Kamis, 21 November 2019

Pemkot Bogor dan Grab Berencana Bangun 5 Shelter Khusus Ojol

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerja sama dengan Grab Indonesia. Dari kerja sama ini, lima shelter akan dibangun di Kota Bogor.

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan penumpukan ojek online (ojol) di suatu tempat untuk mencari penumpang sering kali menyebabkan kemacetan. Karena itu, Grab bersama Pemkot Bogor akan membangun shelter-shelter khusus ojol untuk meminimalisir terjadinya penumpukan ojol.

"Pembangunan shelter terutama di sekitaran KRL (Stasiun Bogor), sekitaran Botani Square, Lippo Plaza Ekalokasari, Lippo Kebun Raya, dan Bogor Trade Mal (BTM)," katanya di kantor Wali Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (7/8/2019).

Ridzki menambahkan, pembuatan shelter ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun ia tidak bisa memastikan kapan shelter tersebut mulai dibangun.

"Beberapa bulan ini dimulai pembangunannya. Tentunya nanti pembuatannya kita berkonsultasi juga dengan Pak Wali Kota Bima Arya dan jajarannya," bebernya.

Wali Kota Bogor Bima Arya menambahkan, Pemkot Bogor telah bersinergi dengan Grab dengan membentuk nota kesepahaman (MoU). Dari sini, Pemkot Bogor dan Grab bersepakat mengelola driver Grab yang ada di Kota Bogor.

"Pertama, disepakati berbagi data, update tentang data. Ini penting, ojol Grab di Kota Bogor ada berapa, shelter-nya ada berapa, dan data-data lain yang dibutuhkan," jelas Bima.

Orang nomor satu di Kota Bogor ini juga mengungkapkan, ojol Grab akan dilakukan pembinaan. Selain itu, Grab akan membantu dalam pembangunan infrastruktur jalan.

"Ojol ini kan sudah puluhan ribu juga. Angkot saja kita hitung, kita batasi. Nah, Grab kan penting juga untuk kita kelola sama-sama. Jadi sepakat membina supaya bisa melayani konsumer dengan maksimal. Kita perlu zebra cross yang berfungsi secara maksimal. Grab bersedia membantu itu. Ada rencana juga meluncurkan Grab Wells, skuter listrik yang diperlukan di titik-titik tertentu di Kota Bogor. Ini akan cepat progresnya dan akan launching dalam waktu dekat," ungkap Bima. https://bit.ly/2QAecl8

Bima Arya Ingin Luaskan Kota Bogor, Ini Alur Panjang yang Harus Dilalui

 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menanggapi ide Wali Kota Bogor Bima Arya memperluas wilayahnya hingga ke sebagian teritorial Kabupaten Bogor. Perluasan wilayah itu tak cukup dengan 'deal' antara Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Bogor Ade Yasin saja, tapi juga butuh persetujuan DPR.

"Wilayah Kota dan Kabupaten Bogor itu diatur dalam undang-undang. Maka, penambahan dan pengurangan wilayah tidak cukup dilakukan hanya lewat kesepakatan antara Wali Kota dan Bupati saja," tutur Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar, kepada wartawan, Kamis (1/8/2019).

Sejak 1995, wilayah Kota Bogor seluas 11.850 ha. Luas itu sebenarnya juga merupakan hasil penambahan wilayah yang disahkan lewat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1995 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor dan Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor, yang ditandatangani Presiden Soeharto dan Mensesneg Moerdiono pada 6 Februari 1995.

Bila Bima Arya ingin merealisasi perluasan wilayah Kota Bogor, ada alur panjang yang harus ditempuh. Presiden perlu menyetujui rencana itu sebelum akhirnya wilayah Kota Bogor sah ditambah.

"Jadi perluasan wilayah ini perlu persetujuan Wali Kota, Bupati, persetujuan Provinsi, persetujuan Presiden melalui Kemendagri, kemudian juga harus disetujui DPR," kata Bahtiar. https://bit.ly/336tReT

Kondisi Terminal Bubulak Bogor Rusak Berlubang, Kalau Hujan Jadi 'Kolam'

Kondisi Terminal Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, memprihatinkan. Banyak jalanan di terminal ini yang rusak parah.

Pantauan detikcom, Senin (19/8/2019) di lokasi, jalur pemberangkatan dan kedatangan kendaraan umum di Terminal Bubulak rusak parah. Ada banyak lubang-lubang besar.

Pada bagian dalam stasiun juga banyak jalan berlubang dan berkerikil. Selain itu, jarang terlihat adanya rambu-rambu dan petunjuk informasi di terminal ini.

Kondisi bangunan di Terminal Bubulak tampak tak terawat. Hal ini terlihat dari banyaknya bangunan yang sudah tua. Kayu-kayu yang menjadi pondasi pun terlihat rapuh.

Seorang supir angkutan umum (angkot) trayek 03, Dayat mengatakan, jalanan di Terminal Bubulak sudah lama rusak. "Ya itu bisa dilihat, jalanan pada rusak, banyak bangunan yang rusak dan tua. Jalanan di sini rusak dari sekitar 5 tahun yang lalu kalau tidak salah," katanya, di Terminal Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Dia menambahkan, sekitar tahun 2017 lalu, Terminal Bubulak pernah diperbaiki. Namun, kata Dayat, perbaikan yang dilakukan hanya penambalan jalan saja.

"Nggak, bukan perbaikan besar. Cuma jalan yang berlubang ditambal-tambal saja oleh pemerintahan setempat," lanjut dia.

Sopir angkot ini juga menjelaskan bahwa sebagian bangunan di Terminal Bubulak sudah tua dan banyak asbes yang rusak.

"Kalau hujan, bocor. Jalan juga kalau hujan jadi seperti kolam. Saya belum mendengar bakal ada perbaikan lagi," ungkapnya.

Dayat mengatakan kondisi Terminal Bubulak sepi penumpang. Hal ini dikarenakan adanya Terminal Laladon yang berlokasi di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor.

Menurut Dayat, letak antara Terminal Laladon dan Bubulak berdekatan. Karena Terminal Laladon berlokasi di tempat strategis, yakni beradi di jalan utama, maka Terminal Bubulak menurut Dayat menjadi kalah saing. https://bit.ly/3480WbB

"Sekarang Terminal Bubulak lebih dipakai sebagai tempat peristirahatan sopir saja," jelas dia.

Dayat berharap ada perbaikan ke depannya. Hal ini agar semua sopir bisa mendapat penghasilan yang memadai.

"Kalau saya dan sopir di sini inginnya digabung saja Terminal Bubulak dan Laladon. Dibuat satu tempat baru gitu sebagai lokasi menunggu penumpang dan peristirahatan sopir. Kalau ada 2 terminal yang berdekatan gini kan jadi bersaing, salah satu pasti kalah," bebernya.

Banyak Selter Transpakuan Bogor Terbengkalai, Kondisinya Memprihatinkan

Banyak selter yang tidak berfungsi di Jalan Raya Pajajaran sampai Jalan Raya Tajur, Kota Bogor. Kondisinya sangat memprihatinkan dan, pada malam hari, selter itu jadi lapak para pengemis untuk tidur.

Pantauan detikcom, Kamis (15/8/2019), di selter Pakuan 2, Jalan Raya Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor, terdapat sampah. Dinding di dalam tempat tersebut berdebu. Terlihat pula pintu rolling door selter rusak. Pada selter itu juga tumbuh semak belukar.

Hal yang sama terlihat di selter PDAM 1. Pintu di selter tersebut rusak. Banyak daun di lantai dan terlihat ada coretan di kaca.

Tukang parkir Majestyk Bakery and Cake Shop, Obay (42), mengatakan selter yang tidak terpakai itu dulu adalah tempat pemberhentian bus Transpakuan. Namun, sejak bus Transpakuan tidak memiliki trayek Ciawi-Baranangsiang, selter itu menjadi terbengkalai.

"Terkadang kalau malam menjadi tempat pengemis untuk tidur juga," katanya di Majestyk Bakery and Cake Shop, Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (15/8).

Ia menambahkan selter Pakuan 2 sempat direnovasi. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) datang untuk memperbaiki selter tersebut. "Kadang juga datang orang Dishub buat lakukan pengecekan," lanjutnya. https://bit.ly/2XCn2k6