Rabu, 20 November 2019

Rahasia Hidup Bahagia di Usia 60-an, Ini Tipsnya

Memasuki usia di atas 30 tahun, kemampuan fisik manusia mengalami penurunan. Tidak jarang dari mereka sebelum memasuki usia lansia mengalami kematian dini atau prematur menjelang usia 60 tahun ke atas yang disebabkan oleh berbagai penyakit seperti hipertensi, jantung atau diabetes.

Namun, hidup sehat di usia senja tetap bisa diperoleh asal punya kesadaran untuk pola hidup sehat serta cek kesehatan secara rutin sejak remaja. Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, ada beberapa perubahan fisiologis yang terjadi ketika memasuki usia 60 yang bisa di pertahankan dengan asupan nutrisi yang baik.

"Seperti otot (menjaga jumlah dan kekuatan otot), otak (mencegah demensia), tulang (osteoporosis), saluran pencernaan (tetap bisa mencerna dan tidak terjadi bab susah). Anda membutuhkan asupan gizi tertentu agar tubuh tetap sehat dan bugar dan mencegah kondisi tersebut," ujar dr Muliaman kepada detikHealth, baru-baru ini.

Bahkan, dengan kondisi yang sehat dan bugar karena terpenuhinya nutrisi, juga secara tidak langsung dapat membuat hidup merasa bahagia. Hal itu karena rasa bahagia atau suasana hati ini timbul jika tak banyak penyakit yang diderita.

"Pada orang tua salah satu yang membuat mereka bisa awet muda selain kecukupan nutrisi adalah rasa bahagia dalam menjalani hidup, tentunya untuk membentuk dan merangsang hormon yang menyebabkan suasana hati mood bahagia ini diperlukan nutrisi seperti asam amino dari protein, dan vitamin B complex," jelasnya.

Adapun pemenuhan nutrisi yang baik bagi lansia, lanjut dr Muliaman, didapatkan dari beberapa nutrisi seperti protein. Lansia membutuhkan jumlah protein lebih banyak daripada orang dewasa muda, yaitu sekitar 1-1,2 gram/kg per harinya.

"Protein baik untuk membangun dan memperbaiki jaringan serta mempertahankan massa otot. Hal ini penting agar Anda tidak mengalami sarkopenia, yaitu kondisi degenerasi otot yang membuat tubuh menjadi lebih lemah. Selain itu, protein juga bisa menjadi sumber energi. Anda bisa mendapatkan asupan gizi ini di dalam ikan, telur, ayam, dan susu," bebernya. https://bit.ly/37mS83F

Kemudian, nutrisi yang perlu dipenuhi adalah vitamin dan mineral agar tidak mudah sakit. Beberapa vitamin dan mineral yang dibutuhkan seperti vitamin D untuk kesehatan tulang dan gigi, vitamin B12 untuk mengurangi risiko demensia, omega-3 untuk daya ingat, dan masih banyak lagi.

"Vitamin D dan juga kalsium adalah nutrisi yang harus dikonsumsi usia 60-an ke atas. Pasalnya, zat-zat seperti kalsium, vitamin D, dan magnesium bisa membantu menjaga kepadatan tulang dan mengurangi risiko terjadinya osteoporosis," ucapnya.

Terakhir, nutrisi yang diperlukan adalah serat untuk mencegah gangguan pencernaan yang seringkali terjadi pada lansia. Selain untuk melancarkan pencernaan, serat penting untuk mengontrol kadar lemak dan gula dalam darah.

Meski demikian, masalah selanjutnya saat memasuki usia lanjut biasanya nafsu makan sudah berkurang, bosan dengan makanan tertentu, karena gigi sudah mulai berkurang. Untuk itu, lansia butuh meal replacement atau makanan pengganti sarapan dan makan malam dari susu bernutrisi seperti Entrasol Senior. Keunggulan Entrasol senior tentunya bisa diberikan kepada yang nafsu makannya berkurang.

Entrasol Senior memiliki kandungan nutrisi lengkap dengan 250 kcal/serving, protein yang tinggi, serat tinggi vitamin dan mineral
Lengkap. Disamping itu, lansia yang sering merasa perutnya tidak tahan minum susu, dengan minum Entrasol Senior lebih bisa diterima dan tidak akan bermasalah karena kandungannya yang sangat rendah laktosa.

Orang Kurus Bebas Kolesterol, Mitos atau Fakta?

Orang bertubuh kurus pasti bebas kolesterol tinggi? Belum tentu lho. Ternyata itu hanya mitos belaka. Bentuk dan berat badan tidak ada hubungannya dengan kadar kolesterol dalam darah.

Orang yang kurus dan tampak sehat bugar bisa saja punya kolesterol tinggi tanpa menyadarinya. Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, kelebihan kolesterol atau hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi di mana tingginya kadar kolesterol dan lemak dalam darah.

"Kolesterol adalah lemak yang berwarna putih dan tersebar di seluruh sel tubuh. Tubuh kita sebenarnya memproduksi sendiri dan menyimpan persediaan kolesterolnya di hati. Penyebab utama tingginya kolesterol adalah dari makanan sehari-hari yang kita konsumsi, walau ada beberapa faktor lain penyebab tingginya kolesterol selain makanan seperti penyakit tertentu, usia tua, obesitas, alkohol dan asap rokok, kurang gerak serta juga ada faktor genetik," ujar dr Muliaman, kepada detikHealth, baru-baru ini. https://bit.ly/2O3iiAQ

Menjaga Kadar Gula Darah dengan Nutrisi Makanan Pengganti

Bagi penyandang diabetes, penting untuk menjaga pola makan harian karena dapat mempengaruhi kontrol gula darah. Apa yang dimakan, jumlah yang dimakan, dan waktu makan penting diperhatikan guna menjaga kadar gula darah sesuai anjuran.

Seperti diungkapkan Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, ada istilah sederhana yang disebut dengan 3J, yaitu Jenis, Jadwal dan Jumlah. Pada jenis makanan, dr Muliaman menyarankan aga penyandang diabetes tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula.

"Jadwal makannya benar diatur yaitu tetap 3x makan (pagi, siang dan malam) serta 2x snack (sebelum siang dan sore). Lalu jumlahnya, harus benar diatur jumlahnya. Bukan berarti penyandang diabetes menghindari makanan yang manis atau gula tinggi, tapi jenis dan jumlahnya yang harus dibatasi," ujar dr Muliaman kepada detikHealth, baru-baru ini.

Di pola hidup yang serba cepat ini, menjaga pola makan bagi penyandang diabetes memang tidaklah mudah. Karena itu, nutrisi pengganti makan dalam bentuk susu, misalnya, dapat menjadi pilihan untuk membantu pengaturan pola makan. Namun, susu yang disarankan tidak sembarangan.

"Susu untuk penderita diabetes usahakan susu yang benar-benar diatur dan dikontrol kalori serta kandungan terutama gulanya. Jangan minum susu sembarangan apalagi sebagai snack. Biasanya susu yang diberikan adalah sebagai meals replacement atau sebagai ganti sarapan dan makan malam," jelas dr Muliaman.

Hal ini dikarenakan nutrisi pengganti makan, maka jumlah kalori harus terukur bagi penyandang diabetes. Selain itu, susu pengganti makan ini harus memiliki kandungan serat, vitamin dan mineral. https://bit.ly/2QyGVXJ

Seputar Radang Sendi yang Bisa Ancam Generasi Muda

Radang sendi atau Osteoarthritis (OA) biasa dikenal sebagai penyakit degeneratif sendi yang menimbulkan rasa nyeri pada sendi. Sendi yang paling sering mengalami kondisi ini meliputi tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung.

"Sendi adalah semua persambungan tulang yang membuat tulang bisa bergerak ataupun tidak bergerak. Radang sendi terjadi jika ada peradangan yang melibatkan keseluruhan sendi jaringan tulang rawan sendi, ruang antar sendi dan cairan sendi," ujar Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma dr Helmin Agustina Silalahi kepada detikHealth, Senin (11/11/2019).

Menurut dr Helmin, penyakit radang sendi bukanlah penyakit orangtua, karena seringkali terkena pada orang dewasa yang masih aktif bekerja dan merupakan penyebab terbesar disabilitas dan hilangnya hari kerja. Karena itu, radang sendi menjadi salah satu rintangan dalam beraktivitas di usia produktif.

"Anak muda bisa terkena penyakit radang sendi. Namun usia tua menjadi faktor paling banyak. Faktor risiko yang lain seperti riwayat perlukaan pada sendi, berat badan berlebih, kecenderungan genetik, faktor mekanis (beban tubuh), kekuatan otot paha dan kondisi jaringan sendi," jelasnya.

Penyakit radang sendi tidak dapat disembuhkan. Oleh karena itu, pencegahan dini diperlukan untuk terhindar dari nyeri sendi yang menghambat produktivitas. Karena itu, beberapa langkah untuk mencegah OA pada usia dini, hal utama yang perlu dilakukan adalah olahraga teratur dan terus bergerak secara aktif, serta menjaga berat badan tetap ideal.

Tak hanya itu, menurut dr Helmi, untuk pencegahan diri agar terhindar dari radang sendi adalah menjaga pola makan yang sehat. Nutrisi yang sehat dengan pola makan gizi seimbang akan membantu dalam pencegahan maupun penatalaksanaan nyeri sendi.

Selain itu, untuk mengurangi rasa nyeri atau jika terjadi bengkak pada sendi, konsumsi H2 Green Lipped Mussel yang memiliki kandungan utama yaitu Glycosaminoglycan. Kandungan ini dapat membantu melubrikasi sendi serta melindungi tulang rawan terutama pada pasien OA ataupun orang dengan gangguan sendi lainnya.

Selain itu, ada kandungan asam lemak Omega-3 (PUFA) untuk anti peradangan yang akan mengatasi gejala akut dan menurunkan nyeri, serta kandungan glikogen complex untuk memperkuat efek anti peradangan sehingga gejala nyerinya cepat berkurang. Produk ini berasal dari New Zealand dan sudah di analisa terbebas logam berat sehingga aman untuk dikonsumsi dan efektif untuk meredakan bengkak serta nyeri pada sendi. https://bit.ly/35iY8sm