Rabu, 20 November 2019

Menjaga Kadar Gula Darah dengan Nutrisi Makanan Pengganti

Bagi penyandang diabetes, penting untuk menjaga pola makan harian karena dapat mempengaruhi kontrol gula darah. Apa yang dimakan, jumlah yang dimakan, dan waktu makan penting diperhatikan guna menjaga kadar gula darah sesuai anjuran.

Seperti diungkapkan Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, ada istilah sederhana yang disebut dengan 3J, yaitu Jenis, Jadwal dan Jumlah. Pada jenis makanan, dr Muliaman menyarankan aga penyandang diabetes tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula.

"Jadwal makannya benar diatur yaitu tetap 3x makan (pagi, siang dan malam) serta 2x snack (sebelum siang dan sore). Lalu jumlahnya, harus benar diatur jumlahnya. Bukan berarti penyandang diabetes menghindari makanan yang manis atau gula tinggi, tapi jenis dan jumlahnya yang harus dibatasi," ujar dr Muliaman kepada detikHealth, baru-baru ini.

Di pola hidup yang serba cepat ini, menjaga pola makan bagi penyandang diabetes memang tidaklah mudah. Karena itu, nutrisi pengganti makan dalam bentuk susu, misalnya, dapat menjadi pilihan untuk membantu pengaturan pola makan. Namun, susu yang disarankan tidak sembarangan.

"Susu untuk penderita diabetes usahakan susu yang benar-benar diatur dan dikontrol kalori serta kandungan terutama gulanya. Jangan minum susu sembarangan apalagi sebagai snack. Biasanya susu yang diberikan adalah sebagai meals replacement atau sebagai ganti sarapan dan makan malam," jelas dr Muliaman.

Hal ini dikarenakan nutrisi pengganti makan, maka jumlah kalori harus terukur bagi penyandang diabetes. Selain itu, susu pengganti makan ini harus memiliki kandungan serat, vitamin dan mineral. https://bit.ly/2QyGVXJ

Seputar Radang Sendi yang Bisa Ancam Generasi Muda

Radang sendi atau Osteoarthritis (OA) biasa dikenal sebagai penyakit degeneratif sendi yang menimbulkan rasa nyeri pada sendi. Sendi yang paling sering mengalami kondisi ini meliputi tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung.

"Sendi adalah semua persambungan tulang yang membuat tulang bisa bergerak ataupun tidak bergerak. Radang sendi terjadi jika ada peradangan yang melibatkan keseluruhan sendi jaringan tulang rawan sendi, ruang antar sendi dan cairan sendi," ujar Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma dr Helmin Agustina Silalahi kepada detikHealth, Senin (11/11/2019).

Menurut dr Helmin, penyakit radang sendi bukanlah penyakit orangtua, karena seringkali terkena pada orang dewasa yang masih aktif bekerja dan merupakan penyebab terbesar disabilitas dan hilangnya hari kerja. Karena itu, radang sendi menjadi salah satu rintangan dalam beraktivitas di usia produktif.

"Anak muda bisa terkena penyakit radang sendi. Namun usia tua menjadi faktor paling banyak. Faktor risiko yang lain seperti riwayat perlukaan pada sendi, berat badan berlebih, kecenderungan genetik, faktor mekanis (beban tubuh), kekuatan otot paha dan kondisi jaringan sendi," jelasnya.

Penyakit radang sendi tidak dapat disembuhkan. Oleh karena itu, pencegahan dini diperlukan untuk terhindar dari nyeri sendi yang menghambat produktivitas. Karena itu, beberapa langkah untuk mencegah OA pada usia dini, hal utama yang perlu dilakukan adalah olahraga teratur dan terus bergerak secara aktif, serta menjaga berat badan tetap ideal.

Tak hanya itu, menurut dr Helmi, untuk pencegahan diri agar terhindar dari radang sendi adalah menjaga pola makan yang sehat. Nutrisi yang sehat dengan pola makan gizi seimbang akan membantu dalam pencegahan maupun penatalaksanaan nyeri sendi.

Selain itu, untuk mengurangi rasa nyeri atau jika terjadi bengkak pada sendi, konsumsi H2 Green Lipped Mussel yang memiliki kandungan utama yaitu Glycosaminoglycan. Kandungan ini dapat membantu melubrikasi sendi serta melindungi tulang rawan terutama pada pasien OA ataupun orang dengan gangguan sendi lainnya.

Selain itu, ada kandungan asam lemak Omega-3 (PUFA) untuk anti peradangan yang akan mengatasi gejala akut dan menurunkan nyeri, serta kandungan glikogen complex untuk memperkuat efek anti peradangan sehingga gejala nyerinya cepat berkurang. Produk ini berasal dari New Zealand dan sudah di analisa terbebas logam berat sehingga aman untuk dikonsumsi dan efektif untuk meredakan bengkak serta nyeri pada sendi. https://bit.ly/35iY8sm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar