Kamis, 12 Maret 2020

Langkah Protes Member Sriwijaya Travel Pass

 Telah ada langkah-langkah yang ditempuh member SJ Travel Pass mengenai hak terbang. Namun belum ada tanggapan berarti dari Sriwijaya.

Dalam jumpa pers di Tjikini Lima, Jakarta, member Sriwijaya Travel Pass berkumpul membahas permasalahan mereka terhadap Sriwijaya. Mereka mengungkapkan telah ada upaya untuk meminta kejelasan dari Sriwijaya namun belum ada tanggapan berarti.

"Semenjak sulitnya memesan tiket terbang, kami telah mencoba beberapa langkah untuk menyampaikan keluhan member ini. Bahkan kami datang ke kantor pusat Sriwijaya. Namun pihak Sriwijaya tidak menanggapi kami," ungkap Isa, Senin (14/1/2019).

Kata Isa, bagi member yang di daerah mereka protes ke kantor cabang Sriwijaya. Dan jawaban mereka adalah sudah ketentuan dari pusat.

"Rekan-rekan member yang di daerah protes langsung ke kantor cabang. Dan jawaban mereka adalah ini kebijakan dari pusat. Dan katanya lagi jika ingin minta kejelasan langsung, datang saja langsung ke kantor pusat," tambah Isa.

Isa juga mengatakan langkah-langkah yang di ambil member untuk menyampaikan protes mereka terhadap Sriwijaya.

"Kami telah melakukan beberapa langkah untuk menyampaikan protes. Ada yang mengirim surat aduan ke YKLI, mengirim surat pembaca ke media, protes ke kantor-kantor cabang bahkan datang langsung ke kantor pusatnya," kata Isa.

Isa pun menegaskan bahwa member SJ Travel hanya ingin hak mereka dikembalikan sesuai akad awal. Dimana penerbangan unlimited dan tidak ada membedakan penumpang reguler dengan member.

"Kami hanya ingin ketentuan sesuai akad awal dikembalikan. Dimana kesepakatan awal terbang unlimited dan juga tidak dibeda-bedakan dengan penumpang reguler dengan member SJ Travel Pass," tutup Isa. 

Per Januari 2019, Emirates Resmi Pindah ke Terminal 3 Bandara Soetta

Maskapai Emirates resmi pindah ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Langkah ini ditandai dengan kedatangan penerbangan Emirates EK356.

Sebagai upaya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya di Indonesia, maskapai Emirates memindahkan operasionalnya ke Terminal 3 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Perpindahan operasional ini secara resmi ditandai dengan kedatangan penerbangan Emirates EK356 di Gate 9 pukul 15.45 pada 7 Januari 2019.

"Sebagai maskapai global, kami mencari cara untuk secara konsisten meningkatkan standar dalam hal pengalaman pelanggan, baik di dalam pesawat, di darat, dan sebelum, selama, dan setelah penerbangan bersama kami. Kami senang karena telah berhasil menyelesaikan pemindahan operasi kami ke fasilitas Terminal 3 yang luar biasa. Ini adalah tonggak penting bagi operasi Emirates di Jakarta dan perpindahan ini akan membantu kami mencapai kesuksesan yang lebih besar di Indonesia," kata Rashid Al Ardha, Country Manager Emirates Indonesia dalam keterangannya, Senin (14/1/2019).

Penumpang yang akan check-in untuk penerbangan akan diarahkan untuk mengunjungi konter Emirates di baris B 07-20. Setelah menyerahkan bagasi, penumpang kelas premium dipersilakan untuk mengunjungi lounge di depan Gate 9/10 sebelum naik ke pesawat.

Dalam kondisi tertentu yang mengharuskan penumpang untuk mengubah rincian penerbangannya, mereka dapat mengunjungi kantor Emirates di Airline Management Building No 6, yang terletak di Gedung Parkir di lantai 4. 

Promosi Wisata Indonesia di Norwegia Mendulang Sukses

Promosi pariwisata Indonesia di Oslo, Norwegia sukses menyedot perhatian warga Norwegia. Banyak dari mereka yang memesan paket wisata ke Indonesia.

Di tengah dinginnya musim dingin yang mencapai minus 9 derajat celcius, kekayaan dan ragam destinasi wisata Nusantara yang gencar dipromosikan KBRI Oslo dalam acara Reiselivsmessen, pada tanggal 11 hingga 13 Januari 2019 di Telenor Arena, Oslo sukses menyedot perhatian warga Norwegia.

"Partisipasi dalam salah satu pameran wisata terbesar di wilayah Nordik ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi KBRI Oslo sekaligus upaya berkelanjutan agar Indonesia tetap eksis dalam radar destinasi wisata unggulan bagi warga Norwegia", ujar Duta Besar RI Oslo, Todung Mulya Lubis dalam keterangan pers yang diterima detikTravel, Senin (14/1/2019).

Selain memberikan informasi potensi pariwisata di Indonesia, para pengunjung pameran juga berkesempatan untuk melihat langsung tarian tradisional yang dibawakan oleh diaspora Indonesia di Oslo.

Tarian tradisional Cendrawasih, Renggong Manis, Manuk Rawa, Sekar Jagat dan Pakarena yang disuguhkan Kelompok Krama Bali Norwegia, Tim Tari Anak Indonesia dan Nina Elang selama pameran telah memukau para pengunjung.

"Pada pameran kali ini, KBRI Oslo bekerja sama dengan 1-2 Travel Agent yang berpusat di Oslo untuk mengisi dan mendiseminasikan informasi wisata menari di tanah air, seperti Raja Ampat, Pulau Komodo, Danau Toba, Candi Borobudur, serta berbagai destinasi menarik lainnya", ujar Nina Evayanti, Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Oslo.

Selain itu, promosi produk dan kuliner nusantara kerja sama KBRI Oslo dan Scanesia (importir produk Indonesia) yang melengkapi anjungan KBRI Oslo juga seakan menjadi 'magnet' pameran.

"Selama pameran kami mencatat adanya pertanyaan pengunjung terkait bencana alam, kecelakaan moda transportasi, isu terorisme/violent extrimism/keresahan sosial yang diliput oleh media. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk menyerbarluaskan informasi terkait upaya penanggulangan serta upaya pencegahan yang dilakukan Pemerintah, industri pariwisata, dan berbagai pihak terkait, sekaligus meyakinkan mereka bahwa Indonesia masih menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk berwisata," ungkap Wisnu Lombar Dwinanto, PF Ekonomi I KBRI Oslo.

"Secara umum isu-isu tersebut terbukti tidak menyurutkan animo warga Norwegia untuk berwisata ke Indonesia, baik melalui jalur umum, maupun jalur lainnya seperti kapal layar menuju Indonesia. Sebaliknya, panorama keindahan dan kelestarian alam, keragaman seni budaya disertai keramahtamahan, dan kemajuan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata, semakin meningkatkan ekspektasi dan mendorong minat wisatawan Norwegia untuk berlibur ke Indonesia", tambah Eftariyadi Badri, PF Ekonomi II KBRI Oslo.

Warga Norwegia dikenal oleh dunia sebagai warga yang memiliki rata-rata pendapatan tertinggi di dunia. Menurut data World Bank, GDP Norwegia merupakan salah satu yang tertinggi di dunia, yaitu sekitar USD 78 ribu.

Warga Norwegia juga dikenal memiliki tradisi berlibur ke luar negeri, terutama pada saat musim panas, di mana lebih dari 60% warganya memilih untuk berlibur ke luar negeri.

Wisatawan Norwegia juga dikenal memiliki daya beli yang lebih tinggi dibandingkan dengan wisatawan asing asal negara Eropa lainnya, yaitu dengan rata-rata 1 wisatawan Norwegia membelanjakan sekitar USD 4.300 setiap 1 kali trip.

Menurut data Virke (Federasi Perusahaan-Perusahaan Norwegia), 90%-nya dihabiskan untuk kuliner, akomodasi dan tiket atraksi.

"Menjadi tugas kita bersama untuk menjaga dan membantu para 'Indonesianis' di Norwegia yang rutin berwisata ke Indonesia dan terus berupaya optimal menjaring wisawatan potensial Norwegia untuk berkunjung ke Indonesia. Sudah waktunya kita memberi perhatian lebih besar pada segmen pasar ini yang perlu didukung penuh oleh Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait, khususnya mengingat besarnya potensi devisa dari high- quality tourist yang berasal dari Norwegia," imbuh Dubes Mulya Lubis.

Pameran yang diperkirakan lebih banyak menggaet pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya (42.360 orang/2018), membuahkan hasil nyata dan terukur, ditandai banyaknya pemesanan paket-paket wisata yang ditawarkan dan komitmen pengunjung Norwegia untuk berwisata ke Indonesia.