Selasa, 19 November 2019

Termasuk Bahan Ramuan Rahasia Jokowi, Kunyit Disebut Bisa Cegah Kanker

 Temulawak, jahe, dan kunyit menjadi bahan ramuan rahasia Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam video yang diunggah di akun resminya, Jokowi mengatakan sudah meminum ramuan jamu itu sejak 18 tahun lalu.

"Saya rasa akan memberikan manfaat yang baik untuk kebugaran tubuh. Ingin mencoba? Ya dibuat sendiri, he-he-he...," katanya.

Salah satu bahan ramuan jamu Jokowi yang sering kita temui adalah kunyit. Tanaman kunyit tergolong keluarga Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara, dan diduga kuat berasal dari India dan Indo-Malaysia.

Kunyit mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri. Kurkuminoid inilah yang memberikan kesan warna kuning jingga pada tanaman ini. Selain 2 bahan utama tersebut, kunyit juga mengandung beberapa senyawa lain seperti pati, lemak, protein, kamfer, resin, damar, kalsium, dan zat besi.

Senyawa yang terkandung dalam kunyit yaitu kurkuminoid dan minyak atsiri mempunyai peranan sebagai antioksidan, antitumor, dan antikanker. Sebuah penelitian menunjukkan senyawa kurkuminoid dalam kunyit memiliki sifat sitotoksik yang dapat menghambat proliferasi sel-sel kanker dan dapat mengurangi dan menghilangkan bau, rasa gatal, dan mengurangi ukuran luka dari kanker. Oleh karena itu, kunyit memungkinkan untuk digunakan sebagai antiradang yang berguna dalam terapi pengobatan kanker dan tumor.

Dalam penelitian lain yang dipublikasikan di NCBI, 44 pria dengan lesi atau luka di usus besar yang terkadang bisa berubah menjadi kanker kolorektal diberikan empat gram kunyit setiap harinya selama 30 hari. Hasilnya, jumlah lesi itu berkurang sebanyak 40 persen.

Tampaknya kunyit bisa digunakan bersamaan dengan pengobatan kanker lainnya suatu hari nanti. https://bit.ly/32VEX69

Manfaat Temulawak, Salah Satu Bahan Ramuan Rahasia Jokowi

Dalam video di akun Instagram resminya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan ramuan rahasia yang selalu ia konsumsi setiap pagi sejak 18 tahun lalu. Ramuan itu disebutnya sangat sederhana.

"Jamu ini adalah jamu dari campuran temulawak, jahe, kunyit. Jadi jahe ditumbuk atau dirajang-rajang, temulawak ditumbuk dirajang rajang. Kunyit juga. Kemudian diseduh air panas, disaring kemudian diminum," tutur Jokowi.

Temulawak menjadi salah satu bahan yang ada di dalam jamu yang dikonsumsi Jokowi. Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza adalah tanaman obat yang berasal dari keluarga Zingiberaceae. Tanaman asli Indonesia ini kerap dijadikan bahan dasar obat tradisional.

Sebuah penelitian oleh Ali Rosidi dan kawan-kawan yang dipublikasikan dalam Pakistan Journal of Nutrition menunjukkan bahwa temulawak memiliki banyak manfaat sebagai antioksidan alami yang sangat baik. Komponen aktif yang bertanggung jawab untuk aktivitas antioksidan dalam temulawak adalah curcumin.

Analisis dilakukan dengan mengukur sifat antioksidan dan tingkat curcumin pada temulawak. Sifat antioksidan diukur menggunakan metode DPPH, sedangkan kadar curcumin diukur menggunakan HPLC.

Dikutip dari Medical News Today, antioksidan adalah zat yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas, molekul tidak stabil yang diproduksi tubuh sebagai reaksi terhadap tekanan lingkungan dan lainnya.

Mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan baik untuk kesehatan jantung dan juga dapat membantu menurunkan risiko infeksi dan beberapa jenis kanker. https://bit.ly/37gkb4B

Diberi Pencahar untuk Sembelit, Bocah 3 Tahun Meninggal Karena Kanker Usus

Suatu hal yang wajar jika sembelit dialami oleh anak-anak. Namun tanpa disadari, sembelit yang dialami bocah tiga tahun asal Kent, Inggris, Francesca Sio, merupakan tanda dari penyakit mematikan.

Sio meninggal empat hari setelah dokter memulangkannya, dan menyebutnya terkena serangan jantung. Namun sebuah post mortem mengungkapkan petugas medis menemukan tumor sebesar 5 cm yang menyebabkan penyumbatan di usus Sia.

Setelah kematiannya, orang tua Sia, John dan Lorraine kemudian diberitahu seorang dokter senior bahwa Sia mengalami hal yang sangat jarang terjadi. Secara teknis, Sia bukan meninggal karena serangan jantung, melainkan karena kanker usus.

"Itu membuat kami merasa sangat marah," ungkap John dikutip dari The Sun.

Awalnya John membawa Sia ke dokter karena demam yang tak kunjung membaik serta sulit buang air besar atau sembelit. Dokter itu hanya memberikan resep obat pencahar dan memulangkan Sia begitu saja.

Sayangnya, enam hari kemudian, kondisi Sia semakin parah. Dibawa kembali ke rumah sakit lain, namun dokter juga mendiagnosis Sia dengan sembelit. Seorang perawat memberikan supositoria atau obat padat yang dimasukkan ke dubur, namun tidak bekerja dengan baik.

Sia kembali ke rumah dengan resep obat pencahar lagi. Tetapi beberapa hari kemudian, ia meninggal karena ada gumpalan darah terkait dengan kanker yang sudah menyebar ke organ lain, seperti paru-paru.

"Kami merasa bahwa pada setiap titik ia dikecewakan oleh para profesional medis yang bersentuhan dengan kami. Kami percaya Sia menunjukkan gejala yang dilihat oleh sejumlah dokter yang terlalu optimis, bukannya dengan hati-hati, yang berarti tes diagnostik penting tidak dilakukan," tutur John. https://bit.ly/2r0joEh

Makan Ikan 3 Kali Seminggu Ternyata Dapat Mencegah Kanker Usus

Anjuran soal makan ikan bukan sekedar seruan biasa. Makan ikan tiga porsi ikan setiap minggu secara rutin nyatanya bisa mencegah seseorang terkena penyakit kanker usus.

Dikutip dari Metro, para ahli dari University of Oxford and the International Agency for Research on Cancer (IARC) mengamati mengamati pola makan 476.160 orang melalui kuesioner. Survei mencakup tentang jenis ikan yang dikonsumsi.

Hasilnya, orang yang makan ikan secara teratur memiliki risiko 12 persen lebih kecil mengalami kanker usus daripada orang yang makan kurang dari satu porsi setiap minggu. Melalui perhitungan, para peneliti merekomendasikan rata-rata 359,1 gram ikan per minggu.

Semua jenis ikan baik, tetapi ikan dengan asam lemak omega-3, seperti salmon, khususnya yang terkait dengan risiko kanker usus yang lebih rendah. Orang yang mengonsumsi 123,9 gram ikan beromega-3 tinggi, memiliki risiko 10 persen lebih rendah terkena kanker usus.

Hal ini diperkirakan asam lemak pada ikan diyakini memiliki efek perlindungan dalam tubuh dan menceah terjadinya peradangan.

"Membuat perubahan sederhana pada gaya hidup Anda dapat membantu peluang melawan kanker usus. Termasuk gandum, serat, dan ikan dalam diet Anda, dengan berat badan yang sehat, melakukan aktivitas fisik secara teratur, menghindari daging olahan dan membatasi daging merah, semuanya dapat membuat perbedaan nyata," kata Lisa Wilde, direktur penelitian dan urusan eksternal di Bowel Cancer UK. https://bit.ly/2r1bJ8T