Rabu, 20 November 2019

Dirawat Karena Stroke, Warna Urine Wanita Ini Berubah Jadi Ungu

Purple Urinary Bag Syndrom (PUBS) adalah kondisi langka yang bisa terjadi ketika bakteri di dalam perut bereaksi dengan zat kimia dari makanan atau obat tertentu. Pasien yang mengalaminya dapat melihat warna urine mereka berubah menjadi ungu.

Hal ini belakangan dilaporkan terjadi pada seorang wanita di Paris, Perancis. Menurut para dokter di Rumah Sakit Bicetre sang wanita diketahui awalnya dirawat karena mengalami stroke.

"Seorang wanita berusia 70 tahun dipasangkan kateter urine selama perawatan stroke akut. Sepuluh hari kemudian, warna urinenya berubah ungu," tulis dokter dalam jurnal The New England Journal of Medicine (NEJM) dan dikutip Kamis (31/10/2019).

Saat warna urine pasien berubah ungu, dokter mencoba melakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel dan melihat tanda-tanda bakteri mencurigakan. Hasilnya ditemukan ada bakteri Klebsiella pneumoniae yang sebetulnya normal ada di perut tapi bisa menyebar ke bagian tubuh lain menyebabkan infeksi.

Bakteri Klebsiella ini kemudian bereaksi dengan zat indoxyl sulfat dari sisa metabolisme makanan yang pasien konsumsi. Ada dua senyawa baru terbentuk, satu berwarna merah dan satu berwarna biru, ketika tercampur keduanya menghasilkan warna ungu.

Pada kasus pasien dalam jurnal warna ungu urinenya bukan masalah serius karena kembali normal setelah mendapat infus intravena. Pada akhirnya pasien dipindahkan ke fasilitas rawat jangka panjang untuk mengatasi dampak sisa stroke. https://bit.ly/2KCQmSh

Infeksi Saluran Kemih Bisa Bikin Warna Urine Berubah

Normalnya, air kencing alias urine berwarna bening atau kuning kecokelatan. Namun beberapa kondisi kesehatan bisa membuatnya berubah menjadi warna-warni, salah satunya infeksi saluran kemih.

"Urine yang berubah warna menjadi hijau, biru, atau ungu disebabkan oleh infeksi pada saluran kemih," kata dr T Bahdar Johan, SpPD dari RS Premiere Bintaro, seperti ditulis Rabu (27/5/2015).

Selain infeksi, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat TB (Tuberculosis) dan pengencer darah, juga bisa mengubah warna urine. Begitu pula dengan pewarna pada minuman, seperti dalam sirop dan sejenisnya.

Sementara itu, urine berwarna kemerahan menandakan adanya bercak darah. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut hematuria. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari efek samping obat, ada gangguan pada saluran kencing, hingga tumor atau kanker.

Namun dalam kondisi normal, warna urine tidak jauh dari kuning kecokelatan. Makin pekat urine, makin kuning atau cokelat warnanya. Urine yang pekat menandakan bahwa tubuh kekurangan cairan.

"Warna air kencing itu bisa kuning tua kalau kencingnya pekat, atau bening kalau urinenya encer," kata dr Sigit Solihin, SpU dari RS Bunda Menteng.

Yang jelas, sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri jika warna urine dirasa tidak wajar. Kadang butuh pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya, apakah hanya bersifat sementara atau berhubungan dengan penyakit tertentu. https://bit.ly/37lND9r

4 Kasus Ekshibisionisme Bikin Heboh, Lempar Sperma Sampai Serang Anak SMP

Ekshibisionisme menurut buku pedoman Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) termasuk ke dalam kelompok perilaku penyimpangan seksual disebut paraphilia. Seorang dengan ekshibisionisme bisa mendapatkan kepuasaan seksual ketika memperlihatkan organ intimnya pada orang lain.

Di Indonesia kecenderungan perilaku ekshibisionisme ini beberapa kali pernah membuat heboh. Kejadian terbaru yang terjadi di Tasikmalaya bahkan disebut oleh Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni jadi tanda ekshibisionisme semakin agresif.

"Jadi ini semakin beragam dan macam-macam, jadi kalau ekshibisionisme biasanya tidak senekat itu, rata-rata mereka duduk di satu tempat orang yang melihat, kalau ini kan mendatangi. Jadi semakin agresif dan lebih aktif bentuknya," ujar Wahyuni saat dihubungi detikcom.

Berikut contoh kasus kecenderungan ekshibisionisme yang pernah membuat heboh:

1. Lempar sperma

Di Tasikmalaya, Jawa Barat, sedang heboh kasus teror cabul pelemparan sperma pada ibu rumah tangga. Hal ini diketahui setelah salah satu korban berinisial LR melaporkannya pada polisi.

Saat kejadian LR sedang menunggu ojek online di Jalan Letjen Mashudi lalu dihampiri pelaku yang menggunakan motor matic. Secara tiba-tiba pelaku langsung meraba dan menggesek kemaluannya sendiri, hingga akhirnya melempar sperma ke arah LR.

"Identitas terlapor (pelaku) sudah kita ketahui," ucap Kapolresta Tasikmalaya AKBP Anom Karibianto kepada detikcom via telepon, Senin (18/11/2019).

2. Serang anak SMP

Di Karawang, Jawa Barat, terkuak kasus pria pamer kelamin pada siswi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada Maret 2019 pengakuan seorang guru menyebut terdata hampir 70 siswi menjadi korban aksi mesum tersebut.

"Ini masih sementara, belum seluruh siswa sata ditanyai. Beberapa kelas belum saya datangi," kata seorang guru salah satu SMP Negeri di Jalan Ahmad Yani, Karawang.

Peristiwa paling baru menimpa seorang siswi kelas 8 SMP di Jalan Ahmad Yani. Ia hampir dibawa masuk ke dalam mobil oleh dua pria mesum sebelum akhirnya bisa meloloskan diri.

3. Ramai di Depok

Warga Kota Depok juga sempat heboh oleh aksi pamer alat vital yang terekam kamera. Peristiwa pertama terjadi di Jalan Juanda, Depok, pada Rabu (16/10). Seorang perempuan berinisial BD menyaksikan detik-detik seorang pria bermotor yang memperlihatkan kemaluannya saat berhenti di pinggir jalan.

Selang sehari, tepatnya Kamis (17/10), aksi serupa juga terjadi di tempat umum. Pelaku bahkan melakukannya di atas Angkot yang berpenumpang. Pelaku, yang kemudian menyadari salah satu korban merekam aksinya lantas segera menutup kemaluan dengan celananya.

Sebelumnya, aksi serupa pernah terjadi di depan SMA Yamida, Kota Depok, pada Jumat (20/9) lalu. Pelaku memamerkan kelaminnya di depan anak-anak yang baru pulang sekolah.

4. Pamer dekat SD

Pada Maret 2019 lalu polisi memburu pria yang memainkan alat kelaminnya di dekat salah satu SD di Denpasar, Bali. Pria itu dinilai meresahkan warga dan orang tua siswa.

Dalam video yang viral tampak seorang pria menutupi wajahnya dengan masker dan kacamata hitam. Pria berjaket warna gelap itu terlihat duduk di atas motor melakukan perbuatan tak senonoh.

"Ya pasti kita cari apalagi kalau sudah meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum," kata Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan kala itu. https://bit.ly/2D2yhbK

Bermain-main dengan Magnet, Mr P Mampat hingga Nyawa Nyaris Melayang

 Remaja 14 tahun asal China dilaporkan hampir tewas karena memasukkan 53 biji magnet ke dalam penisnya. Dia berpikir si magnet dapat dikeluarkan dari saluran kencingnya.

Namun, remaja bernama Jiang Hua tersebut gagal melakukannya, demikian dilaporkan Daily Mail. Ketimbang berhasil menariknya kembali dengan magnet dari luar, si biji magnet malah makin berjejal di dalam penis.

Esok harinya, Jiang mengalami pendarahan.

Dia lalu dilarikan ke Wuhan Children's Hospital dengan kondisi pucat, muntah, dan syok. Dokter memberikan tindakan bedah dan ditemukan biji-biji magnet tersebut berkumpul, sehingga menyebabkan pendarahan.

Kejadian tersebut terjadi pada 12 November lalu saat Jiang bermain-main dengan magnetnya. Nahas, Jiang yang berusaha mengeluarkan biji dari penis dengan menambah jumlah magnet, justru membuat salurannya 'mampat'.

Sebelumnya sudah ada kejadian serupa yang menimpa remaja usia belasan. Hati-hati, mainan biji magnet dapat 'membunuh' ketika tertelan atau masuk ke dalam tubuh. https://bit.ly/2CVpOay