Kamis, 21 November 2019

Lirik Wilayah Kabupaten, Bima Arya Kaji Perluasan Kota Bogor

Rencana perluasan Kota Bogor mulai dikaji. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ingin perluasan wilayah ke kabupaten sesuai kebutuhan kota.

"Bogor ini harus mengantisipasi perkembangan ke depan 10-20 tahun lagi ke depan seperti apa. Kita mempersiapkan kapasitas kita dalam melayani warga, daya dukung kota, mengantisipasi ledakan pertumbuhan penduduk, bonus demografi, kemudian perkembangan Jabodetabek juga LRT," kata Bima Arya saat dihubungi, Rabu (31/7/2019).

Kajian perluasan Kota Bogor ini digodok Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Bima Arya menyebut kajian kemungkinan rampung pada akhir tahun ini.

"(Kriteria perluasan wilayah dilakukan) dengan menghitung tren pertumbuhan ekonomi, arus mobilitas penduduk, pertumbuhan penduduk, arus imigrasi. Semuanya kita hitung sama daya dukung wilayah kita saat ini, ketersediaan yang existing itu dihitung semua," katanya.

Rencana perluasan Kota Bogor dengan 'mencaplok' wilayah kabupaten disebut Bima Arya sudah lama diwacanakan. Tapi Bima Arya menginstruksikan agar kajian dilakukan lebih dulu sebelum berbicara mengenai wilayah kabupaten yang potensial untuk perluasan Kota Bogor.

"Kebutuhan ini juga untuk memaksimalkan layanan-layanan warga yang dekat, mungkin daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan kecamatan-kecamatan (kabupaten), yang kalau masuk kewenangan kita (Pemkot) lebih mudah mensinkronkan," ujar Bima Aya.

"Yang dikaji kebutuhan baru terlihat wilayahnya, dipelajari wilayahnya," imbuhnya. https://bit.ly/2Ov7HxA

Penanganan Banjir Anies Baswedan: Dipuji Bima, Dikritik Dewan

Banjir di Jakarta pada Jumat (25/4/2019) menewaskan 2 orang dan membuat 2.258 orang mengungsi di 12 titik. Gubernur Jakarta Anies Baswedan disorot anggota DPRD DKI namun dipuji kepala daerah tetangga Jakarta, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Soal banjir di Ibu Kota, Anies menyebut ini sebagai banjir kiriman. Disebutnya, daerah yang terendam banjir saat ini juga merupakan daerah langganan banjir.

"Di tempat itu, tidak ada hujan sebetulnya mereka itu, kita ini menerima air dari hulu ketika di sana hujannya keras," kata Anies di gedung Dinas Teknis, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (26/4) kemarin.

Anies menyatakan upaya pencegahan banjir akan percuma saja. Solusi bagi banjir Jakarta adalah penambahan waduk. Volume air yang masuk ke Jakarta juga perlu ditahan.

"Justru yang harus dibereskan adalah bagaimana airnya bisa ditahan di hulu dan antara hulu dan Jakarta sehingga volume air yang masuk di Jakarta terkendali. Saat ini sedang dibangun dua waduk di Kabupaten Bogor dan dua waduk ini, kalau selesai insyaallah bulan Desember ini selesai maka dia akan membantu menahan," ujar Anies di Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (26/4) kemarin.

Dia juga hendak membangun saringan raksasa di sungai. Gunanya supaya sampah dari luar Jakarta tidak masuk ke sungai. Dia melihat Pintu Air Manggarai yang menahan volume sampah 170 ton dalam waktu kurang 24 jam.

"Jadi kami berencana membangun (saringan raksasa) di luar Jakarta tahun ini, tapi nampaknya anggarannya tidak disetujui oleh dewan," kata Anies.

Wali Kota Bogor Bima Arya memuji Anies yang menurutnya telah berhasil menangani banjir. Biasanya bila Bendung Katulampa siaga I maka Jakarta bakal direndam banjir parah. Meski begitu, kata dia, kewaspadaan harus tetap terjaga sampai Mei.

"Saya melihat sekarang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya ketika siaga satu sudah pasti banjirnya parah, tapi kemarin itu siaga satu 250 cm sempat itu, biasanya Jakarta luar biasa banjirnya, tapi ini rasanya lebih terkendali pada tahun ini," ucap Bima di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019). https://bit.ly/2rZnVqV

Tidak ada komentar:

Posting Komentar