Selasa, 26 November 2019

9 Tips untuk Backpacker Indonesia yang Ingin Liburan ke Luar Negeri

Liburan ke luar negeri untuk pertama kalinya pasti sedikit menegangkan. Apalagi jika kalian pergi sebagai backpacker untuk solo traveling ke negara dengan bahasa dan budaya yang asing.

Nasihat yang biasa diberikan oleh teman dan keluarga pasti terbilang standar, misalnya selalu jaga diri dan jangan ke tempat yang mencurigakan. Tapi belum tentu mereka memberikan tips bagaimana menjadi backpacker yang lincah dan jago menghemat saat liburan di luar negeri.

Berikut sembilan tips untuk backpacker Indonesia agar liburan kalian di luar negeri tetap aman dan seru yang dirangkum detikTravel:

1. Catat Destinasi yang Ingin Dikunjungi

Apakah kalian tipe traveler yang suka membuat rencana liburan yang rinci atau justru lebih spontan, tidak ada salahnya membuat daftar destinasi wisata yang ingin dikunjungi di negara tujuan.

Buat daftar destinasi wisata atau aktivitas seru yang sesuai dengan keinginan kalian. Dengan begitu, kalian bisa menikmati semua destinasi seru di negara tersebut tanpa penyesalan.

2. Pelajari Budaya Negara yang Dikunjungi

Sebelum liburan ke luar negeri, sebaiknya pelajari budaya dan tata krama di negara tujuan agar tidak menyinggung tuan rumah. Misalnya seperti budaya memberikan tip di Amerika Serikat atau aturan dilarang merokok dan membuang sampah sembarangan di publik di Singapura.

3. Minta Rekomendasi dari Penduduk Lokal

Jika kalian bingung mencari ide aktivitas apa yang bisa dilakukan, mencari tempat makan yang enak atau sekedar mencari wisata yang non-mainstream, langkah terbaik adalah dengan meminta rekomendasi dari penduduk lokal.

Penduduk lokal pasti akan dengan senang hati membantu kalian dan menunjukkan destinasi wisata tersembunyi yang mungkin tidak banyak diketahui oleh turis internasional lainnya. https://bit.ly/34gcV6V

4. Perhatikan Cuaca Sebelum Berangkat

Mengetahui cuaca di negara tujuan sangat penting karena bisa membantu kalian untuk packing dan kegiatan apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan di negara tujuan. Kalian tentu tidak ingin memakai baju tebal ketika suhu udara mencapai 35 derajat Celcius kan?

5. Bawa Pakaian Seadanya

Ketika traveling, terutama sebagai backpacker, semua tempat di dalam tas kalian sangat berharga, terutama untuk membawa oleh-oleh. Untuk itu, bawalah pakaian seadanya yang cocok untuk dipakai kapan saja.

Tas kalian memiliki tempat yang terbatas jadi sebisa mungkin bawa pakaian yang bisa dipakai berkali-kali. Jangan lupa kemas pakaian kalian dengan cara digulung untuk menghemat tempat dan terlihat tidak kusut.

6. Siapkan Budget Jalan-jalan

Jalan-jalan, makan-makan dan belanja oleh-oleh saat liburan tentu akan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Rencanakan biaya liburan kalian secara kasar, tapi jangan terlalu ketat untuk menghemat uang karena kalian tentu ingin menikmati liburan tanpa memikirkan uang.

7. Manfaatkan WiFi Gratis

Saat ini backpacker Indonesia yang liburan ke luar negeri memilih untuk membeli kartu SIM lokal atau menyewa modem WiFi agar tetap bisa terhubung dengan internet.

Tapi kalian bisa menghemat pengeluaran dengan memanfaatkan WiFi gratis di tempat umum. Kafe, tempat makan siap saji dan destinasi wisata tertentu pasti memiliki WiFi gratis yang bisa kalian manfaatkan.

Saat mendapatkan WiFi gratis, jangan lupa untuk mengunduh peta offline kota tujuan liburan kalian di Google Maps. Dengan peta offline ini, kalian tetap bisa menjelajahi kota tanpa internet dan tidak perlu takut nyasar.

8. Siapkan Obat-obatan Pribadi

Jatuh sakit saat liburan tentu sangat tidak enak. Daripada kesusahan mencari obat-obatan di negara tujuan, lebih baik kalian membawa obat-obatan pribadi di dalam tas. Bahkan jika ujung-ujungnya tidak kalian gunakan, lebih baik antisipasi daripada kebingungan di apotek yang asing.

9. Jangan Terlihat Seperti Turis

Traveler, terutama backpacker wanita, merupakan target yang mudah bagi orang yang berniat jahat, terutama pencuri. Orang-orang ini bisa mengenali turis dari jarak jauh, jadi sebisa mungkin membaurlah dengan penduduk lokal.

Artinya, gunakan aplikasi peta di ponsel dan jangan gunakan peta yang besar. Tas pinggang sebisa mungkin jangan terlihat dan lebih baik disembunyikan di bawah baju. Selain itu, hindari menggunakan backpack berukuran besar hanya untuk mengelilingi kota selama beberapa jam. https://bit.ly/2ONtCjF

Keliling Museum Nasional di Malam Hari, Seru atau Ngeri?

Museum Nasional di Jakarta merupakan salah satu bangunan tertua di Indonesia. Kamu berani nggak kalau keliling di sana malam hari?

detikTravel beberapa waktu lalu mencoba keseruannya lho. Dalam rangka 240 tahun Museum Nasional, diadakan acara 'Night at the Museum' di mana pengunjung diajak untuk keliling serta menikmati serangkaian acara yang menarik.

Mulai dari lihat benda bersejarah Indonesia, sampai melihat perkembangan Museum Gajah yang terkenal. Bahkan, menyusuri sudut-sudutnya yang gelap. Hiii...

Bukan hanya berkeliling saja, tetapi para peserta juga disuguhi dengan pertunjukan musik dan sharing pengalaman tentang museum dengan beberapa tokoh. Tidak lupa, menonton film yang juga seru.

Kembaran Stasiun Tanjung Priok Ada di Belanda

Tahukah kamu bahwa Stasiun Tanjung Priuk, atau biasa disebut dengan Stasiun Tanjung Priok, punya kembaran yang berada di Belanda? Stasiun ini memiliki kemiripan dari segi atap peron alias overkaping-nya.

Jika kita telusuri lebih dalam, banyak hal menarik dari Stasiun Tanjung Priok. Tidak sekedar cagar budaya dan sarana transportasi publik saja, tapi bangunan stasiunnya yang unik sehingga menarik untuk diamati.

Sebagai salah satu stasiun peninggalan Belanda, tentu kita bertanya-tanya, adakah stasiun yang mirip dengan Stasiun Tanjung Priok ini? Pertanyaan detikcom pun terjawab.

Reynold Parulian Napitupulu, Assistant Manager Documentation, Education, and Promotion KAI, memberikan jawabannya saat berbincang dengan detikcom. Dia mengungkapkan, ada stasiun di Belanda yang memiliki kemiripan dengan Stasiun Tanjung Priok.

"Kalau dari segi kemiripan overkaping atau atap peronnya, Stasiun Tanjung Priok memiliki kemiripan dengan Stasiun Central Amsterdam di Belanda," ungkap Reynold. https://bit.ly/35xQ32V

detikcom pun mencoba mencari tahu seperti apa Stasiun Central Amsterdam. Dari beragam info yang dikumpulkan, Stasiun Central Amsterdam merupakan stasiun paling besar di Amsterdam, Belanda.

Stasiun ini setiap harinya melayani lebih dari 162 ribu penumpang. Jumlah ini menjadikannya sebagai stasiun nomor dua tersibuk di negaranya. Dan stasiun ini dibuka pada 15 Oktober 1889.

Sedangkan berdasarkan sejarah, Stasiun Tanjung Priok ternyata dahulunya dibangun tepat berada di atas dermaga Pelabuhan Tanjung Priok dan diresmikan pada 2 November 1885. Kemudian digusur dan dibangun untuk kedua kalinya pada tahun 1914.

Jika dilihat dari gambar, arsitektur bangunan Stasiun Central Amsterdam sangatlah megah. Berwarna merah bata, desainnya yang khas Eropa lengkap dengan menara jam raksasanya.

Bergeser pandangan ke desain overkaping atau atap peron yang melengkung memang ada kemiripan. Desain lengkung setengah lingkaran menjadi ciri khas dari kedua stasiun ini.

Stasiun Instagramable di Utara Jakarta yang Asyik buat Foto-foto

Tak hanya sebagai cagar budaya, Stasiun Tanjung Priok juga sering menjadi sasaran para fotografer untuk hunting foto. Bahkan ada pula yang menjulukinya stasiun instagramable.

Tempat yang juga disebut sebagai Stasiun Tanjung Priuk ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Jakarta. Tak hanya kaya akan sejarah, stasiun juga kerap menjadi bidikan para pencinta fotografi.

Bangunan bergaya Belanda yang masih berdiri kokoh ini memang sangat ciamik saat ditangkap dengan lensa kamera. Bahkan kaum milenial memberikannya sebutan stasiun instagramable. Stasiun juga sering menjadi tempat pre-wedding.

Minat juga foto-foto di sini? Untuk bisa berburu foto di Stasiun Tanjung Priok, traveler pertama-tama harus meminta izin terlebih dahulu kepada pihak stasiun.

"Bagi yang ingin hunting foto harus mengajukan perizinan dulu ke Humas KAI di Juanda. Setelah itu silahkan ikuti instruksi yang diberikan pihak KAI," ungkap Gatot Sudarmadji, Kepala Stasiun Tanjung Priok kepada detikcom.

Bila ingin melakukan pre-wedding, pihak KAI juga punya tarif sewa lokasi. "Untuk prewedding kit menyewakan tempat Rp 1,5 juta untuk satu jam," tambah Gatot.

Saat menyambangi Stasiun Tanjung Priok, detikcom pun tak membuang kesempatan untuk mencoba hunting foto. Adapun titik yang seringkali menjadi sasaran foto adalah atap peron yang melengkung.

Hasilnya memang ciamik. Lumayanlah gaya ala-ala dengan efek bokeh dalam menghasilkan foto untuk kemudian dibagikan di media sosial. https://bit.ly/2XNLWx9