Minggu, 24 November 2019

Usai Penggusuran di Sunter, Walkot Jakut: Tak Ada Warga Daftar Rusun

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, sebagai lokasi relokasi warga Sunter yang terkena gusur. Namun belum ada warga yang mendaftar untuk menempati rusun.

"Kita siapkan rusun Marunda. Tapi ternyata mereka tidak ada yang mendaftar. Karena rata-rata hanya sebagai tempat usaha," ucap Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Menurut Sigit, sebagian masyarakat membangun bangunan di lokasi penggusuran Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, sebagai lapak jual beli barang bekas sehingga penghuni kembali ke tempat tinggal asli setelah digusur.

"Itu dominan kan tempat usaha berupa lapak barang bekas. Meski sudah kita tawarkan untuk Rumah Susun Marunda kita siapkan, mereka pada umumnya kembali ke tempat tinggal ada di Penggilingan, ada di daerah Kebon Bawang, ada ke Tanah Abang. Karena memang bukan tempat tinggal, di sana sebagai ruang usaha," kata Sigit.

Sigit mengaku ada beberapa orang yang menolak penggusuran. Namun dia menyebut penolak bukanlah warga Sunter, dan hanya provokator.

"Iya (provokator), dan bukan warga. Mereka hanya katakan pendamping," kata Sigit.

Diketahui, Pemkot Jakarta Utara melakukan penggusuran di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Objek yang digusur ialah bangunan dan tempat usaha warga.

Wali Kota Jakut menuturkan penataan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran dan jalan. Sebelumnya, lokasi itu diduduki sejumlah pemilik usaha barang bekas yang mendirikan bangunan di atas saluran.

"Dampaknya, saluran tidak terkoneksi karena tertutup bangunan. Selama ini kawasan Sunter, seperti di Gaya Motor, Agung Karya, dan Sunter Utara, kerap tergenang," kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, dalam keterangan tertulis yang diunggah di situs Pemprov DKI. https://bit.ly/34gwg82

Pemkot Jakut Jelaskan Penggusuran di Sunter, Tuding Ada yang Provokasi

Pemkot Jakarta Utara memberikan penjelasan soal penggusuran di kawasan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang sedang ramai dibahas. Pemkot menegaskan sosialisasi sudah dilakukan dan warga setuju pindah namun ada yang memprovokasi.

"Sebelum penataan, sosialisasi telah dilakukan sejak September lalu. Kolaborasi dengan sebagian besar warga untuk pemindahan telah dilakukan agar berlangsung damai. Namun, sebagian warga yang menyewakan lahan secara ilegal justru memprovokasi situasi damai tersebut," kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, dalam keterangan tertulis yang diunggah di situs Pemprov DKI, Senin (18/11/2019).

Penataan kawasan itu dilakukan persisnya di Jalan Agung Perkasa 8 Kelurahan Sunter Jaya dan Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok. Ali menyebut sosialisasi sudah dilakukan telebih dahulu sejak 18 September 2019 oleh Lurah Sunter Agung dan Sunter Jaya (Jalan Agung Perkasa 8 adalah Batas Administratif Wilayah kelurarahan tersebut). Mereka telah memberikan surat imbauan kepada warga yang menghuni / menduduki tanpa keterangan Hak Kepemilikan Tanah untuk mengosongkan lokasi tersebut lantaran akan dilakukan penataan saluran air, pedestrian, dan pembangunan jalan.

Proses sosialisasi dilanjutkan dengan membuka ruang dialog dan mendata warga Jalan Agung Perkasa 8 sesuai kebutuhan, seperti pemindahan anak warga yang masih sekolah, menyiapkan rusun untuk relokasi, dan menyiapkan tenaga kendaraan angkut bila diperlukan untuk membantu warga memindahkan barangnya. Ali mengatakan warga menyambut baik upaya ini. Mereka bersedia membongkar sendiri bangunannya yang dibantu oleh petugas Satpol PP dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk kemudian dipindahkan ke rusun.

Pemprov DKI Jakarta juga telah berkoordinasi dengan PLN Area Tanjung Priok dalam melaksanakan Operasi Penertiban Penggunaan Tenaga Listrik (P2TL) dan menemukan 18 Penyambungan Tenaga Listrik Tanpa Izin PLN, sehingga dilakukan pemutusan dan proses hukum. Surat Peringatan pun telah diberikan.

"Namun, melihat kondisi lapangan bahwa warga penghuni Jalan Agung Perkasa 8 tak kunjung menunjukkan itikad untuk segera mengosongkan lokasi yang akan dilakukan penataan, maka dilaksanakan rapat koordinasi UKPD bersama Forkopinko Jakarta Utara, menetapkan dan menugaskan Kasatpol PP Kota Jakarta Utara dan Camat Tanjung Priok serta UKPD terkait, untuk melaksanakan Penertiban Terpadu sebagaimana diatur pada Pergub No. 118 Tahun 2016," ungkap Ali. https://bit.ly/34gwegq

Anggota Satpol PP Diduga Bobol ATM, Bank DKI Jamin Keamanan Nasabah

Bank DKI menyebut kejadian anggota Satpol PP diduga membobol ATM tidak berpengaruh kepada nasabah. Bank DKI pun sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk kasus ini.

"Kasus yang terjadi tidak ada hubungannya dengan dana nasabah yang ada di Bank DKI karena tidak terkait dengan dana nasabah yang berada di Bank DKI. Layanan dan kegiatan operasional perbankan tetap berjalan dengan normal. Bank DKI menjamin keamanan dana nasabah," kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, dalam keterangannya, Senin (18/11/2019).

Herry mengatakan Bank DKI telah melaporkan kasus itu kepada Polda Metro Jaya. Bank DKI meminta nasabah tidak khawatir menggunakan layanan.

"Selain itu, kejadian ini dilakukan pada ATM bank lain. Atas permasalahan ini, sejak awal kami sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait," kata Herry.

"Nasabah tidak perlu khawatir untuk tetap menggunakan layanan Bank DKI seperti biasa dan dana nasabah yang berada di Bank DKI dijamin aman," kata Harry.

Sebelumnya, anggota Satpol PP Jakarta Barat berinisial MR diduga melakukan penarikan uang di ATM tanpa mengurangi saldo alias membobol ATM. Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin, angkat bicara tentang hal tersebut.

"Informasi yang saya dapatkan mereka mengambil uang di ATM Bersama. Bukan ATM Bank DKI. ATM Bersama yang mana dia mengambilnya pertama dia salah PIN. Yang kedua baru PIN-nya benar dan uangnya keluar namun saldonya tidak berkurang. Lalu dia ambil lagi," ucap Arifin. https://bit.ly/35tcV3G

Warga Masih Bertahan, Satpol PP Datangi Lagi Lokasi Penggusuran di Sunter

Puluhan warga yang digusur di Sunter, Jakarta Utara masih bertahan di dekat tempat tinggalnya. Siang ini, Satpol PP kembali mendatangi lokasi penggusuran.

Pantauan detikcom, Satpol PP mendatangi warga di Jl Agung Perkasa VIII, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (18/11/2019) sekitar pukul 14.25 WIB. Warga sendiri masih bertahan di lokasi dengan mendirikan gubuk dari tripleks hingga terpal bekas.

Warga yang mengira para petugas itu hendak menertibkan gubuk yang didirikan warga langsung menghadang. "Ini manusia pak, cucu saya lagi sakit tuh tidur masa mau digusur juga," teriak nenek bernama Sumiati di lokasi.

"Iya, sudah.. sudah.. yang lagi tidur silakan tidur," jawab salah satu petugas.

Warga lain juga datang menghadang para petugas. "Astagfirullah.. Kita mau tinggal di mana kalau ini digusur lagi?" ucap warga lain.

Beberapa petugas Satpol PP tampak menenangkan warga yang emosi. Mereka lalu sempat menarik diri dari kerumunan warga.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Jakut menegaskan sudah ada sosialisasi ke warga sebelum penggusuran pada Kamis (14/11) yang lalu dan rusun juga disediakan. Warga diklaim telah bersedia pindah namun Pemkot menyebut ada provokasi dari warga yang menyewakan lahan secara ilegal.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, menuturkan penataan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran dan jalan. Sebelumnya, lokasi itu diduduki sejumlah pemilik usaha barang bekas yan mendirikan bangunan di atas saluran.

"Dampaknya, saluran tidak terkoneksi karena tertutup bangunan. Selama ini kawasan Sunter seperti di Gaya Motor, Agung Karya dan Sunter Utara kerap tergenang," katanya. https://bit.ly/2QL7zwt