Selasa, 19 November 2019

Diberi Pencahar untuk Sembelit, Bocah 3 Tahun Meninggal Karena Kanker Usus

Suatu hal yang wajar jika sembelit dialami oleh anak-anak. Namun tanpa disadari, sembelit yang dialami bocah tiga tahun asal Kent, Inggris, Francesca Sio, merupakan tanda dari penyakit mematikan.

Sio meninggal empat hari setelah dokter memulangkannya, dan menyebutnya terkena serangan jantung. Namun sebuah post mortem mengungkapkan petugas medis menemukan tumor sebesar 5 cm yang menyebabkan penyumbatan di usus Sia.

Setelah kematiannya, orang tua Sia, John dan Lorraine kemudian diberitahu seorang dokter senior bahwa Sia mengalami hal yang sangat jarang terjadi. Secara teknis, Sia bukan meninggal karena serangan jantung, melainkan karena kanker usus.

"Itu membuat kami merasa sangat marah," ungkap John dikutip dari The Sun.

Awalnya John membawa Sia ke dokter karena demam yang tak kunjung membaik serta sulit buang air besar atau sembelit. Dokter itu hanya memberikan resep obat pencahar dan memulangkan Sia begitu saja.

Sayangnya, enam hari kemudian, kondisi Sia semakin parah. Dibawa kembali ke rumah sakit lain, namun dokter juga mendiagnosis Sia dengan sembelit. Seorang perawat memberikan supositoria atau obat padat yang dimasukkan ke dubur, namun tidak bekerja dengan baik.

Sia kembali ke rumah dengan resep obat pencahar lagi. Tetapi beberapa hari kemudian, ia meninggal karena ada gumpalan darah terkait dengan kanker yang sudah menyebar ke organ lain, seperti paru-paru.

"Kami merasa bahwa pada setiap titik ia dikecewakan oleh para profesional medis yang bersentuhan dengan kami. Kami percaya Sia menunjukkan gejala yang dilihat oleh sejumlah dokter yang terlalu optimis, bukannya dengan hati-hati, yang berarti tes diagnostik penting tidak dilakukan," tutur John. https://bit.ly/2r0joEh

Makan Ikan 3 Kali Seminggu Ternyata Dapat Mencegah Kanker Usus

Anjuran soal makan ikan bukan sekedar seruan biasa. Makan ikan tiga porsi ikan setiap minggu secara rutin nyatanya bisa mencegah seseorang terkena penyakit kanker usus.

Dikutip dari Metro, para ahli dari University of Oxford and the International Agency for Research on Cancer (IARC) mengamati mengamati pola makan 476.160 orang melalui kuesioner. Survei mencakup tentang jenis ikan yang dikonsumsi.

Hasilnya, orang yang makan ikan secara teratur memiliki risiko 12 persen lebih kecil mengalami kanker usus daripada orang yang makan kurang dari satu porsi setiap minggu. Melalui perhitungan, para peneliti merekomendasikan rata-rata 359,1 gram ikan per minggu.

Semua jenis ikan baik, tetapi ikan dengan asam lemak omega-3, seperti salmon, khususnya yang terkait dengan risiko kanker usus yang lebih rendah. Orang yang mengonsumsi 123,9 gram ikan beromega-3 tinggi, memiliki risiko 10 persen lebih rendah terkena kanker usus.

Hal ini diperkirakan asam lemak pada ikan diyakini memiliki efek perlindungan dalam tubuh dan menceah terjadinya peradangan.

"Membuat perubahan sederhana pada gaya hidup Anda dapat membantu peluang melawan kanker usus. Termasuk gandum, serat, dan ikan dalam diet Anda, dengan berat badan yang sehat, melakukan aktivitas fisik secara teratur, menghindari daging olahan dan membatasi daging merah, semuanya dapat membuat perbedaan nyata," kata Lisa Wilde, direktur penelitian dan urusan eksternal di Bowel Cancer UK. https://bit.ly/2r1bJ8T

Tidak ada komentar:

Posting Komentar