Senin, 25 November 2019

Reuni 212 Ngaku Kantongi Rekomendasi, Anies: Izin Diberikan Terkait Maulid

 Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut telah mengantongi rekomendasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melaksanakan reuni akbar di Monas. Anies mengatakan izin diberikan terkait Maulid Akbar.

"Jadi pada hari Selasa atau Rabu kemarin Forkompimda melakukan musyawarah, terkait dengan adanya rencana kegiatan 1 Desember dan 2 Desember. 1 Desember terkait Papua, 2 Desember terkait dengan Maulid Akbar," ujar Anies di Gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Anies mengatakan pihaknya telah membicarakan izin ini dalam Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Berdasarkan hasil kordinasi tersebut, Anies mengaku memberikan izin untuk pelaksanaan Maulid Akbar.

"Kemudian kesimpulannya memang diberikan izin. Kalau nggak salah itu pertemuan (Forkompimda) hari Selasa, jadi Gubernur, Pangdam, Kapolda, Kajati kemudian Kabinda rapat di situ yang kemudian menggariskan," kata Anies.

GNPF Ulama Klaim Sudah Kirim Surat Pemberitahuan Reuni 212 ke Polisi

Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana menggelar reuni di Monas, Jakarta Pusat. Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama menyebut perizinan sudah selesai diurus.

"Soal surat-surat perizinan, segala macam, sudah rapi. Dengan pengelola taman Monas sudah, dengan Gubernur sudah rekomendasi, dengan Polda, bahkan dengan Polres dan Polri," ujar Sekjen GNPF Ulama Edy Mulyadi di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

Edy mengatakan Reuni 212 merupakan kegiatan rutin dalam rangka memelihara momentum pertemuan umat Islam dalam jumlah besar. Menurutnya, Reuni 212 kali ini akan diisi kegiatan munajat sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Ada beberapa tema, kita temanya adalah soal munajat dan maulid agung. Kita berdoa kepada Allah SWT memohon keselamatan segala macam, dan kita juga memperingati Maulid Nabi kita," katanya.

Meskipun digelar bukan di hari libur, Edy mengajak masyarakat 'memutihkan' Jakarta. Semua orang boleh hadir. https://bit.ly/2OEI7WN

"Intinya siapa saja boleh hadir kok, jangankan sesama muslim, nonmuslim pun kalau kita nggak ngaco-ngaco dipersilakan hadir, seperti reuni tahun lalu kita persilakan tempat khusus," katanya.

"Umat Islam, khususnya, silahkan datang semua ramai-ramai. Jangan khawatir kita tidak akan ada masalah dengan keamanan, kita sudah koordinasi dengan beberapa rapat antara panitia dengan aparat kepolisian," sambungnya.

PA 212 Minta Polri Profesional Usut Sukmawati: Sudah Berkali-kali Menista

PA 212 mengatakan Sukmawati Soekarnoputri sudah berkali-kali diduga melakukan penistaan agama. Terbaru, katanya, Sukmawati membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden RI pertama Sukarno.

"Sudah berkali-kali menghina, menista agama Islam dan yang terakhir Ibu Sukmawati membanding-bandingkan peran Rasulullah SAW dengan Sukarno di saat zaman penjajahan adalah tidak tepat sikap tersebut yang tergolong penistaan agama Islam tingkat tinggi," kata Ketua Steering Committee Reuni Akbar 212 Yusuf Martak dalam konferensi pers di DPP FPI, Jalan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).

Karena itu, Yusuf Martak meminta Polri profesional mengusut kasus Sukmawati tersebut. Apalagi saat ini Polri dipimpin Kapolri baru, Jenderal Idham Azis.

"Kami minta kepada polisi dengan adanya pimpinan Polri yang baru bersikap profesional dalam memproses secara hukum Sukmawati sebagaimana hukum yang berlaku di negeri ini," ujarnya.

Yusuf Martak menuturkan jangan sampai negara bertindak tidak adil dalam penegakan hukum. Sebab, menurutnya, sejumlah laporan terkait kasus dugaan penistaan agama tidak sampai ke pengadilan.

"Dari beberapa kali laporan umat atas kelakuan penistaan agama oleh Sukmawati, Ade Armando, Abu Janda tak satu pun yang sampai ke meja hijau. Semua kasus yang dilaporkan berakhir tanpa proses hukum," ucapnya. https://bit.ly/2OJTfC1

Narasi Akun-akun Panitia Hilang Jelang Reuni 212

Narasi akun-akun media sosial berkaitan Reuni Akbar 212 'ditenggelamkan' mencuat. Akun-akun media sosial itu kini tak bisa diakses.

Narasi mengenai hilanganya akun media sosial yang berkaitan Reuni Akbar 212 ini disampaikan Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif di Sekretariat DPP FPI, Jalan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019). Slamet bahkan mengalaminya sendiri. Akun Facebook Slamet mendadak hilang menjelang Reuni 212.

"Terima kasih ada media centre, Mas Indra, yang nanti mungkin bisa konfirmasi berkenaan beberapa akun kita di media sosial, saya dapat laporan juga dari kawan-kawan media centre yang ditenggelamkan," kata Slamet.

Penjelasan mengenai sejumlah akun yang hilang juga disampaikan perwakilan tim media centre panitia Reuni Akbar 212, Indra. Dia mengatakan setiap foto berkaitan Reuni Akbar 212 langsung hilang tak lama setelah diunggah. https://bit.ly/35uZJez

"Jadi saya mewakili tim media centre panitia Reuni 212 jadi memang beberapa hari terakhir, beberapa posting-an yang terkait dengan reuni akbar ini rupanya di Instagram di-take down, otomatis foto yang kita upload beberapa menit kemudian langsung hilang, itu sama halnya sebelumnya dengan fotonya Imam Besar kita Habib Rizieq. Sebelum acara ini pun, selalu kalau kita upload foto yang gambar beliau pasti di-take down," ujar dia.

Namun, menurut Indra, hal itu tak menjadi halangan untuk menyebarkan informasi ke seluruh daerah. Informasi Reuni Akbar 212 tetap disampaikan secara masif melalui berbagai platform.

"Kita masih menggunakan media-media lain di Twiter insyaallah masih aman di blogspot-blogspot masih jalan terus. Jadi bukan suatu hambatan, bukan suatu halangan di Instagram saja kita terus support karena di lapangan grass root juga secara manual pun informasi dari mulut ke mulut terus diviralkan terus," ujar dia.

Terkait kegiatan ini, Ketua Steering Committee Reuni Akbar 212 Yusuf Martak menegaskan Reuni 212 bukan ajang untuk gagah-gagahan. Yusuf mengatakan kegiatan tersebut merupakan momen persaudaraan umat Islam se-Indonesia yang harus senantiasa disyukuri.

"Reuni Mujahid 212 bukanlah sekadar ajang unjuk kekuatan dan bukan ajang gagah-gagahan, kita kumpul dalam satu momen satu titik dengan satu tujuan untuk munajat berdoa dengan iringan zikir kepada Allah, memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk selalu memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia, menjaga NKRI agar selalu aman, damai, tenteram, dan sejahtera," ujarnya.

Reuni 212 nanti akan diisi dengan tausiah dari alim ulama yang masih istikamah menjaga keutuhan NKRI. Kegiatan akan diawali dengan Salat Tahajud dan Salat Subuh berjemaah.

"Reuni Akbar 212 tahun 2019 ini akan kami awali dengan salat tahajud bersama, salat subuh, pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW, dan bermunajat kepada Allah SWT yang insyaallah acara akan kami akhiri pada pagi hari. Mari kita putihkan Monas," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Reuni 212 tersebut akan diisi dengan berdoa meminta perlindungan Allah SWT untuk keselamatan hingga kepulangan Habib Rizieq Syihab ke Tanah Air.

"Kita sambut kepulangan Habib Rizieq di tengah-tengah kita untuk kembali pimpin umat Islam Indonesia dari jarak yang dekat," tuturnya. https://bit.ly/35wNgXI