Rabu, 04 Maret 2020

Banjarnegara Punya Pasar di Tengah Hutan Lho

Ingin bernostalgia sekaligus menikmati sejuknya alam? Pasar Lodra Jaya di Desa Winong, Kecamatan Bawang, Banjarnegara bisa menjadi tujuan berlibur.

Berada di tengah hutan, pasar ini berbeda dari pasar umum lainnya. Menginjakkan kaki di pasar yang dikelola Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Banjarnegara ini langsung terbawa kedalam suasana tempo dulu.

Bangunan yang menggunakan bambu, piring dari bathok kelapa, hingga gelas dari bambu. Kulinernya pun tidak biasa.

Di Pasar Lodra Jaya pengunjung bisa membeli beraneka kuliner tempo dulu khas Banjarnegara yang saat ini susah dicari. Ada cimplung, pecel pincuk, susu rempah, dawet ayu hingga sega jengkol.

Tidak hanya itu, di antara warung yang menjajakan beraneka kuliner zaman dulu (jadul), juga ada mainan anak-anak yang saat ini sudah jarang ditemui. Misalnya, egrang bambu, egrang bathok, suramanda, dakon serta othok-othok. Mainan anak-anak ini menguatkan memori para pengunjung untuk kembali ke suasana tempo dulu.

Uniknya lagi, di pasar ini mata uang rupiah tidak berlaku. Sehingga, pengunjung harus menukarkan rupiah ke uang yang terbuat dari bambu berbentuk koin.

"Satu kethip sama dengan Rp 2.500. Uang kethip ini nanti yang digunakan untuk semua transaksi di Pasar Lodra Jaya, baik untuk membeli kuliner atau oleh-oleh lainnya," kata pengelola pasar sekaligus koordinator GenPI karisidenan Banyumas Idah Ceris di Pasar Lodra Jaya, Senin (28/1/2019).

Selain itu, lokasinya yang berada di tengah hutan akan membuat pengunjung betah berlama-lama di pasar. Selain menikmati suasana tempo dulu juga bisa menikmati sejuknya alam di tengah hutan.

"Pasar ini selain memang semuanya serba zaman dulu juga bertema alam. Agar pengunjung betah di sini," ujarnya.

Menurut Idah, yang menjadi pembeda lainnya adalah Pasar Lodra Jaya memperkenalkan destinasi lain yang ada di Banjarnegara. Misalnya, gerbang pasar yang menggunakan replika Candi Arjuna yang ada di Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur, Banjarnegara.

"Selain itu juga ada dawet ayu, yang menjadi minuman khas Banjarnegara. Hanya, pasar ini tidak buka setiap hari, cuma buka di hari Minggu dari jam 07.00-12.00 WIB," terangnya.

Destinasi ini, cocok banget untuk jadi tujuan liburan akhir pekan. Yuk kita ke Pasar Lodra Jaya di Banjarnegara!

Pasar Berani Mati di Thailand

Wisata belanja ke pasar sih, mungkin biasa saja. Tapi kalau pasarnya di tengah rel kereta api di Thailand, ini baru namanya berani mati.

Inilah Maeklong Railway Market, sebuah pasar yang berada di kanan kiri rel kereta api. Letaknya berada di Samut Songkhram, kalau dari ibukota Thailand, Bangkok, jaraknya sekitar 79 kilometer, atau 1 jam 30 menit perjalanan darat.

detikTravel pun menyempatkan diri berkunjung ke pasar ikonik sekaligus memacu adrenalin tersebut dalam event d'Traveler of The Year 2018 bersama tiket.com pekan lalu. Benar saja, para pedagang benar-benar menjajakan dagangannya yang hanya berjarak 3 jengkal dari rel kereta.

Berbagai macam barang dijual di sini. Mulai dari sayuran, buah, hingga beberapa suvenir untuk para turis. Benar saja, tempat ini jadi tujuan wisatawan lokal maupun internasional.

Kebetulan, detikTravel datang saat kereta hendak lewat. Ketika kereta ingin melewati pasar, ada pemberitahuan dalam bahasa Thailand. Bunyi peringatan pun datang, para pedagang membuka tenda yang diikat ke tiang, agar kereta bisa melaju.

Para turis pun berhamburan menepi. Namun, tidak semua pedagang memberikan ruang untuk turis berada di pinggir rel. Ada juga yang menolak karena ingin membenahi tenda lapaknya agar tidak mengganggu laju kereta.

Kereta pun lewat, dengan kecepatan rendah. Kira-kira, hanya 5 kilometer/jam. Masinis pun melihat ke pinggir, memastikan agar para orang-orang di sekitarnya tidak tersenggol badan kereta api.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar