Kamis, 21 November 2019

Organ Kewanitaan Tak Boleh Disabun, Benarkah?

Wanita memiliki organ intim atau kelamin yang rentan terhadap infeksi. Jika salah dalam mengatasinya, maka akan menimbulkan efek pada kesehatan.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), dr Susie Rendra, SpKK, mengatakan organ intim wanita memang harus disabun. Ini karena dalam organ intim wanita mempunyai banyak kelenjar lemak dan hanya bisa hilang dengan sabun.

"Dalam kelamin kita (wanita) itu kan banyak sekali kelenjar lemak yang membuat daerah itu licin, dan tidak bisa dihilangkan dengan air biasa. Maka dari itu kita memerlukan sabun untuk menghilangkan sisa-sisa lemak dan biasanya berbentuk gel putih," ujar dr Susie saat ditemui detikcom di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Sabun yang digunakan juga harus diperhatikan kadar pH-nya (kadar keasaman), tidak boleh menggunakan sabun mandi. Organ intim sendiri mempunyai pH rendah, sekitar 3,5 - 4, dan membutuhkan sabun dengan kadar pH yang sepadan dengan itu.

"Pemakaiannya juga jangan terlalu sering, cukup 1-2 kali dalam sehari. Sabunnya juga banyak yang dijual di pasaran, yang rata-rata pHnya 3,8 itu sudah cukup aman," jelas dr Susie. https://bit.ly/2OyI7Ym

Selain sabun, daun sirih juga sering dijadikan sebagai bahan pembersih organ intim wanita. Ternyata, terlalu sering menggunakan air sirih dapat mengeringkan kulit dan gatal.

"Sesekali sih nggak apa-apa, pas waktu keputihan lagi banyak-banyaknya supaya kering. Tapi kalo terlalu sering memakai ini atau sabun yang mengandung povidone iodine, kulit akan kering dan gatal. Ini juga tidak boleh over use atau berlebihan," katanya.

dr Susie menambahkan, produk dengan pH rendah sangat penting untuk organ intim. Sebab, pH rendah dapat menghalangi pertumbuhan jamur ataupun bakteri yang berbahaya, dan membuat organ intim lebih sehat.

'Blind Vagina', Kondisi Langka yang Bisa Bikin Wanita Putus Asa

Buta tak selalu mengindikasikan adanya masalah dalam penglihatan. Buta juga menjadi istilah untuk kanal vagina yang terlalu pendek atau biasa disebut blind vagina.

Dikutip dari Mirror, blind vagina adalah kondisi kanal dengan 'dinding' yang mengakibatkan organ tersebut seperti terpisah. Kondisi ini terjadi karena sistem reproduksi yang tidak berkembang dengan baik selama dalam kandungan. Akibatnya, bayi terlahir sudah dalam kondisi blind vagina yang baru diketahui saat wanita tersebut sudah bersuami dan hendak melakukan hubungan seks.

Blind vagina yang disebut juga vagina jalan buntu atau dead end vagina, menjadi perhatian saat ditemukan pada seorang wanita Pakistan berusia 20 tahun. Wanita tanpa identitas tersebut putus asa karena merasa sangat sakit saat melakukan penetrasi seks. Wanita tersebut kemudian ke dokter dan diketahui kanal vaginanya hanya sepanjang 2 sentimeter.

Dalam kisah yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, wanita tersebut menjalani operasi untuk membuka 'dinding' yang memisahkan kanal vaginanya. Setelah 3 minggu, kanal vagina berhasil disambung kembali dengan silikon. Wanita tersebut kemudian menjalani hubungan seks tanpa masalah setelah 4 bulan. Sekitar 7 bulan setelahnya, wanita tersebut dinyatakan hamil dan melahirkan dengan teknik caesar.

Dari kisah ini, blind vagina memang mempengaruhi aktivitas seks wanita sebelum operasi. Namun konsultasi, operasi, dan penanganan sedini mungkin memungkinkan wanita lekas sehat, bisa menikmati hubungan seks dengan pasangan, dan berhasil hamil. https://bit.ly/2KFRTXC

Jerawat Membandel Sering Muncul di Dagu, Bagaimana Mengobatinya?

Selamat siang, saya ingin menanyakan mengenai kulit muka saya terutama di sekitar dagu ini sering timbul jerawat merah-merah. Apakah sebabnya dan bagaimana pengobatan serta cara mencegahnya?

Jerawatnya merah-merah, sering timbul-timbul terus. Mohon bantuan cara mengobatinya.

Jawaban

Jerawat di bagian dagu sering terjadi, terutama pada wanita. Jerawat ini sering disebabkan oleh pengaruh dari hormon androgen yang menstimulasi minyak yang berlebih. Pengobatan untuk jenis jerawat ini sama seperti jenis jerawat yang lainnya bisa dipilih krim antijerawat, perawatan yang sesuai dengan kondisi klinis pasien saat ini.

Pencegahan yang bisa dilakukan seperti membersihkan sisa makeup dengan tepat, menjaga kondisi kulit tetap lembab dan tidak memencet jerawat untuk mencegah terjadinya bekas jerawat.

Kena Panu, Bolehkah Pakai Obat Salep dan Sabun Antijamur Sekaligus?

Halo Dok, saya menderita penyakit panu yang cukup lama dengan bercak keabu-abuan. Apakah boleh jika saya memakai obat salep dan sabun antijamur tanpa resep secara bersamaan Dok?

Jawaban

Panu disebabkan oleh jamur, karena itu biasanya butuh pengobatan yang cukup lama bahkan bisa sampai berbulan-bulan.

Pengobatan panu yang cukup efektif, murah, dan aman, biasanya memakai obat topikal dengan menggunakan salep antijamur. Pada umumnya salep antijamur dapat dibeli secara bebas oleh pasien dan aman digunakan. Namun, bila lokasinya luas, biasanya pengobatan topikal saja tidak cukup dan memerlukan kombinasi pengobatan sistemik dengan obat minum.

Perlu pemeriksaan oleh dokter untuk memastikan diagnosis dan kesembuhan karena bercak kulit akibat panu biasanya memerlukan waktu yang cukup lama untuk kembali normal (menggelap kembali sesuai warna kulit). https://bit.ly/2qB2TP0

Tak Hanya Kulit, Paru-paru Juga Bisa Kena Infeksi Jamur

Selama ini infeksi jamur kerap dikaitkan dengan masalah kulit. Sebut saja panu, kudis, kurap, dan sederet penyakit kulit lainnya biasanya disebabkan karena infeksi jamur.

Namun jamur juga bisa menginfeksi paru-paru yang menyebabkan penyakit mikosis paru. Spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Anna Rozaliyani, MBiomed, SpP, mengatakan mikosis paru adalah gangguan paru atau jalan napas yang disebabkan infeksi, kolonisasi jamur, atau reaksi hipersensitif pada jamur.

"Infeksi jamur juga bisa kena paru, saluran napas, bahkan darah. Meski jarang, ini harus jadi perhatian karena angka kematiannya tinggi," katanya saat dijumpai detikcom beberapa waktu lalu.

Infeksi jamur paru saat ini telah menjadi ancaman kesehatan global karena adanya peningkatan jumlah kasus yang signifikan sejalan dengan peningkatan jumlah pasien dengan faktor risiko akibat penurunan daya tahan tubuh. Terlebih lagi, jamur bisa ditemukan di semua tempat yang membuat kontaminasinya pun tinggi.

"Indonesia itu surganya jamur. Jamur ada di tanah, debu, ruangan yang membuat jamur bisa menjadi infeksi. Jamur bisa masuk ke paru-paru kalau daya tahan tubuh menurun," ucapnya.

Ada beberapa orang yang memiliki faktor risiko tinggi terkena infeksi jamur paru termasuk mereka yang memiliki kebiasaan merokok, punya riwayat penyakit paru obstruktif kronik, gagal ginjal, HIV, dan yang pernah mengidap tuberkulosis (TB).

Saat ini diperkirakan lebih dari 300 juta orang terinfeksi jamur paru karena masih banyak yang berpikir infeksi jamur hanya di kulit. Hal tersebut yang mengakibatkan angka kematiannya cukup tinggi, mencapai 40-100 persen karena terlambatnya diagnosis.

"Banyak penelitian yang menunjukkan infeksi jamur paru bisa berbarengan dengan TB dan indikasi awal TB. Bisa jadi setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan TB yang ternyata pasien terkena infeksi jamur paru," sebutnya. https://bit.ly/37qV92X