Sabtu, 23 November 2019

3 Mahasiswa Luka Akibat Tawuran Antarfakultas di USU

Tiga mahasiswa mengalami luka akibat tawuran antara Fakultas Teknik Mesin dan Fakultas Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara (USU). Setelah dimediasi polisi, pihak rektorat meminta masalah tawuran ini dapat diselesaikan dalam waktu sepekan.

"Korban luka dari masing-masing pihak. Kedua belah pihak telah dimediasi. Pihak rektorat minta waktu untuk menyelesaikan secara internal selama satu minggu," ungkap Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing saat dimintai konfirmasi, Kamis (5/9/2019).

Tiga orang korban yang dirawat ialah Bintang (22), mahasiswa Teknik Sipil yang mengalami luka sobek di pelipis kiri; Noel Siagian (20), mahasiswa Teknik Sipil yang memar di bagian bahu kanan; dan Fahrul Rozi (20), mahasiswa Teknik Mesin yang luka robek di bibir bawah.

"Informasi yang di dapat, tawuran terjadi karena permasalahan dua minggu lalu belum selesai sehingga masing-masing fakultas masih ada rasa dendam dan tidak senang, sehingga terjadi tawuran," beber Kompol Martuasah.

Dampak dari tawuran pada Kamis (5/9), pukul 12.30 WIB, pihak kampus pun meliburkan kegiatan perkuliahan hingga Senin (9/9) mendatang. https://bit.ly/2L1v6G3

Tawuran berawal ketika mahasiswa Jurusan Teknik Mesin melakukan konvoi keliling kampus. Hal itu untuk merayakan keluarnya baju jurusan yang telah mereka dapat.

Saat di depan Gedung Teknik Sipil, para mahasiswa baru dari Teknik Mesin menggeber-geber kendaraan. Hal itu membuat sebagian mahasiswa yang berkumpul merasa terganggu.

Alhasil, kedua kelompok mahasiswa tersebut tawuran. Melihat tawuran itu, para senior dari kedua jurusan pun ikut dalam tawuran tersebut. Aksi saling lempar pun tak terelakkan.

Tak lama kemudian, pihak kepolisian pun datang untuk menghentikan tawuran tersebut. Penjagaan dilakukan hingga sore hari.

Polisi Gerebek 2 Sarang Narkoba di Medan, 12 Orang Diamankan

Polisi menggerebek 2 lokasi yang menjadi sarang tempat peredaran dan konsumsi narkoba. Hasilnya, aparat dari Sabhara Polrestabes Medan menangkap 12 orang dengan barang bukti paket sabu dan alat isap berupa bong.

"Kita laksanakan gempur basis narkoba di dua lokasi. Pertama, di Sari Rejo Pasar Mati. Di sana kita dapati barang bukti sabu-sabu kita amankan delapan orang yang kami pastikan mereka pengguna," jelas Kasat Sabhara Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar, Kamis (5/9/2019) sore, setelah menggelar operasi.

Kepada polisi, kedelapan orang yang ditangkap itu mengaku sudah menggunakan sabu sebelum petugas datang. Para pengguna narkoba itu pun sempat berusaha melarikan diri saat polisi datang. Bahkan tersangka yang ditemukan berlumur lumpur karena terjatuh di parit.

Polisi pun melanjutkan penggerebekan ke lokasi berikutnya di Kompleks River Valley, Kota Medan. Empat orang ditangkap dari lokasi tersebut.


"Dari laporan warga ada sebuah rumah yang sering digunakan untuk transaksi narkoba. Kita amankan 4 orang, jadi total dua belas orang yang diamankan," terangnya. https://bit.ly/2OFQJwB

Polisi: 1 Mahasiswa Tewas dari Tawuran di Universitas Nommensen Medan

Polisi menyebut seorang mahasiswa tewas setelah terjadi tawuran di Universitas HKBP Nommensen Medan. Selain itu seorang mahasiswa lainnya dikabarkan menjalani perawatan di rumah sakit.

"Ada 2 orang korbannya. Satu meninggal dunia dan satunya lagi masih dilakukan perawatan di rumah sakit," ujar Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto kepada wartawan di area kampus yang berada di Jalan Sutomo, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (22/11/2019).

Tawuran itu disebut Dadang antara mahasiswa dari Fakultas Teknik dengan Fakultas Pertanian. Peristiwa yang terjadi siang tadi diduga bermula dari suatu kejadian saat pertandingan futsal pada hari sebelumnya.

"Awalnya mereka ada permainan futsal. Kemudian keesokan harinya, mereka berkumpul di dalam kampus, kemudian terjadilah tawuran antara Fakultas Teknik dan Pertanian," kata Dadang.

"Dari tawuran tersebut, ada dua korban. Yang baru teridentifikasi dari (Fakultas) Pertanian. Satu meninggal dunia, satunya lagi proses rawat," imbuh Dadang.

Dadang belum menyebutkan apa penyebab tewasnya seorang mahasiswa tersebut, termasuk luka yang dialaminya. Dia mengimbau agar semua pihak dapat menahan diri agar tidak terjadi peristiwa serupa.

"Kita berharap semua pihak bisa menahan diri baik Sivitas Pertanian dan Teknik. Kita nanti baik pihak rektorat, sivitas dan aparat akan menyelesaikan permasalahan ini," ujar Dadang. https://bit.ly/2OAd4LO

Tawuran Mahasiswa Nommensen Medan, Polisi Turun Tangan

Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen, Medan, Sumatera Utara, terlibat tawuran. Akibatnya, batu, helm, dan benda lainnya berserakan di jalanan depan kampus.

Informasi yang dihimpun detikcom, Jalan Sutomo, Medan, yang merupakan akses menuju kampus itu, juga sempat ditutup oleh petugas kepolisian. Tampak mahasiswa yang berada di luar kampus bersorak dan sebagian dari mereka ada yang memegang benda tumpul.

Bentrokan itu terjadi antara mahasiswa Fakultas Pertanian dan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro. Namun apa yang menjadi alasan bentrokan itu belum diketahui.

"Betul, tadi sekitar pukul 14.30 WIB. Perkelahian antara mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik. Untuk pemicunya, sedang kita lakukan penyelidikan dulu. Sampai saat ini petugas masih berjaga-jaga di sekitar kampus untuk mengantisipasi aksi lanjutan," kata Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto melalui Kasubbag Humas Kompol Edward N Saragih saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (22/11/2019).

Pantauan detikcom pukul 17.16 WIB, puluhan petugas dari Polrestabes Medan dan Brimob Polda Sumut masih berjaga-jaga di kampus tersebut. Di dalam kampus, tampak tim Inafis telah melakukan olah TKP. Sejumlah tempat yang terlihat banyak benda, seperti batu, berserakan diberi garis polisi. https://bit.ly/2DajETW