Kamis, 05 Maret 2020

Ini Bandara atau Dunia Sihir Harry Potter?

Bandara Changi di Singapura akan jadi tempat favorit bagi para penggemar Harry Potter. Dari Terminal 1 sampai 3 bandara ini disulap jadi 'Dunia Harry Potter'.

Tempat-tempat ikonik yang ada di film Harry Potter dan Fantastic Beast seperti Hogsmeade Village, Diagon Alley, the Whomping Willow, dan Newt's Menageria, semua bisa ditemukan di Bandara Changi sejak 16 November sampai 19 Februari 2019.  

Bertema 'A Wizarding World Holiday at Changi' event ini merupakan hasil kerja sama dengan Warner Bros. Semua instalasi yang ada tersebar mulai dari terminal 1 sampai terminal 3 Bandara Changi.

Yang menjadi favorit adalah Hogsmeade Village di Terminal 3. Di sana ada kereta Hogwarts Express sebesar bentuk aslinya. Pada jam-jam tertentu, salju dan light show juga dipertunjukkan di sana.

Tak ketinggalan replika toko-toko khas, seperti Zonko's Joke Shop, Madam Puddifoot's Tea Shop, the Owl Post Office, dan toko permen Honeydukes juga bebas dikunjungi.

Selain melihat dan berfoto secara gratis pengunjung juga boleh mengikuti aktivitas ala Harry Potter. Seperti mencoba rompi penyihir, bermain dengan tongkat sihir, sampai menunggangi sapu terbang, dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang bisa diikuti.

Tapi yang ini ada syarat yang harus dipenuhi. Syaratnya tidak sulit, cukup memposting 3 foto di setiap display Harry Potter yang tersebar di Bandara Changi dan mendownload applikasi ichangi, serta menyertakan kartu identitas.

Di Terminal 2 juga tidak kalah seru. Ada Whomping Willow, yup mobil dan pohon ajaib yang sama persis seperti yang tertanam di pekarangan Hogwarts juga ada di sini.

Setelah puas berfoto dan bermain pengunjung juga bisa membeli merchandise Harry Potter yang dijual lengkap di toko yang telah disediakan.

Ini Daerah Terdingin di Sumatera Barat, Suhunya 13 Derajat

 Sumatera Barat punya destinasi asyik buat traveler yang suka sejuk-sejuk. Ada Nagari Alahan Panjang yang suhunya sekitar 13 derajat celcius.

Bagi kamu yang saat ini belum sempat menikmati udara sejuk musim dingin di luar negeri, mungkin kamu bisa coba destinasi yang satu ini. Salah satu tempat di Sumatera Barat yang sering dikunjungi untuk menikmati udara pegunungan adalah Nagari Alahan Panjang.

Nagari ini berada di atas Bukit Barisan yaitu di lereng bagian timur kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat pada ketinggian 1.400-1.600 mdpl. Dari Kota Padang, kamu akan melewati jalanan yang penuh tanjakan, turunan dan belokan tajam. Namun semua itu akan terbayarkan dengan indahnya alam pegunungan yang akan kamu nikmati sepanjang perjalanan.

Di sini kamu akan sering melihat warga setempat yang mengenakan kain sarung, karena udaranya sangat dingin. Suhunya bisa mencapai 13 derajat sehingga di sini banyak terdapat perkebunan teh yang berhektar-hektar luasnya.

Perkebunan teh ini berada di tepi jalan raya, sehingga tidak perlu membayar tiket maupun biaya parkir. Pemandangan yang serba hijau ditambah udara yang sangat sejuk membuat tempat ini benar-benar memiliki suasana yang pas untuk dinikmati bersama teman atau keluarga.

Selain perkebunan teh, di Nagari Alahan Panjang ini kamu juga bisa menikmati keindahan Danau Kembar dari ketinggian lho! Danau kembar ini terdiri dari 2 danau yaitu Danau Diateh (Danau Di Atas) dan Danau Di Bawah.

Kedua danau ini dikelilingi oleh berbagai perkebunan sayur seperti wortel, kol, sawi, tomat, dan lain-lain. Kamu juga bisa langsung membeli berbagai macam sayuran ini langsung dari petani.

Panorama yang begitu asri dan sangat memanjakan mata. Mari ajak keluarga dan teman-temanmu untuk menikmati udara segar pegunungan kesini. Selamat berlibur!

Rabu, 04 Maret 2020

Banjarnegara Punya Pasar di Tengah Hutan Lho

Ingin bernostalgia sekaligus menikmati sejuknya alam? Pasar Lodra Jaya di Desa Winong, Kecamatan Bawang, Banjarnegara bisa menjadi tujuan berlibur.

Berada di tengah hutan, pasar ini berbeda dari pasar umum lainnya. Menginjakkan kaki di pasar yang dikelola Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Banjarnegara ini langsung terbawa kedalam suasana tempo dulu.

Bangunan yang menggunakan bambu, piring dari bathok kelapa, hingga gelas dari bambu. Kulinernya pun tidak biasa.

Di Pasar Lodra Jaya pengunjung bisa membeli beraneka kuliner tempo dulu khas Banjarnegara yang saat ini susah dicari. Ada cimplung, pecel pincuk, susu rempah, dawet ayu hingga sega jengkol.

Tidak hanya itu, di antara warung yang menjajakan beraneka kuliner zaman dulu (jadul), juga ada mainan anak-anak yang saat ini sudah jarang ditemui. Misalnya, egrang bambu, egrang bathok, suramanda, dakon serta othok-othok. Mainan anak-anak ini menguatkan memori para pengunjung untuk kembali ke suasana tempo dulu.

Uniknya lagi, di pasar ini mata uang rupiah tidak berlaku. Sehingga, pengunjung harus menukarkan rupiah ke uang yang terbuat dari bambu berbentuk koin.

"Satu kethip sama dengan Rp 2.500. Uang kethip ini nanti yang digunakan untuk semua transaksi di Pasar Lodra Jaya, baik untuk membeli kuliner atau oleh-oleh lainnya," kata pengelola pasar sekaligus koordinator GenPI karisidenan Banyumas Idah Ceris di Pasar Lodra Jaya, Senin (28/1/2019).

Selain itu, lokasinya yang berada di tengah hutan akan membuat pengunjung betah berlama-lama di pasar. Selain menikmati suasana tempo dulu juga bisa menikmati sejuknya alam di tengah hutan.

"Pasar ini selain memang semuanya serba zaman dulu juga bertema alam. Agar pengunjung betah di sini," ujarnya.

Menurut Idah, yang menjadi pembeda lainnya adalah Pasar Lodra Jaya memperkenalkan destinasi lain yang ada di Banjarnegara. Misalnya, gerbang pasar yang menggunakan replika Candi Arjuna yang ada di Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur, Banjarnegara.

"Selain itu juga ada dawet ayu, yang menjadi minuman khas Banjarnegara. Hanya, pasar ini tidak buka setiap hari, cuma buka di hari Minggu dari jam 07.00-12.00 WIB," terangnya.

Destinasi ini, cocok banget untuk jadi tujuan liburan akhir pekan. Yuk kita ke Pasar Lodra Jaya di Banjarnegara!

Pasar Berani Mati di Thailand

Wisata belanja ke pasar sih, mungkin biasa saja. Tapi kalau pasarnya di tengah rel kereta api di Thailand, ini baru namanya berani mati.

Inilah Maeklong Railway Market, sebuah pasar yang berada di kanan kiri rel kereta api. Letaknya berada di Samut Songkhram, kalau dari ibukota Thailand, Bangkok, jaraknya sekitar 79 kilometer, atau 1 jam 30 menit perjalanan darat.

detikTravel pun menyempatkan diri berkunjung ke pasar ikonik sekaligus memacu adrenalin tersebut dalam event d'Traveler of The Year 2018 bersama tiket.com pekan lalu. Benar saja, para pedagang benar-benar menjajakan dagangannya yang hanya berjarak 3 jengkal dari rel kereta.

Berbagai macam barang dijual di sini. Mulai dari sayuran, buah, hingga beberapa suvenir untuk para turis. Benar saja, tempat ini jadi tujuan wisatawan lokal maupun internasional.

Kebetulan, detikTravel datang saat kereta hendak lewat. Ketika kereta ingin melewati pasar, ada pemberitahuan dalam bahasa Thailand. Bunyi peringatan pun datang, para pedagang membuka tenda yang diikat ke tiang, agar kereta bisa melaju.

Para turis pun berhamburan menepi. Namun, tidak semua pedagang memberikan ruang untuk turis berada di pinggir rel. Ada juga yang menolak karena ingin membenahi tenda lapaknya agar tidak mengganggu laju kereta.

Kereta pun lewat, dengan kecepatan rendah. Kira-kira, hanya 5 kilometer/jam. Masinis pun melihat ke pinggir, memastikan agar para orang-orang di sekitarnya tidak tersenggol badan kereta api.