Kurangnya tenaga pengajar di perbatasan Indonesia bukan lagi hal baru. Untuk tetap melanjutkan perjuangan, TNI menjadi guru pengganti di garda utara Indonesia.
Selama seminggu, detikcom bersama Bank BRI melakukan ekspedisi tentang pulau perbatasan Indonesia. Alam yang sulit dan cuaca ekstrem sudah menjadi teman akrab bagi penduduk Miangas.
Keadaan yang sulit ini jugalah yang menjadi alasan bagi para pendidik untuk tinggal di Miangas. Fakta yang cukup pahit harus dihadapi, Miangas kekurangan guru.
Untuk terus membantu kegiatan belajar-mengajar, TNI AD dan AL berinisiatif menjadi tenaga mengajar tambahan di SD, SMP, SMK Miangas.
"Jadi dari sekolah kekurangan tenaga pendidik dan waktu kita membawakan materi, anak-anak terlihat antusias dan semangat. Dari situ kita inisiatif untuk jadi tenaga pendidik," ujar Praka Teguh Prayitno.
Sejak pertama kali bertugas di Miangas, Teguh sudah mengabdikan diri untuk mengajar di SD dan SMP Miangas. Ia mulai bertugas di SD kelas 4, 5, dan 6 sejak dari bulan Februari.
"Saya mengajar matematika di SD dan SMP. Kalau mengajar saya mobile di kelas mana saja yang tidak ada gurunya. Kalau ada kelas yang kosong saya bantu mengajar," ucap Teguh.
Sebelum mengajar, Teguh harus mempersiapkan materi untuk besok. Materi yang diberikan diselingi dengan permainan supaya kelas tidak bosan dan tegang.
"Contohnya penyelesaian soal yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Supaya mereka lebih mengerti dan paham," tambah Teguh.
Memanggul tanggung jawab pengajar bukanlah hal gampang. Siswa yang rewel dan sulit di atur menjadi bumbu dalam pengabdian. Belum lagi kurangnya sarana dan prasarana seperti alat praktikum untuk siswa.
Namun demikian, mengajar menjadi kegiatan pelipur lara di balik sepinya pulau ini. Mendekatkan diri dengan anak-anak dan orang tua membuat hubungan TNI dan masyarakat semakin kuat.
"Saya mau mengajar sampai tugas di sini selesai, karena sudah jadi rutinitas kegiatan pos sehari-hari," kata Teguh.
Mengenal Area Lintas Batas Negara di Utara Indonesia
Miangas di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara bukan cuma sekedar pulau eksotis. Berada di ujung utara Indonesia, Miangas jadi perbatasan dengan Filipina.
detikcom bersama Bank BRI melakukan ekspedisi Miangas untuk melihat kehidupan masyarakat di perbatasan. Bukan cuma sekedar perbatasan negara, Miangas adalah Border Cross Area.
Mari mulai dengan kedekatan Miangas dan Filipina sejak dulu. Sebagai pulau yang lebih dekat dengan Filipina, Miangas cukup bergantung pada Filipina.
Tak hanya sekedar berdagang dan memenuhi kebutuhan bahan pokok, Miangas dan Filipina sudah menali persaudaraan lewat perkawinan. Namun kegiatan ini mulai berkurang sejak ditetapkannya Border Cross Area.
"Border Crossing Area (BCA) atau Daerah Lintas Batas, untuk Kabupaten Talaud, Miangas menjadi check poinnya," ujar Sepno Lantaa, Camat Khusus Miangas.
Unsur dari BCA adalah camat, angkatan laut, imigrasi, bea cukai dan karantina. BCA mulai berdiri di Indonesia sejak 1975. Tugas utama dari BCA adalah mengawasi lalu lintas manusia dan perdagangan barang.
Sejak itu lalu lintas dan perdagangan mulai ketat. Dalam seminggu hanya ada satu-dua pelintas yang datang dengan menggunakan pamboat atau perahu motor tempel.
Untuk masuk ke dalam daerah lintas batas atau BCA pun tak sembarangan, traveler. Kalau biasanya kamu hanya butuh paspor untuk kunjungan ke luar negeri, BCA membutuhkan lebih dari itu yaitu Kartu Lintas Batas (KLB).