Minggu, 08 Maret 2020

Ini Salah Satu Detinasi Pecinta Gaya Metropolitan

Buat penikmat cahaya kota dan gaya hidup metropolitan wajib hukumnya ke Hong Kong. Di sana, semua serba gemerlap.
Gedung pencakar langit yang futuristik dan tempat perbelanjaan segala fashion item menjadi salah satu alasan tingginya daya tarik wisata Hong Kong. Tidak lupa pemandangan citylights dan destinasi entertainmentnya juga membuat saya tertarik traveling ke Hong Kong. Saya bersyukur dan senang karena berkesempatan traveling ke Hong Kong selama lima hari pada Agustus 2017 lalu. Saya pergi bersama empat orang teman dan kami melakukan banyak persiapan sebelum traveling ke Hong Kong.

Deg-degan rasanya karena pertama kali merasakan penerbangan jarak jauh, sekitar lima jam dari Jakarta. Traveling kali ini badan harus fit dan memastikan segala amunisi traveling telah siap dibawa. Mulai dari pakaian, peralatan elektronik dan tentu saja Tolak Angin yang tidak pernah lupa selalu menemani jalan-jalan dan memastikan telah siap di tas. Sakit tidak mengenal tua dan muda, begitu juga bagi anak milenial.

Kami tiba di Hong Kong pukul 16.00, perjalanan dilanjutkan dari bandara menuju apartemen di daerah Mong Kok menggunakan bus, agar bisa sightseeing jalanan Hong Kong tentunya. Kedatangan kami di Hong Kong disambut dengan berbagai gedung pencakar langit, hal itu sangat menyenangkan dan membuat tambah semangat. Bus tidak langsung berhenti di depan apartemen, sehingga kami harus jalan kaki beberapa kilometer untuk sampai ke apartemen. Betah banget jalan kaki di Hong Kong karena jalur pejalan kaki sangat nyaman, luas dan petunjuknya jelas.

Setibanya di apartemen, kami hanya menaruh koper dan langsung menuju ke Sneaker Street di Fa Yuen Street, tempat ini adalah surganya para sneakerhead. Di sini, toko-toko sneaker terkemuka baik retail maupun reseller memenuhi sisi jalan. Sneakerhead pasti bakal betah dan seneng banget disini. Tengok kanan sneaker, tengok kiri sneaker lagi.

Belum ke Hong Kong kalau belum ke daerah Central dan Causeway Bay. Tanpa pikir panjang, besoknya kami langsung ke sana. Di sana kami ke mall-mall besar seperti Harbour City dan Times Square Shopping Mall. Mall itu besar banget dan tersedia juga peta di pusat informasi buat memudahkan mencari toko-tokonya. Di hari kedua ini, kami berpergian ke pusat perbelanjaan untuk belanja dan melihat-lihat beberapa fashion item mulai dari brand olahraga sampai high fashion brand.

Hari ketiga, kami sepakat untuk flashback masa kecil, yaitu traveling ke Hong Kong Disney Land. Hong Kong Disney Land membuat kami tersenyum lebar. Seakan-akan menyegarkan kembali masa kecil kami. Waktu masuk ke gerbang Hong Kong Disney Land pertama kali, rasanya kayak mimpi terus kagum dan terdiam saking bahagianya.

Hong Kong Disney Land sangat mempesona, rasa rindu akan tontonan masa kecil terbayarkan semua di sini. Wahana yang kami coba itu Iron Man Experience, Iron Man Tech Showcase, RC Racer, Mystic Manor dan Tarzan's Tree House. Selain itu kami juga lihat parade karakter-karakter Disney di sore hari dan pertunjukan kembang api di Disney Castle di malam hari. Hal itu jadi pemanis traveling kami ke Hong Kong Disney Land.

Kami memutuskan untuk traveling ke The Peak waktu hari terakhir. Untuk bisa sampai ke The Peak, kami harus naik tram. Pemandangan dari The Peak bener-bener memanjakan mata. Pasalnya, gedung-gedung pencakar langitnya, perairan Hong Kong sama bukit-bukit Hong Kong menjulang dihadapan kami.

Kami berada di The Peak sampai malam hari, karena keindahan Hong Kong akan lebih terpancar waktu matahari sudah terbenam. Cahaya dari setiap gedung pencakar langitnya membuat Hong Kong jadi indah banget. Kami juga melihat pertunjukan cahaya dari beberapa gedung. Hal itu membuat Hong Kong semakin cantik.

Persiapan yang matang dibutuhkan jika ingin traveling, berikut adalah tips smart traveling menurut opini dan pengalaman pribadi saya yang bisa kamu ikutin:

1. Tentukan partner traveling

Kamu bisa rencanain traveling dengan partner mu, makin rame yang ikut makin seru.

2. Tentukan budget

Hal ini penting banget karena bisa berpengaruh ke segala aktivitas dan persiapan traveling kamu.

3. Cari tiket

Kamu bisa mulai cari tiket untuk pergi ke destinasi tujuanmu, baik tiket transportasi maupun tempat penginapan.

4. Susun itinerary

Itinerary akan membantu kamu dalam pengaturan waktu dan budget saat traveling.

5. Siapkan barang-barang yang mau dibawa

Setelah empat langkah diatas udah kamu lakukan, kamu bisa mulai mempersiapkan barang-barang yang mau dibawa atau dipake waktu traveling seperti pakaian, makanan, minuman, uang, peralatan elektornik dan dokumen-dokumen penting.

Jumat, 06 Maret 2020

Kontroversi Penutupan TN Komodo, KLHK Segera Adakan Pertemuan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengambil sikap tegas terkait rencana penutupan TN Komodo oleh gubernur NTT. Pertemuan segera diadakan.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat rencananya akan menutup Taman Nasional Komodo selama 1 tahun. Didasari oleh kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu sudah semakin berkurang serta kondisi tubuh komodo yang kecil sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo. Soal berkurangnya rusa, salah satu sebabnya karena perburuan ilegal.

Rencana tersebut sudah jadi polemik di masyarakat. Banyak pula pihak pelaku wisata yang menentangnya, dinilai TN Komodo sudah menghidupi perekonomian masyarakat di Labuan Bajo dan sekitarnya.

KLHK pun menegaskan, akan mengumpulkan stakeholder terkait. Hal itu seperti dalam siaran pers yang diterima detikTravel pada Kamis (24/1/2019).

"Wacana penutupan sementara TN. Komodo yang bertujuan untuk melakukan perbaikan tata kelola khususnya untuk mendukung tujuan konservasi, perlu segera dibahas antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan," begitu tulis pernyatannya.

Diketahui, pengelolaan TN Komodo berada di bawah Direktorat Jenderal KSDAE KLHK, sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan bidang LHK. Peraturan perundangan tersebut yaitu, UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, PP No. 28 tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, Perpres No. 16 tahun 2015 tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.18/MENLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.7/MENLHK/SETJEN/OTL.0/1/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional.

Sebelumnya, Kabiro Humas KLHK, Djati Witjaksono membenarkan kalau Menteri LHK Siti Nurbaya dan pihaknya telah mengetahui seputar wacana penutupan TN Komodo yang baru-baru ini disuarakan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Terkait pertemuannya, kabarnya akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

"Kemarin saya tanyakan ke pak dirjen dalam minggu ini, mungkin Jumat," kata Djati pada Rabu (23/1/2019) kemarin.

3 Jam di Penang, Bisa Ngapain Saja?

Traveler yang wisata dengan cruise bisa menikmati destinasi di Penang, walau waktunya singkat. Bisa kemana saja ya?

detikTravel diundang Princess Cruise berlayar selama empat malam dengan rute Singapura- Penang- Phuket- Singapura. Pada hari Minggu (20/1/2019) kami pun sampai di Phuket. Dalam waktu singgah yang tidak terlalu lama, kami keliling ke beberapa destinasi di Penang.

Adapun destinasi yang bisa traveler kunjungi dengan waktu singkat di Penang adalah George Town.

George Town merupakan ibukota Penang dan salah satu pulau dengan pelabuhan terpenting di Selat Malaka. Pelabuhan ini sangat penting bagi China dan India. Pelabuhan ini dibuka pada tahun 1786 oleh British East India Company.

Dilihat dari sejarahnya, pantas saja terdapat paduan kebudayaan di George Town. Traveler akan melihat gedung-gedung bergaya Eropa dengan beragam plakat tulisan China. Dan juga banyak orang India dan terdapat kampung India yang dikenal dengan Little India.