Salah seorang korban tewas kecelakaan bus di Tol Cipali, yakni Salsis (24), merupakan warga Pekalongan. Ibunda Salsis, Ratnasari, mengungkap komunikasi terakhir dengan sang anak tentang rencananya menikah awal tahun depan.
"Mak, aku mau kerja ya untuk kumpulin uang untuk nikah," ujar Ratnasari menirukan perkataan Salsis.Hal itu disampaikan Ratnasari kepada detikcom di rumah duka, Kamis (14/11/2019).
Menurut Ratnasari, anaknya bekerja di Jakarta hampir setahun. Dia pulang ke Pekalongan karena Salsih sedang liburan."Anaknya baik, sering membantu saya dan ayahnya," jelas Ratnasari.
Ayah Salsis, Cohardi, mengatakan mendapat kabar bus yang ditumpangi anaknya mengalami kecelakaan dari polisi yang datang ke rumahnya.
"Tadi pagi ada petugas yang datang ke sini mengabarkan bus yang ditumpangi anak saya kecelakaan," tutur Cohardi.Ratnasari kemudian menunjukkan seorang gadis yang juga berada di rumahnya.
"Itu calon menantu saya," kata Ratnasari sembari menunjuk seorang gadis berhijab putih.
Gadis bernama Uril itu tampak masih syok dan enggan diajak bicara. Pihak perwakilan keluarga telah berangkat menjemput jenazah Salsis di RSUD Subang."Ini masih dalam perjalanan. Kalau tidak kemalaman, langsung kami makamkan," tutur Ratnasari. https://bit.ly/2rVoYIt
Warga Tak Berminat, Pilkades di Desa Ini Diikuti 2 Calon dari Luar
Sudah setahun pendaftaran desa kecil di Magelang, Jawa Tengah, ini menunda Pilkades karena sepi peminat. Akhirnya tahun ini desa tersebut baru akan bisa menggelar Pilkades. Itupun kedua calon yang bertarung bukan warga setempat.
Sebanyak 294 desa akan melangsungkan Pilkades serentak di Kabupaten Magelang, Minggu (24/11) mendatang. Dari 294 desa tersebut, salah satunya Desa Kemutuk, Kecamatan Tempuran.
Camat Tempuran, Daryoko Umar Singgih, mengatakan, Desa Kemutuk memiliki jumlah DPT paling kecil di Magelang, hanya 344 warga yang memiliki hak pilih.
Pilkades di desa tersebut diikuti 2 pasangan calon kades yakni Siswanto, warga Kabupaten Cilacap, dan Mat Roit, warga Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang.
"Pak Siswanto berdomisili di Cilacap, tapi beliau putera desa setempat. Mat Roit, warga Kaliangkrik," kata Daryoko saat dihubungi, Selasa (19/11/2019).
Pejabat (Pj) Kades Kemutuk, Sugiyono, membenarkan bahwa dua calon yang akan bertarung di Pilkades Kemutuk bukan warga Desa Kemutuk.
"Secara adminitratif keduanya bukan warga Kemutuk, yang satu ber-KTP Majenang, Cilacap, yang satu KTP Kaliangkrik, istrinya orang Kemutuk. Sesuai regulasi ini diperbolehkan," ujar dia. https://bit.ly/2Qw5PqT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar