Kamis, 21 November 2019

Pesawat Antariksa India Sukses Mengorbit Bulan

Pesawat antariksa Chandrayaan-2 besutan India telah sukses memasuki orbit Bulan. Misi selanjutnya adalah mendaratkan kendaraan rover di permukaan satelit Bumi tersebut.

Chandrayaan-2 yang mengangkasa 22 Juli silam mulai mengorbit Bulan pada Selasa (20/8) waktu setempat. Indian Space Research Organisation (ISRO) menyebut pesawatnya itu bermanuver selama setengah jam sebelum berhasil mengorbit.

K. Sivan selaku kepala ISRO percaya diri misi pendaratan di Bulan akan sesuai rencana, yakni pada tanggal 7 September mendatang. Target pendaratan misi senilai USD 145 juta ini adalah Kutub Selatan yang belum pernah disinggahi sebelumnya.

Keberhasilan mengorbit di Bulan bukanlah perkara mudah. Kecepatan dan ketinggian pesawat harus benar-benar tepat dan kesalahan sekecil apapun bisa menggagalkan misi ini.

"Detak jantung kami meningkat. Dalam 30 menit itu, jantung kami hampir berhenti," sebut Sivan yang dikutip detikINET dari BBC.

Pada 2008, India sudah sukses meluncurkan Chandrayaan-1 ke orbit Bulan walau tidak sampai melakukan pendaratan. Tapi misi itu adalah yang pertama mencari keberadaan air di Bulan menggunakan radar.

Chandrayaan-2 sendiri akan mendarat di Kutub Selatan juga untuk mencari bukti adanya air dan mineral serta mengukur gempa Bulan. Ia diterbangkan menggunakan roket paling powerful buatan India, Geosynchronous Satellite Launch Vehicle Mark III (GSLV Mk-III).

Berat roket itu 640 ton dan tingginya 44 meter. Ia membawa tiga bagian yaitu orbiter, lander dan sebuah rover. Lander akan membawa rover mendarat di permukaan Bulan.

Bagian orbiter akan mengelilingi Bulan selama setahun dan mengambil foto-foto permukaannya. Sedangkan rover bernama Praygan bisa menjelajah sejauh setengah kilometer dan akan mengirimkan berbagai data ke Bumi untuk analisis. https://bit.ly/2CYWEay

Tahun Ini India Mau Mendarat di Bulan

 India berambisi besar dalam perlombaan luar angkasa. Negeri Bollywood itu mengumumkan akan melakukan misi pendaratan di Bulan pada tahun ini.

Dikutip detikINET dari NBC, Indian Space Research Organization (ISRO) menyatakan misi bernama Chandrayaan-2 tersebut akan diluncurkan antara 9 sampai 16 Juli 2019 mendatang.

Jika misi ini berlangsung mulus, India akan jadi negara keempat yang sukses menaklukkan Bulan setelah Amerika Serikat, Rusia dan China. Israel mencoba misi serupa tapi gagal karena menjelang mendarat di Bulan, wahananya mendadak rusak.

Lokasi pendaratan yang dituju India adalah kutub selatan yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya. Bebatuan di kawasan itu konon berumur sampai 4 miliar tahun dan menyimpan potensi energi nuklir.

Wahana yang datang sebelumnya selalu mendarat di dekat ekuator Bulan. Sehingga jika berhasil, India akan jadi negara pertama menyasar kutub selatan.

"Kami siap untuk salah satu misi paling menarik. Jendela peluncuran antara 9-16 Juli dan pendaratan di Bulan sepertinya pada 6 September 2019," tulis ISRO di Twitter.

India pernah melakukan misi serupa pada 2008 dengan nama Chandrayaan 1 yang berhasil mengorbit di Bulan, tapi akhirnya hilang kontak. Kini pesawat Chandrayaan generasi baru dipandang sudah siap.

"Chandrayaan-2, misi Bulan kedua India, punya 3 modul yaitu Orbiter, Lander (Vikram) dan Rover (Pragyan)," papar ISRO.

Rover itu akan mengadakan penelitian ilmiah di Bulan. Rencananya, misi di Bulan akan dilakukan selama 14 hari. Peluncuran akan dilakukan di dalam negeri, yaitu di kawasan Sriharikota. https://bit.ly/346DZFr

Nyaris Mendarat di Bulan, Pesawat Antariksa India Hilang Kontak

Upaya India mendaratkan rover penjelajah di kutub selatan Bulan mungkin menemui kegagalan. Komunikasi antara wahana pendaratan atau lander dengan Bumi terputus beberapa saat sebelum menyentuh Bulan.

"Komunikasi dari lander ke ground station terputus," kata Kailasavadivoo Sivan, Chairman Indian Space Research Organization (ISRO) yang dikutip detikINET dari Guardian.

Impian India menjadi negara keempat setelah Amerika Serikat, Rusia dan China yang berhasil mendaratkan wahana di Bulan pun sepertinya musnah. Hal itu memang bukan perkara gampang di mana awal tahun ini, upaya Israel melakukan hal yang sama juga gagal.

"Penurunan lander Vikram sudah sesuai rencana dan performanya normal sampai ketinggian 2,1 kilometer. Di saat yang sama, komunikasi hilang. Datanya masih dianalisis," imbuh K. Sivan.

"Sangatlah sulit melakukannya. ISRO sudah bekerja lebih dari 10 tahun untuk mencapai titik ini. Ini merupakan ilmu tentang roket, bisa saja ada kegagalan," cetus Pallava Balga, jurnalis sains NDTV.

Perdana Menteri India Narendra Modi yang ikut menyaksikan secara langsung upaya pendaratan mengaku tetap bangga pada para ilmuwam yang terlibat walaupun jika hasilnya tidak sesuai rencana.

"Di kehidupan, ada naik turun. Negara bangga pada kalian. Semua kerja keras kalian mengajari kita sesuatu, harapan untuk yang terbaik," kata dia. https://bit.ly/346ykPV

Modi juga menegaskan India akan tetap berkomitmen pada program antariksa. "Kita tetap berharap dan akan terus bekerja keras dalam program antariksa kita," ujarnya.

Misi bernama Chandrayaan 2 yang berarti kendaraan Bulan dalam bahasa Sanskerta diterbangkan dari fasilitas Satish Dhawan Space Center di Andhra Pradesh pada 22 Juli. Pertengahan Agustus, ia berhasil mengorbit di satelit Bumi tersebut.

Chandrayaan 2 awalnya direncanakan mendarat di kutub selatan yang belum pernah dijelajahi, untuk mencari bukti adanya air dan mineral serta mengukur gempa Bulan. Ia membawa tiga bagian yaitu orbiter, lander dan sebuah rover.

Misi ini berbiaya hemat, hanya USD 145 juta atau lebih rendah dari biaya pembuatan film Avengers: Endgame. Akan tetapi keberhasilannya terbang ke Bulan membuktikan ilmuwan India mampu menjelajah angkasa secara mandiri.

India Berdebar-debar Pesawatnya Mau Mendarat di Bulan

Selangkah lagi India akan mencetak sejarah dalam misinya menjadi negara superpower di antariksa. Misi pesawat luar angkasa Chandrayaan 2 sudah siap untuk mendarat di permukaan Bulan yang jika berhasil, adalah sesuatu yang luar biasa.

Sejauh ini, baru Amerika Serikat, China dan Rusia yang pernah mendaratkan wahana di Bulan. Apalagi yang disasar India adalah sisi jauh Bulan di mana hanya China yang mendaratkan rover di sana.

Chandrayaan 2 yang berarti kendaraan Bulan dalam bahasa Sanskerta diterbangkan dari fasilitas Satish Dhawan Space Center di Andhra Pradesh pada 22 Juli. Pertengahan Agustus, ia berhasil mengorbit di satelit Bumi tersebut. Dan 7 September waktu setempat, beberapa jam dari sekarang, ia direncanakan menyambangi permukaan Bulan.

Chandrayaan-2 akan mendarat di Kutub Selatan yang belum pernah dijelajahi, untuk mencari bukti adanya air dan mineral serta mengukur gempa Bulan. Ia membawa tiga bagian yaitu orbiter, lander dan sebuah rover. Lander akan membawa rover bernama Praygan menuju di permukaan Bulan.

Misi ini berbiaya hemat, hanya USD 145 juta atau lebih rendah dari biaya pembuatan film Avengers: Endgame. Akan tetapi keberhasilannya membuktikan ilmuwan India mampu menjelajah angkasa secara mandiri.

"Hal ini adalah pertanda kemajuan cepat yang dibuat oleh negara ini dalam bidang sains dan teknologi," tandas Wakil Presiden India, M. Venkaiah Nandu. https://bit.ly/35muF0x