Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut telah mengantongi rekomendasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melaksanakan reuni akbar di Monas. Anies mengatakan izin diberikan terkait Maulid Akbar.
"Jadi pada hari Selasa atau Rabu kemarin Forkompimda melakukan musyawarah, terkait dengan adanya rencana kegiatan 1 Desember dan 2 Desember. 1 Desember terkait Papua, 2 Desember terkait dengan Maulid Akbar," ujar Anies di Gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).
Anies mengatakan pihaknya telah membicarakan izin ini dalam Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Berdasarkan hasil kordinasi tersebut, Anies mengaku memberikan izin untuk pelaksanaan Maulid Akbar.
"Kemudian kesimpulannya memang diberikan izin. Kalau nggak salah itu pertemuan (Forkompimda) hari Selasa, jadi Gubernur, Pangdam, Kapolda, Kajati kemudian Kabinda rapat di situ yang kemudian menggariskan," kata Anies.
GNPF Ulama Klaim Sudah Kirim Surat Pemberitahuan Reuni 212 ke Polisi
Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana menggelar reuni di Monas, Jakarta Pusat. Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama menyebut perizinan sudah selesai diurus.
"Soal surat-surat perizinan, segala macam, sudah rapi. Dengan pengelola taman Monas sudah, dengan Gubernur sudah rekomendasi, dengan Polda, bahkan dengan Polres dan Polri," ujar Sekjen GNPF Ulama Edy Mulyadi di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).
Edy mengatakan Reuni 212 merupakan kegiatan rutin dalam rangka memelihara momentum pertemuan umat Islam dalam jumlah besar. Menurutnya, Reuni 212 kali ini akan diisi kegiatan munajat sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Ada beberapa tema, kita temanya adalah soal munajat dan maulid agung. Kita berdoa kepada Allah SWT memohon keselamatan segala macam, dan kita juga memperingati Maulid Nabi kita," katanya.
Meskipun digelar bukan di hari libur, Edy mengajak masyarakat 'memutihkan' Jakarta. Semua orang boleh hadir. https://bit.ly/2OEI7WN
"Intinya siapa saja boleh hadir kok, jangankan sesama muslim, nonmuslim pun kalau kita nggak ngaco-ngaco dipersilakan hadir, seperti reuni tahun lalu kita persilakan tempat khusus," katanya.
"Umat Islam, khususnya, silahkan datang semua ramai-ramai. Jangan khawatir kita tidak akan ada masalah dengan keamanan, kita sudah koordinasi dengan beberapa rapat antara panitia dengan aparat kepolisian," sambungnya.
PA 212 Minta Polri Profesional Usut Sukmawati: Sudah Berkali-kali Menista
PA 212 mengatakan Sukmawati Soekarnoputri sudah berkali-kali diduga melakukan penistaan agama. Terbaru, katanya, Sukmawati membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden RI pertama Sukarno.
"Sudah berkali-kali menghina, menista agama Islam dan yang terakhir Ibu Sukmawati membanding-bandingkan peran Rasulullah SAW dengan Sukarno di saat zaman penjajahan adalah tidak tepat sikap tersebut yang tergolong penistaan agama Islam tingkat tinggi," kata Ketua Steering Committee Reuni Akbar 212 Yusuf Martak dalam konferensi pers di DPP FPI, Jalan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).
Karena itu, Yusuf Martak meminta Polri profesional mengusut kasus Sukmawati tersebut. Apalagi saat ini Polri dipimpin Kapolri baru, Jenderal Idham Azis.
"Kami minta kepada polisi dengan adanya pimpinan Polri yang baru bersikap profesional dalam memproses secara hukum Sukmawati sebagaimana hukum yang berlaku di negeri ini," ujarnya.
Yusuf Martak menuturkan jangan sampai negara bertindak tidak adil dalam penegakan hukum. Sebab, menurutnya, sejumlah laporan terkait kasus dugaan penistaan agama tidak sampai ke pengadilan.
"Dari beberapa kali laporan umat atas kelakuan penistaan agama oleh Sukmawati, Ade Armando, Abu Janda tak satu pun yang sampai ke meja hijau. Semua kasus yang dilaporkan berakhir tanpa proses hukum," ucapnya. https://bit.ly/2OJTfC1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar