Selasa, 19 November 2019

Sedang Siapkan Pernikahan, Salsis Tewas dalam Kecelakaan Bus di Cipali

Salah seorang korban tewas kecelakaan bus di Tol Cipali, yakni Salsis (24), merupakan warga Pekalongan. Ibunda Salsis, Ratnasari, mengungkap komunikasi terakhir dengan sang anak tentang rencananya menikah awal tahun depan.

"Mak, aku mau kerja ya untuk kumpulin uang untuk nikah," ujar Ratnasari menirukan perkataan Salsis.Hal itu disampaikan Ratnasari kepada detikcom di rumah duka, Kamis (14/11/2019).

Menurut Ratnasari, anaknya bekerja di Jakarta hampir setahun. Dia pulang ke Pekalongan karena Salsih sedang liburan."Anaknya baik, sering membantu saya dan ayahnya," jelas Ratnasari.

Ayah Salsis, Cohardi, mengatakan mendapat kabar bus yang ditumpangi anaknya mengalami kecelakaan dari polisi yang datang ke rumahnya.

"Tadi pagi ada petugas yang datang ke sini mengabarkan bus yang ditumpangi anak saya kecelakaan," tutur Cohardi.Ratnasari kemudian menunjukkan seorang gadis yang juga berada di rumahnya.

"Itu calon menantu saya," kata Ratnasari sembari menunjuk seorang gadis berhijab putih.

Gadis bernama Uril itu tampak masih syok dan enggan diajak bicara. Pihak perwakilan keluarga telah berangkat menjemput jenazah Salsis di RSUD Subang."Ini masih dalam perjalanan. Kalau tidak kemalaman, langsung kami makamkan," tutur Ratnasari. https://bit.ly/2rVoYIt

Warga Tak Berminat, Pilkades di Desa Ini Diikuti 2 Calon dari Luar

 Sudah setahun pendaftaran desa kecil di Magelang, Jawa Tengah, ini menunda Pilkades karena sepi peminat. Akhirnya tahun ini desa tersebut baru akan bisa menggelar Pilkades. Itupun kedua calon yang bertarung bukan warga setempat.

Sebanyak 294 desa akan melangsungkan Pilkades serentak di Kabupaten Magelang, Minggu (24/11) mendatang. Dari 294 desa tersebut, salah satunya Desa Kemutuk, Kecamatan Tempuran.

Camat Tempuran, Daryoko Umar Singgih, mengatakan, Desa Kemutuk memiliki jumlah DPT paling kecil di Magelang, hanya 344 warga yang memiliki hak pilih.

Pilkades di desa tersebut diikuti 2 pasangan calon kades yakni Siswanto, warga Kabupaten Cilacap, dan Mat Roit, warga Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang.

"Pak Siswanto berdomisili di Cilacap, tapi beliau putera desa setempat. Mat Roit, warga Kaliangkrik," kata Daryoko saat dihubungi, Selasa (19/11/2019).

Pejabat (Pj) Kades Kemutuk, Sugiyono, membenarkan bahwa dua calon yang akan bertarung di Pilkades Kemutuk bukan warga Desa Kemutuk.

"Secara adminitratif keduanya bukan warga Kemutuk, yang satu ber-KTP Majenang, Cilacap, yang satu KTP Kaliangkrik, istrinya orang Kemutuk. Sesuai regulasi ini diperbolehkan," ujar dia. https://bit.ly/2Qw5PqT

Mobil Seruduk Truk Tronton di Tol Batang, 3 Orang Tewas

 Kecelakaan antara mobil dengan truk tronton terjadi di Tol Batang-Semarang pagi tadi. Tiga orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

"Ada tiga korban yang meninggal di lokasi kejadian. Ketiganya penumpang KBM Inova dan kita evakuasi ke RSUD Kalisari Batang" ujar Kasatlantas Polres Batang, AKP Doddi Triantoro saat dihubungi detikcom, Selasa (19/11/2019).

Doddi menjelaskan bahwa kecelakaan berawal saat mobil tersebut menabrak truk tronton yang berjalan searah di depannya."Kendaraan Innova awalnya berjalan di lajur kanan. Sesampainya di TKP menabrak KBM truk tronton yang berjalan searah di depannya," jelasnya.

Mobil bernopol AB 1101 EF dikemudikan oleh Farkhan Aziz Kusuma Adjie asal Yogyakarta, sedangkan truk tronton bernopol H 1836 BW dikemudikan Eko Rudianto asal Cilacap

"Kita dapat informasi langsung melakukan evakuasi korban luka-luka ke RS Qim Batang dan evakuasi korban yang meningal ke RSUD Kalisari Batang. Kita juga lakukan olah TKP," kata Doddi.

Usai dilakukan oleh kejadian perkara barang bukti kecelakaan yakni berupa kendaraan innova ditarik ke exit Tol Weleri dan untuk truk ditarik ke exit Tol Kandeman.

Ketiga korban tewas yang juga merupakan penumpang Kijang Innova yakni yakni Sudarmaji (55) warga Kadipaten Kidul No 26 RT 07 / RW 03 Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta, Sulastri (62) warga RT 08 / RW 02 Desa Bulurejo Kecamatan Mertoyudan, Magelang dan Masnun (65) warga RT 01 / RW 01 Desa Mertoyudan, Magelang. Ketiga jenazah berada di RSUD Kalisari Batang.

Polisi olah TKP kecelakaan mobil dan truk tronton di Tol Batang. Polisi olah TKP kecelakaan mobil dan truk tronton di Tol Batang. Foto: Dok Satlantas Polres Batang

Dua penumpang mobil tersebut mengalami luka berat dan dirawat di RS QIM Batang yakni Subadriyah (61) asal Yogyakarta dan Indro Susanto (61) warga Purworejo.

Sedangkan dua orang lainnya mengalami luka ringan yakni pengemudi mobil, Farkhan dan seorang penumpang lainnya Anis (30) warga Gunung Kidul.

"Masih kami lakukan pemeriksaan mendalam penyebab terjadinya kecelakaan," kata Doddi. https://bit.ly/333GgzT

Kedatangan Jenazah Molor, Salsis Korban Laka Tol Cipali Dimakamkan

Jenazah Salsis (24) warga Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Pekalongan, yang menjadi salah satu korban tewas tabrakan bus di Tol Cipali, dimakamkan pagi ini. Kedatangan jenazah di rumah duka molor dari rencana karena kesalahpahaman dengan rumah sakit.

Semula direncanakan jenazah Salsis tiba di Pekalongan Kamis (14/11) petang. Menurut Daroni, relawan yang mendampingi keluarga menjemput jenazah di RS Subang, sempat terjadi kesalahpahaman antara pihak rumah sakit dengan mereka.

"Setelah tiba di rumah sakit, pihak rumah sakit di bagian informasi mengatakan bahwa jenazah korban kecelakaan atas nama Salsis sudah dibawa ambulans," kata Daroni, Jumat (15/11/2019) di rumah duka.

Daroni dan keluarga sebenarya merasa heran dengan informasi itu. Mengingat saat itu belum ada berita acara penyerahan jenazah ke pihak keluarga, namun sudah diberitahu bahwa jenazah sudah dibawa ambulans menuju rumah duka ke Pekalongan.

"Saat itu saya yang membawa pihak keluarga langsung menyusul rombongan ambulans yang katanya ada 4 unit menuju ke arah timur (Pekalongan)," tambahnya.

Namun sesampainya di Tol Tegal, pihak keluarga kembali ditelepon dari pihak RS Subang. "Ditelepon diberitahu bahwa jenazah Salsis masih di kamar jenazah. Wah jadi bingung. Akhirnya kita putar balik lagi kembali ke Subang," kata Daroni.

"Akhirnya di rumah sakit dilakukan serah terima jenazah dari pihak rumah sakit ke keluarga. Kita berangkat pukul 21.00 WIB dan sampai di rumah duka pukul 24.00 WIB. Prediksi kita, petang kemarin sampai rumah duka dan langsung dimakamkan. Ternyata dini hari tadi baru sampai dan paginya baru bisa dimakamkan," jelasnya.

Pagi ini jenazah Salsis dimakamkan di pemakaman desa setempat. Salsis adalah anak ketiga dari enam bersaudara pasangan Cohardi dan Ratnasari.

Dia menjadi korban tabrakan dua bus penumpang umum di Tol Cipali, Rabu malam lalu. Salsis naik bus nahas itu untuk kembali bekerja ke Jakarta. "Bekerja sebagai teknisi elektronik sudah setahun. Dia sedang mengumpulkan uang untuk modal nikah," kata Ratnasari, ibu korban. https://bit.ly/2O2btPT