Kamis, 21 November 2019

Anies Sebut Banjir Kiriman Hulu, Walkot Bogor Mengaku Sudah Mencegah

 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut banjir Jakarta terjadi karena air yang berasal dari hulu. Wali Kota Bogor Bima Arya pun membeberkan sejumlah pencegahan yang telah dilakukan.

"Iya, betul, ada koordinasi. Jadi Pak Anies melalui bantuan provinsi sudah membantu melalui pembangunan kolam retensi jadi strateginya ini bagaimana air dikurangi ke Jakarta," kata Bima di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019).

Dia mengaku kasihan kepada warga DKI jika semua air dari hulu mengalir ke Ibu Kota. Untuk itu, dia mengatakan sudah ada kerja sama dengan Pemprov DKI untuk memperbanyak kolam retensi.

"Kasihan warga Jakarta kalau semuanya ke Jakarta. Jadi dikurangi supaya diserap di Bogor. Jadi sudah dibantu Pemprov Jakarta kolam retensi di Cibuluh itu salah satunya. Nah ke depan nanti Pak Anies akan membantu lagi untuk waduk-waduk, kolam retensi di Kota Bogor. Itu strateginya," ucap Bima.

Berikutnya, Bima juga menjelaskan pengelolaan sampah agar tak mengalir ke Jakarta. Dia menyebut ada program naturalisasi Ciliwung untuk mengurangi sampah yang terbawa arus ke Jakarta.

"Kita kerja sama juga dengan Pemprov Jakarta, dan juga Pemprov Jabar bagaimana sampah ini dikurangi sehingga tidak semua masuk ke ini, kita ada program naturalisasi Ciliwung. Kita minta bantuan dari Kang Emil dan Mas Anies agar bisa mengelola Ciliwung ini untuk mengurangi sampah yang mengalir ke Jakarta," ucap Bima.

Sebelumnya, Anies mengakui daerah yang terendam air saat ini adalah daerah langganan banjir. Anies mengatakan genangan tersebut diakibatkan kiriman air dari hulu Sungai Ciliwung.

"Di tempat itu, tidak ada hujan sebetulnya mereka itu, kita ini menerima air dari hulu ketika di sana hujannya keras," kata Anies di gedung Dinas Teknis, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (26/4).

Anies juga menyoroti sampah yang menumpuk di Pintu Air Manggarai. Dia mengatakan sampah yang menumpuk tersebut merupakan kiriman dari hulu Sungai Ciliwung.

"Petugas (Dinas) Lingkungan Hidup bertugas all out membersihkan sampah di Manggarai. Jakarta menampung sampah luar biasa banyaknya. Itu bukan sampah warga kita. Itu sampah yang masuk dari aliran Sungai Ciliwung," ujar Anies. https://bit.ly/2XDKo8P

Anies soal Banjir Jakarta: Tidak Ada Hujan, Kita Terima Air dari Hulu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui daerah yang terendam air saat ini adalah daerah langganan banjir. Anies mengatakan genangan tersebut diakibatkan oleh kiriman air dari hulu Sungai Ciliwung.

"Di tempat itu, tidak ada hujan sebetulnya mereka itu, kita ini menerima air dari hulu ketika di sana hujannya keras," kata Anies di Gedung Dinas Teknis, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).

Anies mengatakan telah memerintahkan semua wali kota memantau daerahnya. Menurutnya, semua wali kota saat ini sedang bekerja memantau banjir.

"Pagi ini kalau Anda lihat lagi dari papan wakil, nggak ada wali kota, nggak ada. Karena semua sedang bekerja di lapangan untuk bersiaga menghadapi air kiriman dari hulu," jelas Anies.

Anies menuturkan pihaknya sudah bersiaga sejak semalam. Seluruh petugas terkait sudah bersiaga untuk mengantisipasi siaga I Bendungan Katulampa.

"Tadi malam sekitar pukul 09.00 di Katulampa sudah siaga I. Seluruh petugas kita sejak malam sudah bekerja di lapangan untuk mengantisipasi datangnya air kiriman dari hulu," sebutnya.

Anies mengatakan solusi banjir tersebut adalah pembangunan bendungan. Dia mengatakan bendungan selesai pada tahun ini.

"Kita membangun dry dam di hulu ada 2 bendungan yang sekarang dibangun. Insyaallah bendungan selesai tahun ini," jelasnya. https://bit.ly/2raqF4A

Lirik Wilayah Kabupaten, Bima Arya Kaji Perluasan Kota Bogor

Rencana perluasan Kota Bogor mulai dikaji. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ingin perluasan wilayah ke kabupaten sesuai kebutuhan kota.

"Bogor ini harus mengantisipasi perkembangan ke depan 10-20 tahun lagi ke depan seperti apa. Kita mempersiapkan kapasitas kita dalam melayani warga, daya dukung kota, mengantisipasi ledakan pertumbuhan penduduk, bonus demografi, kemudian perkembangan Jabodetabek juga LRT," kata Bima Arya saat dihubungi, Rabu (31/7/2019).

Kajian perluasan Kota Bogor ini digodok Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Bima Arya menyebut kajian kemungkinan rampung pada akhir tahun ini.

"(Kriteria perluasan wilayah dilakukan) dengan menghitung tren pertumbuhan ekonomi, arus mobilitas penduduk, pertumbuhan penduduk, arus imigrasi. Semuanya kita hitung sama daya dukung wilayah kita saat ini, ketersediaan yang existing itu dihitung semua," katanya.

Rencana perluasan Kota Bogor dengan 'mencaplok' wilayah kabupaten disebut Bima Arya sudah lama diwacanakan. Tapi Bima Arya menginstruksikan agar kajian dilakukan lebih dulu sebelum berbicara mengenai wilayah kabupaten yang potensial untuk perluasan Kota Bogor.

"Kebutuhan ini juga untuk memaksimalkan layanan-layanan warga yang dekat, mungkin daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan kecamatan-kecamatan (kabupaten), yang kalau masuk kewenangan kita (Pemkot) lebih mudah mensinkronkan," ujar Bima Aya.

"Yang dikaji kebutuhan baru terlihat wilayahnya, dipelajari wilayahnya," imbuhnya. https://bit.ly/2Ov7HxA

Penanganan Banjir Anies Baswedan: Dipuji Bima, Dikritik Dewan

Banjir di Jakarta pada Jumat (25/4/2019) menewaskan 2 orang dan membuat 2.258 orang mengungsi di 12 titik. Gubernur Jakarta Anies Baswedan disorot anggota DPRD DKI namun dipuji kepala daerah tetangga Jakarta, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Soal banjir di Ibu Kota, Anies menyebut ini sebagai banjir kiriman. Disebutnya, daerah yang terendam banjir saat ini juga merupakan daerah langganan banjir.

"Di tempat itu, tidak ada hujan sebetulnya mereka itu, kita ini menerima air dari hulu ketika di sana hujannya keras," kata Anies di gedung Dinas Teknis, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (26/4) kemarin.

Anies menyatakan upaya pencegahan banjir akan percuma saja. Solusi bagi banjir Jakarta adalah penambahan waduk. Volume air yang masuk ke Jakarta juga perlu ditahan.

"Justru yang harus dibereskan adalah bagaimana airnya bisa ditahan di hulu dan antara hulu dan Jakarta sehingga volume air yang masuk di Jakarta terkendali. Saat ini sedang dibangun dua waduk di Kabupaten Bogor dan dua waduk ini, kalau selesai insyaallah bulan Desember ini selesai maka dia akan membantu menahan," ujar Anies di Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (26/4) kemarin.

Dia juga hendak membangun saringan raksasa di sungai. Gunanya supaya sampah dari luar Jakarta tidak masuk ke sungai. Dia melihat Pintu Air Manggarai yang menahan volume sampah 170 ton dalam waktu kurang 24 jam.

"Jadi kami berencana membangun (saringan raksasa) di luar Jakarta tahun ini, tapi nampaknya anggarannya tidak disetujui oleh dewan," kata Anies.

Wali Kota Bogor Bima Arya memuji Anies yang menurutnya telah berhasil menangani banjir. Biasanya bila Bendung Katulampa siaga I maka Jakarta bakal direndam banjir parah. Meski begitu, kata dia, kewaspadaan harus tetap terjaga sampai Mei.

"Saya melihat sekarang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya ketika siaga satu sudah pasti banjirnya parah, tapi kemarin itu siaga satu 250 cm sempat itu, biasanya Jakarta luar biasa banjirnya, tapi ini rasanya lebih terkendali pada tahun ini," ucap Bima di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019). https://bit.ly/2rZnVqV