 persen.


Saat ini telah tersedia alat navigasi dan robotic spine yang berfungsi memandu dokter bedah dalam memasukkan screw pada saat operasi. Akurasi navigasi dan robotik dalam memasukkan screw diklaim mencapai 99.9%. Selain itu, alat navigasi dan robotik ini memungkinkan operasi skoliosis dengan teknik minimal invasif atau operasi dengan luka sayatan yang lebih kecil dan risiko pendarahan yang lebih sedikit sehingga dapat mengurangi kebutuhan transfusi darah. Saat ini juga telah tersedia alat monitoring saraf yang dapat memantau kondisi saraf selama operasi berlangsung.

https://maymovie98.com/movies/how-to-lose-friends-alienate-people/