Minggu, 22 Desember 2019

Negeri di Atas Awan dari Timor Tengah Selatan

Menceritakan keindahan Alam Nusa Tenggara Timur memang tidak akan habisnya. Lihat saja Negeri di Atas Awan dari Kabupaten Timor Tengah Selatan ini. Keren!

Salah satu yang bisa traveler lihat adalah keindahan alam di Fatu'ulan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kabupaten ini adalah salah satu kabupaten memiliki wisata alam yang masih alami dan belum tersentuh.

Di sini traveler bisa menikmati keindahan alam dan udara sejuk dipagi hari dengan sunrise yang begitu mempesona. Di sini juga banyak spot-spot foto yang keren.

Jadi kalau traveler sedang berwisata ke Nusa Tenggara Timur, sangat disayangkan jika tidak mengunjungi dan menikmati keindahan alam di kabupaten ini.

Dari Desa Fatuulan di Kabupaten Timor Tengah Selatan ini, kalian bisa menikmati udara segar dan keindahan gumpalan awan yang membalut perbukitan-perbukitan hijau dengan begitu mesra.

Indah nian!

Menyapa Mentari Pagi di Puncak Sikunir

Bagi para Pencari Matahari Terbit, belum afdol jika belum berkunjung ke Puncak Sikunir. Dari puncak gunung ini, kalian bisa menyaksikan momen Golden Sunrise.

Puncak Sikunir terletak di Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo. Untuk sampai di Puncak Sikunir tepat waktu, direkomendasikan berangkat jam 3 pagi dari Wonosobo.

Tapi tak perlu khawatir, untuk pencari matahari terbit yang beragama muslim, cukup mudah menemukan mushola di sepanjang jalur pendakian termasuk di Puncak Sikunir.

Selain itu, terdapat banyak pedagang yang menjual makanan khas dieng seperti mie ongklok, kentang goreng, dan kopi sehingga tidak perlu takut perut keroncongan.

Untuk melihat sunrise, memerlukan sedikit perjuangan untuk sampai di Puncak Sikunir, dengan ketinggian 2300 mdpl dan cuaca yang dingin butuh ekstra tenaga dan semangat yang tinggi.

Namun semua itu akan terbayar dengan pemadangan yang tersaji. Sunrise yang berwarna kuning akan menyeruak dan menyinari seluruh puncak.

Warnanya yang kuning seperti kunyit akan terlihat jelas dengan mata. Tak heran puncak ini dinamakan Puncak Sikunir.

Terungkap! Ini 10 Bandara Paling Sering Delay di Dunia

Sebuah data teranyar mengungkap informasi mengenai delay pada jadwal penerbangan. Bersama data itu, terangkum pula 10 bandara yang paling sering delay di dunia dan sebaliknya 10 bandara yang paling jarang delay.

Seperti dilansir Express.co.uk, statistik tersebut merupakan hasil survei dari OnlineCasino.ca yang menyatakan bahwa penumpang di bandara Manila, Frankfurt, dan Paris menjadi yang paling sering jadi korban pesawat delay.

Manila, Filipina, memiliki bandara yang paling sering delay. Dari 147.902 penerbangan di MNL, kode Ninoy Aquino International Airport, ada 53.245 penerbangan yang delay (36 persen).

Di posisi kedua dan ketiga ada bandara di Frankfurt (FRA), Jerman dan Paris (CDG), Prancis, masing-masing dengan persentase penerbangan delay sebesar 34 persen dan 32 persen secara berurutan.

Pada posisi 10 besar paling sering delay ini sendiri berikutnya ada bandara Barcelona (BCN), Amsterdam (AMS), London (LGW), Hong Kong (HKG), Munich (MUC), Rome (FCO), dan Newark (EWR).

Di sisi lain, Bandara Haneda (HND) di Tokyo, Jepang menjadi yang paling jarang mengalami delay. Cuma ada 11 persen penerbangan yang delay di sana, merujuk pada 26.562 dari total 241.474 penerbangan.

China juga bisa menepuk dada karena dua bandaranya, Shanghai (SHA) dan Chengdu (CTU), berada di posisi kedua dan ketiga bandara jarang delay, masing-masing dengan persentase 15 persen. Beberapa bandara lain di China pun ikut masuk ke 10 besar daftar ini.

Masjid Cheng Ho Surabaya, Wisata Religi yang Punya Fakta Menarik

Buat kamu yang sedang berada di Surabaya, Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya atau yang lebih dikenal dengan Masjid Cheng Ho menjadi destinasi wisata religi yang wajib kamu kunjungi. Penasaran seperti apa Masjid Cheng Ho ini?

Sebuah masjid bergaya khas oriental negeri Tirai Bambu China ini dibangun sebagai bentuk penghormatan pada Laksamana Cheng Ho, seorang laksamana China yang menyebarkan agama Islam melalui jalur perdagangan.

Berikut ini beberapa fakta menarik mengenai Masjid Cheng Hoo Surabaya yang dirangkum oleh detikTravel:

1. Asal Usul Nama Masjid Cheng Ho

Masjid Cheng Ho Surabaya merupakan masjid pertama di Indonesia yang menggunakan nama Muslim Tionghoa dan menjadi simbol perdamaian umat beragama. Nama masjid ini berasal dari sosok penghormatan pada Cheng Ho, seorang Muslim berperawakan tinggi yang pernah berlayar dari China hingga ke pantai Afrika. Kedatangan Cheng Ho saat itu disambut baik karena ia menghormati wilayah yang ia singgahi.

Ia mempunyai beberapa misi melalui jalur perdagangan, seperti menjalin persahabatan dan menyebarkan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, untuk mengapresiasi sosok Laksamana Cheng Ho yang membawa misi baik tersebut didirikanlah Masjid Cheng Ho.

2. Sejarah Masjid Cheng Ho Surabaya

Masjid Cheng Ho Surabaya dibangun oleh para pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya. Pembangunan masjid ini dibuat mirip seperti klenteng sebagai wujud penghormatan sosok laksamana Cheng Ho yang membawa misi perdamaian dan seorang muslim yang taat beribadah. Dan, membuat monumental catatan dan fakta perjalanan sejarah sebagai bahariwan mualim yang terkenal dan terpuji.

3. Masjid-Masjid Cheng Ho di Indonesia

Bangunan Masjid Cheng Ho ini faktanya banyak tersebar di perkotaan Indonesia. Pada tahun 2002, Masjid Cheng Ho yang paling awal berdiri di Surabaya.

Lalu disusul oleh kota Palembang (2006), Kutai Kartanegara (2007), Purbalingga (2011), Jambi (2012), Gowa dan Banjarmasin (2014), Batam (2015), Banyuwangi (2016), Samarinda (2017).

4. Arsitektur Bangunan

Uniknya, arsitektur masjid diilhami dari Masjid Niu Jie di Beijing. Sedangkan pintu utama masjid bernuansa Timur Tengah, dan temboknya bernuansa Jawa.

Ketika kamu berkunjung ke Masjid Cheng Ho Surabaya, kamu akan disambut dengan berbagai ornamen dari seni kaligrafi dan aksara China yang menghiasi bagian langit-langit masjid. Setiap sudut bangunan masjid ini memiliki makna filosofi seperti atap masjid berbentuk persegi delapan yang menyerupai sarang laba-laba.

Adanya unsur delapan yang dipercaya sebagai angka keberuntungan karena tidak memiliki sudut mati. Sedangkan, sarang laba-laba merupakan hewan yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari kejaran kaum Quraish.

Di sudut dinding utara , masjid ini nampak relief sang laksamana dengan miniatur kapalnya yang memiliki arti kalau Cheng Ho ialah sosok pelaut muslim dari China dan utusan perdamaian. Anak tangga di pintu kanan dan kiri masjid memiliki 5 dan 6 yang mana menyimbolkan rukun Islam dan rukun iman. Dan, pintu masjid tidak memiliki daun pintu yang melambangkan bahwa masjid ini terbuka bagi siapa saja.

5. Warna Nyentrik

Hasil perpaduan gaya dalam masjid ini diperoleh dominasi empat warna seperti warna merah, kuning, biru, dan hijau. Dalam kebudayaan Tionghoa, keempat warna tersebut adalah simbol kebahagiaan, kemasyhuran, harapan dan kemakmuran. Hal tersebut langsung menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan yang sedang melewati wilayah ini.

6. Alamat dan Rute

Alamat Masjid Cheng Ho Surabaya berada di pusat Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Gading No. 2, Ketabang, Genteng, atau sekitar 1.000 meter sebelah utara Gedung Balaikota Surabaya. Hal tersebut memudahkan akses para wisatawan atau jamaah muslim untuk menuju ke masjid tersebut.

Untuk menuju ke lokasi, kamu bisa melewati Jalan Kusuma Bangsa - arah Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa. Masjid Cheng Ho ini terletak di lingkup gedung serba guna, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya Jawa Timur.