Upaya India mendaratkan rover penjelajah di kutub selatan Bulan mungkin menemui kegagalan. Komunikasi antara wahana pendaratan atau lander dengan Bumi terputus beberapa saat sebelum menyentuh Bulan.
"Komunikasi dari lander ke ground station terputus," kata Kailasavadivoo Sivan, Chairman Indian Space Research Organization (ISRO) yang dikutip detikINET dari Guardian.
Impian India menjadi negara keempat setelah Amerika Serikat, Rusia dan China yang berhasil mendaratkan wahana di Bulan pun sepertinya musnah. Hal itu memang bukan perkara gampang di mana awal tahun ini, upaya Israel melakukan hal yang sama juga gagal.
"Penurunan lander Vikram sudah sesuai rencana dan performanya normal sampai ketinggian 2,1 kilometer. Di saat yang sama, komunikasi hilang. Datanya masih dianalisis," imbuh K. Sivan.
"Sangatlah sulit melakukannya. ISRO sudah bekerja lebih dari 10 tahun untuk mencapai titik ini. Ini merupakan ilmu tentang roket, bisa saja ada kegagalan," cetus Pallava Balga, jurnalis sains NDTV.
Perdana Menteri India Narendra Modi yang ikut menyaksikan secara langsung upaya pendaratan mengaku tetap bangga pada para ilmuwam yang terlibat walaupun jika hasilnya tidak sesuai rencana.
"Di kehidupan, ada naik turun. Negara bangga pada kalian. Semua kerja keras kalian mengajari kita sesuatu, harapan untuk yang terbaik," kata dia. https://bit.ly/346ykPV
Modi juga menegaskan India akan tetap berkomitmen pada program antariksa. "Kita tetap berharap dan akan terus bekerja keras dalam program antariksa kita," ujarnya.
Misi bernama Chandrayaan 2 yang berarti kendaraan Bulan dalam bahasa Sanskerta diterbangkan dari fasilitas Satish Dhawan Space Center di Andhra Pradesh pada 22 Juli. Pertengahan Agustus, ia berhasil mengorbit di satelit Bumi tersebut.
Chandrayaan 2 awalnya direncanakan mendarat di kutub selatan yang belum pernah dijelajahi, untuk mencari bukti adanya air dan mineral serta mengukur gempa Bulan. Ia membawa tiga bagian yaitu orbiter, lander dan sebuah rover.
Misi ini berbiaya hemat, hanya USD 145 juta atau lebih rendah dari biaya pembuatan film Avengers: Endgame. Akan tetapi keberhasilannya terbang ke Bulan membuktikan ilmuwan India mampu menjelajah angkasa secara mandiri.
India Berdebar-debar Pesawatnya Mau Mendarat di Bulan
Selangkah lagi India akan mencetak sejarah dalam misinya menjadi negara superpower di antariksa. Misi pesawat luar angkasa Chandrayaan 2 sudah siap untuk mendarat di permukaan Bulan yang jika berhasil, adalah sesuatu yang luar biasa.
Sejauh ini, baru Amerika Serikat, China dan Rusia yang pernah mendaratkan wahana di Bulan. Apalagi yang disasar India adalah sisi jauh Bulan di mana hanya China yang mendaratkan rover di sana.
Chandrayaan 2 yang berarti kendaraan Bulan dalam bahasa Sanskerta diterbangkan dari fasilitas Satish Dhawan Space Center di Andhra Pradesh pada 22 Juli. Pertengahan Agustus, ia berhasil mengorbit di satelit Bumi tersebut. Dan 7 September waktu setempat, beberapa jam dari sekarang, ia direncanakan menyambangi permukaan Bulan.
Chandrayaan-2 akan mendarat di Kutub Selatan yang belum pernah dijelajahi, untuk mencari bukti adanya air dan mineral serta mengukur gempa Bulan. Ia membawa tiga bagian yaitu orbiter, lander dan sebuah rover. Lander akan membawa rover bernama Praygan menuju di permukaan Bulan.
Misi ini berbiaya hemat, hanya USD 145 juta atau lebih rendah dari biaya pembuatan film Avengers: Endgame. Akan tetapi keberhasilannya membuktikan ilmuwan India mampu menjelajah angkasa secara mandiri.
"Hal ini adalah pertanda kemajuan cepat yang dibuat oleh negara ini dalam bidang sains dan teknologi," tandas Wakil Presiden India, M. Venkaiah Nandu. https://bit.ly/35muF0x
Tidak ada komentar:
Posting Komentar